Padang, gentaandalas.com — Universitas Andalas menggelar kegiatan pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum terjun langsung ke nagari penempatan, mulai dari pengenalan KKN hingga tema yang diusung pada periode kali ini.
Berbeda dari KKN Reguler I, lokasi penempatan pada Reguler II mengalami perubahan setelah melalui proses seleksi. Ketua Kelompok Kerja Pengelola KKN UNAND, Kurnia Harlina Dewi, menyampaikan bahwa dari sebelumnya 145 nagari, kini hanya tersisa 92 nagari.
“Kemarin ada 145 nagari, sekarang tinggal 92 nagari. Selain karena jumlah mahasiswa terbatas, kita juga menyeleksi nagari. Ada nagari yang meminta biaya sewa rumah, sementara kita tidak menginginkan itu, karena anak-anak datang ke sana untuk membangun nagari. Jadi, nagari yang meminta biaya sewa rumah tidak dipakai lagi, mahasiswa hanya membayar biaya listrik dan air,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas pada Sabtu (23/05/2026).
Ia menambahkan bahwa mahasiswa hanya dibebankan biaya listrik dan air selama pelaksanaan KKN.
Tema utama yang diangkat dalam KKN Reguler II ini adalah menciptakan program yang berdampak dan berkelanjutan bagi nagari. Menurut Kurnia, pihak pengelola terlebih dahulu mengumpulkan perwakilan nagari untuk mengetahui kebutuhan yang nantinya menjadi dasar program kerja mahasiswa.
“Supaya berdampak dan berkelanjutan, tentu yang dikerjakan mahasiswa itu apa yang dibutuhkan nagari. Jadi kerja mahasiswa lebih terarah,” tambahnya.
Dari hasil diskusi bersama nagari, terdapat lima tema utama KKN, salah satunya pengembangan sistem informasi menuju digitalisasi nagari. Nantinya, hasil pembekalan tersebut juga akan disampaikan kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) agar program mahasiswa selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu peserta, Aini Nur Latifah, mengaku persiapannya sejauh ini masih mengandalkan informasi dari mahasiswa yang telah mengikuti KKN Reguler I.
“Mungkin untuk persiapan belum terlalu banyak, sejauh ini saya menanyakan teman-teman yang sudah KKN Reguler I, baik terkait penempatan, keadaan, serta persiapan yang dibutuhkan,” ujarnya.
Peserta lainnya, Aya dari jurusan Sosiologi angkatan 2023, mengaku tertarik pada bidang pengembangan pariwisata, khususnya pembuatan profil nagari. “Kalau dari aku sendiri, aku tertarik pada pengembangan pariwisata, khususnya pembuatan profil nagari, gunanya lebih melengkapi identitas nagari tersebut,” ujarnya.
Aya juga mengaku khawatir terkait kurangnya kedekatan antaranggota kelompok karena tidak semua peserta hadir dalam pembekalan. “Aku lebih takut kalau nanti banyak teman-teman yang introvert, ditambah hari ini hanya 11 dari 20 orang yang hadir,” sambungnya.
Sementara itu, Amelia Nabila dari jurusan Proteksi Tanaman angkatan 2023 menilai komunikasi menjadi hal penting selama pelaksanaan KKN.“Kalau dari aku, solusinya dimulai dari diri sendiri dulu, gimana caranya biar bisa membaur sama teman-teman yang lain dan menjaga komunikasi,” ujarnya.
Di akhir pembekalan, Kurnia menekankan bahwa keberhasilan KKN bergantung pada kerja sama antara mahasiswa, DPL, dan pihak nagari. “Mahasiswa, DPL, juga nagari harus bekerja sama baru bisa mewujudkan kampus berdampak,” tutupnya.
Reporter: Jihan Aurelia Syabandini dan Kesih Rianti
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







