• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Tambang Ilegal di Sumbar Dinilai Perparah Krisis Ekologis

oleh Redaksi
15 Juni 2026, 12:44 WIB
Suasana diskusi publik HMI komisariat ISIP UNAND di TBM Rumah Nyaman, pada Minggu (13/6/2026) (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

Suasana diskusi publik HMI komisariat ISIP UNAND di TBM Rumah Nyaman, pada Minggu (13/6/2026) (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com- Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak terjadi di Sumatera Barat dinilai telah berkontribusi terhadap berbagai bencana ekologis dan kerusakan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Menelisik Dampak Tambang Ilegal terhadap Masa Depan Sumatera Barat” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP Universitas Andalas di TBM Rumah Nyaman, Kota Padang, Minggu (14/6/2026).

Dalam diskusi tersebut, perwakilan WALHI Sumatera Barat, Indah Suryani Azmi, menyebut aktivitas PETI yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Sumbar telah memperparah krisis ekologis di daerah tersebut. Menurutnya, maraknya aktivitas tambang ilegal tidak terlepas dari pembiaran yang dilakukan pemerintah daerah serta lemahnya penegakan hukum. “Tambang emas ilegal hari ini berkontribusi terhadap terjadinya bencana-bencana ekologis yang kita saksikan beberapa tahun terakhir. Ini merupakan muara dari pembiaran terhadap menjamurnya aktivitas PETI di Sumatera Barat,” ujarnya saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada, Minggu (14/6/2026).

Sementara itu, pemateri dari LBH Padang, Habieb Aulia Sufi, menyoroti besarnya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang ilegal, khususnya di Kabupaten Sijunjung. Berdasarkan hasil audit yang dipaparkannya, sekitar 19.000 hektare tutupan hutan di wilayah tersebut hilang dalam rentang 2020–2024.

Baca Juga  UNAND Resmi Buka Prodi Arkeologi, Satu-satunya di Sumbar

Menurut Habieb, kerusakan tersebut terjadi secara masif dan berlangsung di sepanjang koridor sungai yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Bayangkan, luas kehilangan hutan di Sijunjung dalam lima tahun terakhir bahkan lebih besar dibandingkan gabungan luas beberapa kota di Sumatera Barat. Kerusakan ini sangat masif, terjadi secara terang-terangan, dan dibiarkan,” ujar Habieb saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada, Minggu (14/6/2026).

Selain itu, Habieb juga menyoroti faktor sosial-ekonomi yang mendorong masyarakat terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal. Menurutnya, fenomena tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai pilihan individu untuk mencari keuntungan, melainkan berkaitan dengan ketimpangan penguasaan lahan dan terbatasnya ruang kelola masyarakat. Ia mengutip data Sensus Pertanian 2023 yang menunjukkan masih banyak petani kecil di Sumatera Barat yang hanya memiliki lahan dalam jumlah terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang sempit.

“Ketika ruang kelola masyarakat semakin sempit dan mobilitas sosial rendah, sebagian warga akhirnya melihat tambang sebagai satu-satunya jalan untuk meningkatkan taraf hidup. Karena itu, persoalan tambang ilegal tidak bisa dilepaskan dari masalah ketimpangan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam,” jelasnya.

Baca Juga  Potret Peresmian The Gade Creative Lounge, Spot Belajar Baru di Perpustakaan UNAND

Selain itu, Habieb mengkritisi wacana legalisasi tambang rakyat yang belakangan mengemuka sebagai solusi atas maraknya pertambangan tanpa izin. Menurutnya, fokus utama seharusnya tidak hanya pada status legal atau ilegal suatu tambang, melainkan juga pada dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut. “Yang menjadi persoalan bukan semata-mata ada atau tidaknya izin, melainkan bagaimana aktivitas pertambangan itu mengekstraksi alam dan berpotensi merusak lingkungan. Ketika kerusakan bentang alam terus terjadi, ancaman bencana akan tetap ada,” katanya.

Menutup sesi diskusi, Indah Suryani Azmi mengajak generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal isu lingkungan serta mengawasi kebijakan pemerintah yang berpotensi merusak alam. Menurutnya, gerakan kolektif masyarakat sipil, khususnya kalangan muda, diperlukan untuk mencegah semakin meluasnya dampak tambang ilegal di Sumatera Barat. “Jika oligarki dan pemerintah bisa berkolaborasi, maka orang muda juga harus bisa berkolaborasi untuk melawannya. Jika ini terus dibiarkan, yang terjadi bukan hanya bencana ekologis, tetapi juga bencana ekologis antargenerasi.

Reporter: Hadid Jailani Latif Utama dan Ibnu Muhammad Bintang

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Basarnas melakukan koordinasi kepada personil dan relawan sebelum melakukan pencarian di Hutan Biologi UNAND, Selasa(28/7/2026)

Hari Kesembilan Pencarian, Warga Hilang di Hutan Biologi UNAND Belum Ditemukan

30 Juli 2026, 08:56 WIB
Potret Gedung FKM Jati yang hingga saat ini masih terbangkai pada Kamis (16/7/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

19 Juli 2026, 20:32 WIB
Narasumber menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik bertajuk "Sumatera Barat Anti Penyiksaan: Hentikan Kekerasan Negara, Serta Hapus Impunitas dan Ideologi Militerisme" yang digelar di Kantor LBH Padang, Kamis (2/7/2026) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

3 Juli 2026, 16:11 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Para aktor mementaskan drama The Lottery pada gelaran English Drama Performance 2026 di SMKN 7 Padang, Sabtu (27/6/2026) (Genta Andalas/Aulia Rindu)

Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

28 Juni 2026, 16:30 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak