• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Perburuan Harta Karun di Era Meiji

oleh Redaksi
24 Mei 2024, 22:36 WIB
Poster Film Golden Kamuy/ Netflix

Poster Film Golden Kamuy/ Netflix

ShareShareShareShare
Poster Film Golden Kamuy/ Netflix

Oleh: Mutia Jummidayani Putri*

Golden Kamuy merupakan karya film Shigeaki Kubo yang  di bawah naungan perusahaan produksi Credeus. Film ini memiliki latar cerita masa peperangan Jepang-Rusia pada era Meiji, tahun 1904 di dataran tinggi Hill 203. Peperangan Jepang-Rusia yang menewaskan ribuan prajurit dari kedua belah pihak tersebut, menjadikan peluang untuk kembali dengan selamat terasa mustahil. Namun, seorang prajurit bernama Sugimoto Saichi yang dijuluki “Yang Abadi” karena kehebatan dan tubuhnya yang lekas pulih meski terluka parah berhasil selamat dari perang yang mencekam itu. Dari keberhasilannya kembali dengan selamat pada perang tersebut, film Golden Kamuy ini berpusat pada kisahnya yang ditemani oleh Asirpa gadis suku Ainu dan Yoshitake seorang buronan dalam melakukan perjalanan menuju Hokkaido pasca perang antara Jepang-Russia untuk menemukan emas suku Ainu yang hilang setelah pembantaian pasukan suku Ainu.

Film yang merupakan adaptasi live action dari manga terkenal yang ditulis oleh Satoru Noda ini memiliki genre action and adventure yang mampu membawa penonton merasakan betapa kejamnya peperangan pada saat itu. Film ini memberikan detail yang luar biasa dari berbagai sisi, baik dari ekspresi sang aktor, detail gambar, hingga pengambilan video yang membuat penonton seperti berada di area peperangan. Pada awalnya, film ini telah tayang di Jepang pada Januari lalu namun, baru ditayangkan secara internasional melalui channel Netflix pada 19 Mei 2024.

Baca Juga  Rawan Gempa, Kelurahan Parupuk Tabing Dijadikan Tempat Simulasi Mitigasi Bencana

Dalam film ini tidak hanya menampakkan kekejaman perang saja, melainkan juga memperlihatkan bagaimana kondisi masyarakat saat zaman perang, di mana korupsi, pemberontakan merajalela dan perempuan dianggap rendah. Shigeaki Kubo sebagai sutradara berhasil menyampaikan pesan-pesan tersebut melalui film garapannya ini. Tak hanya itu, film ini juga memperlihatkan kekayaan budaya suku Ainu yang menjunjung tinggi nilai spiritual dan keseimbangan alam. Hal ini terlihat dalam sosok Asirpa dan orang-orang suku Ainu yang percaya akan kehadiran roh. Selain itu, tergambarkan keragaman budaya jepang melalui pakaian, bangunan, makanan, cara berinteraksi, serta alat dan seni bela diri dalam film ini.

Baca Juga  UNAND Gelar Pembekalan KKN Reguler II, Prioritaskan Kebutuhan Nagari

Dengan cerita yang kompleks dan detail, film ini tetap mampu mengaduk perasaan penonton dalam sekejap, dari perasaan lucu berubah menjadi perasaan tegang maupun sedih. Genre action yang serius diselipkan beberapa plot yang membuat penonton tertawa, sehingga di beberapa adegan terasa hangat, lucu dan romantis dari hubungan pertemanan Sugimoto, Asirpa dan Yoshitake. Didukung dengan kualitas acting dan cgi yang luar biasa membuat film ini terasa nyata dan hidup.

Namun sayangnya, film ini terkesan tanggung pada akhir ceritanya, sehingga kemungkinan akan ada sequel dari film ini. Beberapa adegan juga sempat membingungkan penonton dengan kehadiran beberapa tokoh yang tidak diceritakan dari awal. Secara keseluruhan, film ini masuk kedalam kategori film yang bagus dan direkomendasikan untuk ditonton karena mata penonton benar-benar dimanjakan dengan adegan yang rapi dan plot yang tidak terduga.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film The Odyssey/Wikipedia

The Odyssey: Perjalanan Pulang yang Penuh Rintangan

31 Juli 2026, 23:11 WIB
Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak