• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Dilema Fasilitas Air Minum Gratis di UNAND yang Terbengkalai

oleh Redaksi
3 Juni 2026, 14:45 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Sejak diresmikan pada tahun 2019 lalu, fasilitas dispenser air minum gratis yang tersebar di area gedung perkuliahan Universitas Andalas (UNAND) kini kondisinya terbengkalai dan tidak dapat digunakan. Ironisnya, fasilitas penunjang ini tercatat hanya aktif berfungsi kurang lebih selama enam bulan.

Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, mahasiswa harus menghadapi kenyataan pahit terkait minimnya fasilitas penunjang di area kampus. Banyak dari mereka yang sejak awal menginjakkan kaki di kampus sudah mendapati fasilitas ini dalam kondisi rusak total, tanpa pernah sempat merasakan manfaatnya.

Rusaknya fasilitas dasar ini langsung berdampak pada kantong para mahasiswa. Akibat tidak adanya akses air minum gratis, mahasiswa terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air minum kemasan setiap harinya selama berada di area kampus.

Salah satu mahasiswa Universitas Andalas, Nabila, mengungkapkan bahwa tidak berfungsinya dispenser air minum gratis berdampak langsung pada pengeluaran hariannya selama berada di kampus.

“Dampak yang signifikan yang saya rasakan adalah bertambahnya pengeluaran sehari-hari untuk membeli air minum kemasan di kampus karena tidak ada fasilitas air minum gratis yang bisa digunakan. Mahasiswa akhirnya lebih sering membeli air botol atau gelas setiap kali haus. Kalau dihitung, mungkin terlihat kecil per harinya, tetapi jika terus-menerus dilakukan dalam satu bulan, jumlahnya bisa kira-kira Rp100 ribu per bulan,” ungkap Nabila, salah satu mahasiswa Universitas Andalas, saat diwawancarai Genta Anda pada Jumat (29/5/2026).

Baca Juga  Tren OOTD di Sosial Media: Representasi Gaya Hidup Konsumtif Generasi Muda

Di balik tidak berfungsinya dispenser air minum tersebut, pihak Universitas Andalas mengungkapkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sesederhana memperbaiki dispenser yang rusak. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Universitas Andalas, Azral, menjelaskan bahwa ketika dirinya mulai bertugas pada Juni 2022, fasilitas tersebut sudah tidak beroperasi.

“Ketika saya masuk, fasilitas tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Saya kemudian bertanya kepada petugas yang mengetahui kondisi sebelumnya. Menurut informasi yang saya terima, dispenser itu tidak sampai enam bulan beroperasi,” ungkapnya saat diwawancarai Genta Andalas pada Senin (25/5/ 2026).

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kerusakan utama terjadi pada sistem SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) beserta peralatan elektronik yang menjadi inti pengolahan air siap minum.

“Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan kepada Kementerian PUPR, khususnya bidang Cipta Karya. Beberapa kali kepala balai juga sudah datang ke sini dan berjanji akan membantu perbaikan. Namun, setelah dilakukan asesmen, ternyata biaya perbaikannya cukup besar karena yang rusak adalah sistem dan peralatan elektroniknya,” ungkapnya.

Selain itu, permasalahan baru muncul. Jalur distribusi air baku yang menjadi sumber utama SPAM mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Pipa-pipa yang mengalirkan air dari sumber di kawasan Ladang Sakabau menuju instalasi pengolahan mengalami putus dan sebagian hanyut terbawa arus. Saat ini, pemerintah melalui Balai Prasarana Permukiman bersama kontraktor masih berfokus pada perbaikan jaringan sumber air tersebut.

Baca Juga  1048 Mahasiswa Angkatan 2022 yang Tidak Lolos KIP-K Disarankan Mencari Beasiswa Lain

“Sekarang yang sedang diperbaiki adalah jalur dari sumber air ke instalasi pengolahan. Kalau sumber airnya belum berfungsi dengan baik, tentu sistem air minumnya juga belum bisa dioperasikan kembali,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa terdapat keinginan untuk menghidupkan kembali fasilitas tersebut. Akan tetapi, perbaikan tidak hanya menyangkut aspek teknis, melainkan juga persoalan keamanan dan higienitas air yang akan dikonsumsi mahasiswa.

“Kita tidak hanya berbicara soal air mengalir atau tidak mengalir. Yang lebih penting adalah siapa yang bisa menjamin kualitas dan higienitas airnya. Jangan sampai air tersedia, tetapi kualitasnya tidak layak untuk diminum,” ungkapnya.

Di tengah berbagai kendala teknis dan keterbatasan anggaran yang dihadapi kampus, mahasiswa tetap berharap fasilitas air minum gratis tersebut dapat segera diperbaiki dan kembali berfungsi.

“Harapan saya ke depannya semoga pihak kampus bisa lebih memperhatikan fasilitas-fasilitas dasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, termasuk dispenser air minum. Saya berharap dispenser yang sudah ada dapat diperbaiki dan dirawat secara rutin agar bisa kembali digunakan dengan baik dan tetap higienis. Menurut saya, fasilitas sederhana seperti ini walaupun terlihat kecil, sebenarnya sangat membantu kenyamanan mahasiswa dalam menjalani kegiatan perkuliahan sehari-hari,” ujarnya.

Reporter: Pitri Yani dan Sabilla Hayatul Dhi’fa

Editor: Oktavia Ramadhani

Tag: #Air Minum#unandfasilitasMahasiswa
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak