Padang, gentaandalas.com – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Andalas (UNAND) menggelar agenda konsolidasi mahasiswa pada, Sabtu (13/06/2026) di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNAND. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai persiapan aksi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang untuk merespons sejumlah kebijakan nasional yang dinilai perlu dievaluasi.
Menteri Kebijakan Nasional BEM KM UNAND, Donald Safriyadi, menjelaskan bahwa konsolidasi ini merupakan respons terhadap berbagai kondisi nasional yang dianggap membutuhkan perhatian serius dari mahasiswa. Sejumlah isu yang disoroti dalam forum tersebut meliputi pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh angka Rp18.000 per dolar AS, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tingginya anggaran kunjungan luar negeri presiden di tengah kondisi ekonomi masyarakat, dugaan skandal korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga proses revisi Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia (UU Polri) yang dinilai dilakukan secara tergesa-gesa.
“Tujuan kita mengadakan konsolidasi adalah menyelaraskan gerakan dan menyamakan suhu pemikiran untuk merespons kebijakan pemerintah yang rasanya kita dipaksa untuk sehat di negara yang sakit,” ujar Donald saat diwawancarai Genta Andalas pada, Sabtu (13/06/2026). Donald menambahkan bahwa mahasiswa mempertanyakan sejauh mana evaluasi terhadap sejumlah kebijakan yang tengah menjadi sorotan publik. “Kami mempertanyakan, apakah kebijakan MBG ini hanya sebatas pergantian aktor atau benar-benar dievaluasi secara menyeluruh? Begitu juga dengan revisi UU Polri, mengapa pembahasannya dikebut, sementara urgensi UU Perampasan Aset justru tenggelam?” tambahnya.
Konsolidasi tersebut tidak hanya diikuti oleh pengurus BEM KM UNAND, tetapi juga melibatkan perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas. Beragam perspektif disampaikan dalam forum, mulai dari sorotan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) terkait ancaman terhadap stabilitas ekonomi nasional hingga kekhawatiran Fakultas Farmasi mengenai potensi kenaikan biaya kesehatan akibat ketergantungan terhadap bahan baku impor. Perwakilan BEM Fakultas Pertanian, Ridho, turut menyoroti persoalan kesejahteraan petani yang dinilai belum sejalan dengan peningkatan produksi beras nasional. “Hal ini menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius. Kita mengajak seluruh mahasiswa untuk menjaga persatuan agar aksi nanti tetap solid,” tegas Ridho saat diwawancarai Genta Andalas pada, Sabtu (13/06/2026).
Menanggapi kekhawatiran mengenai teknis pelaksanaan aksi, BEM KM UNAND mengaku telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi. Selain menerapkan sistem komando terpusat di bawah koordinasi lapangan (korlap), panitia juga menjalin komunikasi dengan lembaga bantuan hukum eksternal, yakni LBH Padang dan PAHAM Sumbar, guna mengantisipasi kemungkinan kendala hukum selama aksi berlangsung. “Kita pastikan aksi ini terukur. Batas waktu aksi kita tetapkan maksimal pukul 18.00 WIB. Selain itu, kami juga terus membangun komunikasi dengan Aliansi BEM se-Sumatera Barat untuk menyamakan langkah, mengingat UNAND merupakan salah satu poros utama gerakan mahasiswa di daerah ini,” jelas Donald.
Technical meeting bersama Aliansi BEM se-Sumatera Barat dijadwalkan berlangsung pada Sabtu sore di kampus UNAND sebagai bagian dari persiapan menjelang aksi yang akan digelar pada Senin mendatang.
Reporter: Maulina dan Periska Wulandari
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







