• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Bahaya Pencemaran Udara Jakarta

oleh Redaksi
29 Juni 2022, 21:24 WIB
(Ilustrator/Muhammad Farhan Rabbani)

(Ilustrator/Muhammad Farhan Rabbani)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Muhammad Farhan Rabbani)

Oleh: Muhammad Farhan Rabbani*)

Jakarta ditempatkan sebagai kota paling berpolusi di Indonesia dengan indeks kualitas udara menduduki angka 193 pada 20 Juli 2022 tepatnya pada Senin pagi. Kualitas udara ibu kota sudah memasuki kategori tidak sehat karena konsentrasi pm2.5 saat ini 27,4 kali dari nilai pedoman kualitas udara tahunan WHO. Konsentrasi pm2.5 di Jakarta berada pada angka 136,9 gram per meter kubik.

Lalu, apa yang menyebabkan kualitas udara di Jakarta memasuki kategori tidak sehat dengan konsemtrasi PM 2,5. Mengapa hal itu berbahaya, dan tindakan penanggulangan seperti apa yang dapat dilakukan dan efek apa yang dapat ditimbulkan oleh hal tersebut? Apa Tindakan pencegahan dan penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran udara khususnya yang terjadi di Jakarta? apa yang menyebabkan kualitas udara di Jakarta memiliki konsentrasi partikulat yang tinggi sehingga masuk ke dalam kategori tidak sehat? (Muhammad Farhan Rabbani)

Jawab:

Narasumber: Shinta Indah, Dr.Eng.

Pada pencemaran udara, terdapat dau bentuk zat pencemaran yaitu  gas dan partikulat. Perbedaan dari kedua bentuk ini yaitu zat pencemaran yang berbentuk gas bersifat tidak kasat mata sedangkan partikulat bersifat kasat mata seperti kabut dan asap. Konsentrasi pm 2,5 yang terjadi di Jakarta memiliki konsentrasi yang terlalu tinggi sehingga indeks kuaktias udara menjadi buruk. Pm 2,5 mengartikan partikulat dalam ukuran 2,5 mikro meter sehingga dengan ukuran sekecil itu mereka akan melayang-layang di udara. Semakin kecil suatu partikulat maka akan semakin berbahaya. Selain 2,5 mikron terdapat juga partikulat yang bahkan berukuran lebih kecil lagi dari itu yaitu 0.1 mikron. Ukuran yang sangat kecil yang bahkan bulu hidung sudah tidak bisa lagi menahannya mengakibatkan besarnya kemungkinan zat tercemar tersebut langsung terhirup, masuk ke dalam tenggorakan, kemudian masuk lagi sampai dengan ke dalam paru-paru, dan terakumulasi di sana. Hal tersebut jelas sangat membahayakan Kesehatan. Partikulat yang sudah terakumulasi di paru-paru dapat menyebabkan gangguan di paru-paru seperti radang paru-paru. Tidak menutup kemungkinganan partikulat dapat mengandung zat-zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh kita, misalkan partikulat dengan logam berat yang bersifat karsinogen dapat menyebabkan kanker.  Kemudian, partikulat berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan terhalangnya jarak pandang. Jarak pandang yang terhalang dapat menggangu arus lalu lintas baik di darat maupun di udara, pesawatpun menjadi terhalang untuk melakukan penerbangan. Hal tersebut dikarenakan terhalangnya jarak pandang dapat meningkat potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas. Selain berbahaya bagi manusia, juga berbahaya bagi tumbuhan. Partikulat dapat menepel di daun yang kemudian dapat menutup stomata pada daun tersebut. Stomata yang tertutupi menyebabkan tumbuhan tidak lagi dapat melakukan respirasi. Kemudian, cahaya matahari yang ingin masukpun juga terhalangi oleh partikulat tersebut sehingga tumbuhan tidak dapat melakukan fotosintesis yang lama-kelamaan pada akhirnya tumbuhan tersebut akan mati. Selain berbahaya bagi mahluk hidup, partikulat juga memiliki dampak yang buruk bagi material seperti terjadi pengkeroposan dan pengelupasan cat. Efeknya dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain dikarenakan angin yang dapat bergerak ke satu lokasi ke lokasi lain sehingga memperburuk kendaraan yang seharusnya misalkan hanya mencemari di Kawasan industri saja tetapi dikarenakan angin yang bergerak ia dapat pergi ke area permikuman, masyarakat yang berpotensi terkena dampakpun menjadi lebih besar.

Baca Juga  Onde Mande! Lika-Liku Warga untuk Memajukan Desa

Pencegahan-pencagahan yang dapat dilakukan yaitu seperti membatasi kepadatan kendaraan. Sistem ganjil genap yang diterapkan di Jakarta contohnya, selain dapat menghindari kecematan, juga merupakan jalan dalam mengurangi pencemaran udara yang disebabkan asap kendaraan bermotor. Lalu pada sektor industri seharusnya pabrik-pabrik dapat mengolah terlebih dahulu sebelum mengeluarkan limbah ke udara bebas agar bagaimana udara yang dibuang tidak mengandung partikulat berkonsentrasi tinggi.

Penyebab konsentrasi partikulat yang tinggi di Jakarta yang pertama yaitu asap kendaraan bermotor. Semakin padat transportasi yang kemudian jika sudah melewati standar emisi kendaraan dapat menghasilkan partikulat yang tinggi konsentrasinya di udara ambien, udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang dibutuhkan dan berpengaruh pada kesehatan mahluk hidup, termasuk manusia, dan unsur lingkungan hidup lainnya. Selain kendaraan bermotor, partikulat yang tingg juga disebabkan oleh asap-asap pabrik akibat dari proses perindusrian.

Baca Juga  Menilik Fenomena Karen’s Diner

*) Narasumber merupakan dosen Fakultas Teknik Universitas Andalas

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film The Odyssey/Wikipedia

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak