Padang, gentaandalas- Pameran Wahana Mancakarya 2026 resmi digelar pada 2–3 Juni 2026 di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Andalas. Kegiatan yang mengangkat tema “Rekam Jejak Rupa dan Kata” ini merupakan luaran mata kuliah Pengantar Manajemen Kesenian Program Studi Sastra Indonesia Universitas Andalas. Pameran tersebut menampilkan berbagai karya seni dan sastra dari mahasiswa serta peserta open call exhibition.
Beragam karya yang dipamerkan meliputi lukisan, fotografi, kerajinan tangan, puisi dan prosa, instalasi visual, hingga koleksi barang-barang antik. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan Taman Budaya Sumatera Barat, Dangau Studio, Andalas Sinematografi, serta UKM Sinema UIN Imam Bonjol. Sejumlah koleksi seperti majalah lama, buku sastra klasik, arsip, dan kaset pita turut dipamerkan kepada pengunjung.
Memasuki area pameran, pengunjung dapat melihat karya-karya yang dipajang di berbagai sisi ruangan. Lukisan, puisi, dan karya visual lainnya ditempatkan di sekitar area kegiatan sehingga dapat dinikmati bersamaan dengan berbagai penampilan seni yang berlangsung selama pameran.
Ketua Pelaksana, Gilang Nindra, mengatakan bahwa pameran ini lahir dari keprihatinan terhadap minimnya ruang apresiasi bagi karya generasi muda. “Saat ini wadah untuk apresiasi karya, terutama karya generasi muda, agak kurang. Tujuan dirancangnya acara ini adalah untuk mengapresiasi dan menumbuhkan minat berkarya generasi muda serta menyadarkan mereka bahwa karya yang mereka hasilkan layak untuk diapresiasi,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas (2/6/2026).
Menurut Gilang, persiapan kegiatan telah dilakukan selama kurang lebih dua bulan. Selain menampilkan karya mahasiswa, panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum dan pegiat seni untuk berpartisipasi melalui program open call exhibition. “Melalui open call kami menyebarkan informasi agar para pegiat seni mengirimkan karya mereka, baik berupa lukisan, puisi dan prosa, fotografi, maupun karya lainnya,” katanya.
Salah seorang pengunjung, Sultan dari BEM KM Unand dan HIPMI PT Unand, menilai penyelenggaraan Pameran Wahana Mancakarya memberikan ruang yang positif bagi apresiasi karya seni dan sastra. Namun, ia berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan dengan jangkauan publik yang lebih luas melalui strategi publikasi yang lebih masif. “Pamerannya mungkin bisa diadakan lagi dalam waktu dekat dan publikasinya lebih gencar lagi agar banyak yang datang, nggak cuma pengunjung dari PKM aja. Mungkin di acara ke depannya diadakan serutinnya,” ujar Sultan saat diwawancarai Genta Andalas (3/6/2026).
Selama dua hari pelaksanaan, Wahana Mancakarya menghadirkan berbagai karya seni, sastra, dan pertunjukan yang dapat dinikmati pengunjung di area PKM Universitas Andalas. Kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa dan pegiat seni untuk menampilkan karya serta berinteraksi dengan pengunjung melalui berbagai bentuk ekspresi kreatif.
Reporter: Nabila Ramadhani dan Nia Rahmayuni
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







