• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Tambang Ilegal di Sumbar Dinilai Perparah Krisis Ekologis

oleh Redaksi
15 Juni 2026, 12:44 WIB
Suasana diskusi publik HMI komisariat ISIP UNAND di TBM Rumah Nyaman, pada Minggu (13/6/2026) (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

Suasana diskusi publik HMI komisariat ISIP UNAND di TBM Rumah Nyaman, pada Minggu (13/6/2026) (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com- Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak terjadi di Sumatera Barat dinilai telah berkontribusi terhadap berbagai bencana ekologis dan kerusakan lingkungan dalam beberapa tahun terakhir. Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Menelisik Dampak Tambang Ilegal terhadap Masa Depan Sumatera Barat” yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat ISIP Universitas Andalas di TBM Rumah Nyaman, Kota Padang, Minggu (14/6/2026).

Dalam diskusi tersebut, perwakilan WALHI Sumatera Barat, Indah Suryani Azmi, menyebut aktivitas PETI yang tersebar di sembilan kabupaten/kota di Sumbar telah memperparah krisis ekologis di daerah tersebut. Menurutnya, maraknya aktivitas tambang ilegal tidak terlepas dari pembiaran yang dilakukan pemerintah daerah serta lemahnya penegakan hukum. “Tambang emas ilegal hari ini berkontribusi terhadap terjadinya bencana-bencana ekologis yang kita saksikan beberapa tahun terakhir. Ini merupakan muara dari pembiaran terhadap menjamurnya aktivitas PETI di Sumatera Barat,” ujarnya saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada, Minggu (14/6/2026).

Sementara itu, pemateri dari LBH Padang, Habieb Aulia Sufi, menyoroti besarnya kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang ilegal, khususnya di Kabupaten Sijunjung. Berdasarkan hasil audit yang dipaparkannya, sekitar 19.000 hektare tutupan hutan di wilayah tersebut hilang dalam rentang 2020–2024.

Baca Juga  Beasiswa Fair UNAND Dorong Mahasiswa Coba dan Siap Bersaing

Menurut Habieb, kerusakan tersebut terjadi secara masif dan berlangsung di sepanjang koridor sungai yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. “Bayangkan, luas kehilangan hutan di Sijunjung dalam lima tahun terakhir bahkan lebih besar dibandingkan gabungan luas beberapa kota di Sumatera Barat. Kerusakan ini sangat masif, terjadi secara terang-terangan, dan dibiarkan,” ujar Habieb saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada, Minggu (14/6/2026).

Selain itu, Habieb juga menyoroti faktor sosial-ekonomi yang mendorong masyarakat terlibat dalam aktivitas pertambangan ilegal. Menurutnya, fenomena tersebut tidak dapat dipandang semata-mata sebagai pilihan individu untuk mencari keuntungan, melainkan berkaitan dengan ketimpangan penguasaan lahan dan terbatasnya ruang kelola masyarakat. Ia mengutip data Sensus Pertanian 2023 yang menunjukkan masih banyak petani kecil di Sumatera Barat yang hanya memiliki lahan dalam jumlah terbatas. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian masyarakat memiliki pilihan ekonomi yang sempit.

“Ketika ruang kelola masyarakat semakin sempit dan mobilitas sosial rendah, sebagian warga akhirnya melihat tambang sebagai satu-satunya jalan untuk meningkatkan taraf hidup. Karena itu, persoalan tambang ilegal tidak bisa dilepaskan dari masalah ketimpangan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam,” jelasnya.

Baca Juga  SBSM 2022: Apresiasi Diri yang Dituangkan dalam Pertunjukan Seni

Selain itu, Habieb mengkritisi wacana legalisasi tambang rakyat yang belakangan mengemuka sebagai solusi atas maraknya pertambangan tanpa izin. Menurutnya, fokus utama seharusnya tidak hanya pada status legal atau ilegal suatu tambang, melainkan juga pada dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tersebut. “Yang menjadi persoalan bukan semata-mata ada atau tidaknya izin, melainkan bagaimana aktivitas pertambangan itu mengekstraksi alam dan berpotensi merusak lingkungan. Ketika kerusakan bentang alam terus terjadi, ancaman bencana akan tetap ada,” katanya.

Menutup sesi diskusi, Indah Suryani Azmi mengajak generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dalam mengawal isu lingkungan serta mengawasi kebijakan pemerintah yang berpotensi merusak alam. Menurutnya, gerakan kolektif masyarakat sipil, khususnya kalangan muda, diperlukan untuk mencegah semakin meluasnya dampak tambang ilegal di Sumatera Barat. “Jika oligarki dan pemerintah bisa berkolaborasi, maka orang muda juga harus bisa berkolaborasi untuk melawannya. Jika ini terus dibiarkan, yang terjadi bukan hanya bencana ekologis, tetapi juga bencana ekologis antargenerasi.

Reporter: Hadid Jailani Latif Utama dan Ibnu Muhammad Bintang

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak