• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Dilema Fasilitas Air Minum Gratis di UNAND yang Terbengkalai

oleh Redaksi
3 Juni 2026, 14:45 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Sejak diresmikan pada tahun 2019 lalu, fasilitas dispenser air minum gratis yang tersebar di area gedung perkuliahan Universitas Andalas (UNAND) kini kondisinya terbengkalai dan tidak dapat digunakan. Ironisnya, fasilitas penunjang ini tercatat hanya aktif berfungsi kurang lebih selama enam bulan.

Di tengah padatnya jadwal perkuliahan, mahasiswa harus menghadapi kenyataan pahit terkait minimnya fasilitas penunjang di area kampus. Banyak dari mereka yang sejak awal menginjakkan kaki di kampus sudah mendapati fasilitas ini dalam kondisi rusak total, tanpa pernah sempat merasakan manfaatnya.

Rusaknya fasilitas dasar ini langsung berdampak pada kantong para mahasiswa. Akibat tidak adanya akses air minum gratis, mahasiswa terpaksa merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air minum kemasan setiap harinya selama berada di area kampus.

Salah satu mahasiswa Universitas Andalas, Nabila, mengungkapkan bahwa tidak berfungsinya dispenser air minum gratis berdampak langsung pada pengeluaran hariannya selama berada di kampus.

“Dampak yang signifikan yang saya rasakan adalah bertambahnya pengeluaran sehari-hari untuk membeli air minum kemasan di kampus karena tidak ada fasilitas air minum gratis yang bisa digunakan. Mahasiswa akhirnya lebih sering membeli air botol atau gelas setiap kali haus. Kalau dihitung, mungkin terlihat kecil per harinya, tetapi jika terus-menerus dilakukan dalam satu bulan, jumlahnya bisa kira-kira Rp100 ribu per bulan,” ungkap Nabila, salah satu mahasiswa Universitas Andalas, saat diwawancarai Genta Anda pada Jumat (29/5/2026).

Baca Juga  Pemasangan Pembatas Jalan Sebagai Upaya Atasi Kemacetan Simpang Pasar Baru

Di balik tidak berfungsinya dispenser air minum tersebut, pihak Universitas Andalas mengungkapkan bahwa persoalan yang dihadapi tidak sesederhana memperbaiki dispenser yang rusak. Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Universitas Andalas, Azral, menjelaskan bahwa ketika dirinya mulai bertugas pada Juni 2022, fasilitas tersebut sudah tidak beroperasi.

“Ketika saya masuk, fasilitas tersebut sudah tidak berfungsi lagi. Saya kemudian bertanya kepada petugas yang mengetahui kondisi sebelumnya. Menurut informasi yang saya terima, dispenser itu tidak sampai enam bulan beroperasi,” ungkapnya saat diwawancarai Genta Andalas pada Senin (25/5/ 2026).

Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kerusakan utama terjadi pada sistem SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) beserta peralatan elektronik yang menjadi inti pengolahan air siap minum.

“Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan kepada Kementerian PUPR, khususnya bidang Cipta Karya. Beberapa kali kepala balai juga sudah datang ke sini dan berjanji akan membantu perbaikan. Namun, setelah dilakukan asesmen, ternyata biaya perbaikannya cukup besar karena yang rusak adalah sistem dan peralatan elektroniknya,” ungkapnya.

Selain itu, permasalahan baru muncul. Jalur distribusi air baku yang menjadi sumber utama SPAM mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor. Pipa-pipa yang mengalirkan air dari sumber di kawasan Ladang Sakabau menuju instalasi pengolahan mengalami putus dan sebagian hanyut terbawa arus. Saat ini, pemerintah melalui Balai Prasarana Permukiman bersama kontraktor masih berfokus pada perbaikan jaringan sumber air tersebut.

Baca Juga  Prodi Dihapus, Arah Pendidikan Dipertaruhkan

“Sekarang yang sedang diperbaiki adalah jalur dari sumber air ke instalasi pengolahan. Kalau sumber airnya belum berfungsi dengan baik, tentu sistem air minumnya juga belum bisa dioperasikan kembali,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan bahwa terdapat keinginan untuk menghidupkan kembali fasilitas tersebut. Akan tetapi, perbaikan tidak hanya menyangkut aspek teknis, melainkan juga persoalan keamanan dan higienitas air yang akan dikonsumsi mahasiswa.

“Kita tidak hanya berbicara soal air mengalir atau tidak mengalir. Yang lebih penting adalah siapa yang bisa menjamin kualitas dan higienitas airnya. Jangan sampai air tersedia, tetapi kualitasnya tidak layak untuk diminum,” ungkapnya.

Di tengah berbagai kendala teknis dan keterbatasan anggaran yang dihadapi kampus, mahasiswa tetap berharap fasilitas air minum gratis tersebut dapat segera diperbaiki dan kembali berfungsi.

“Harapan saya ke depannya semoga pihak kampus bisa lebih memperhatikan fasilitas-fasilitas dasar yang langsung dirasakan manfaatnya oleh mahasiswa, termasuk dispenser air minum. Saya berharap dispenser yang sudah ada dapat diperbaiki dan dirawat secara rutin agar bisa kembali digunakan dengan baik dan tetap higienis. Menurut saya, fasilitas sederhana seperti ini walaupun terlihat kecil, sebenarnya sangat membantu kenyamanan mahasiswa dalam menjalani kegiatan perkuliahan sehari-hari,” ujarnya.

Reporter: Pitri Yani dan Sabilla Hayatul Dhi’fa

Editor: Oktavia Ramadhani

Tag: #Air Minum#unandfasilitasMahasiswa
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
Seorang pengunjung melihat karya fotografi yang ditampilkan pada Selasa(2/6/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Pameran Wahana Mancakarya Hidupkan Ruang Apresiasi Sastra

3 Juni 2026, 20:38 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Tenaga kebersihan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ditemukan tewas tergantung di pohon kawasan Hutan Biologi Unand, pada Kamis (28/5/2026) (Kompas.com)

Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

29 Mei 2026, 06:15 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemira Kembali Tertunda, Calon Presiden Mahasiswa FIB Didiskualifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak