Padang, gentaandalas.com – Aksi Kamisan kembali digelar di Kota Padang pada Kamis (11/6/2026). Aksi yang merupakan penyelenggaraan ke-105 ini menyoroti sejumlah isu nasional yang berkembang dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, rencana kebangkitan Dwi Fungsi ABRI, hingga kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Salah seorang peserta aksi, Patrick, mengatakan bahwa aksi kali ini tidak hanya berfokus pada isu pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), tetapi juga berbagai persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Aksi Kamisan merupakan aksi yang digelar untuk memperjuangkan keadilan para korban pelanggaran HAM di tanah air. Tetapi, melihat semakin banyaknya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum-oknum pemerintah, maka kami bersama-sama dalam Aksi Kamisan ini atas nama rakyat Indonesia untuk menyuarakan perlawanan terhadap hal-hal tersebut,” ujar Patrick dalam wawancaranya bersama Genta Andalas, Kamis (11/6/2026).
Aksi yang dimulai pukul 16.30 WIB tersebut diawali dengan pembentgan spanduk dan kertas berisi berbagai aspirasi terkait kondisi nasional. Para peserta kemudian melakukan aksi diam selama kurang lebih 30 menit sebagai bentuk simbolik penyampaian sikap. Setelah aksi diam berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian orasi oleh sejumlah peserta. Para peserta kemudian berkumpul dan duduk melingkar di depan Gedung DPRD Sumatra Barat untuk melakukan konsolidasi dan membahas tindak lanjut gerakan ke depan sebelum akhirnya membubarkan diri.
Peserta aksi lainnya, Mitra Oktavia, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bertujuan mendorong pemerintah agar lebih memperhatikan aspirasi masyarakat terhadap berbagai persoalan yang terjadi saat ini. “Harapan kami adalah pemerintah mau mendengarkan setiap aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat. Kami dari Aksi Kamisan berdiri adalah untuk bersuara terhadap realita yang hari ini terjadi di masyarakat,” ujar Oktavia dalam wawancaranya bersama Genta Andalas, Kamis (11/6/2026).
Terkait keberlanjutan kegiatan, Oktavia menjelaskan bahwa pelaksanaan Aksi Kamisan berikutnya akan ditentukan melalui kesepakatan bersama para peserta. Menurutnya, meskipun sebagian peserta memiliki kesibukan lain seperti kuliah maupun bekerja, Aksi Kamisan di Kota Padang akan terus diupayakan berlangsung secara rutin dibandingkan periode sebelumnya.
Reporter: Raza Altamis Fikri dan Zulaizah
Editor: Auryn Dzakirah







