• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Gaya Hidup Tidak Sehat Mahasiswa di Masa Pandemi

oleh Redaksi
18 Februari 2021, 16:02 WIB
ShareShareShareShare

Sejak dunia dilanda Pandemi Covid-19, berbagai anjuran untuk hidup sehat kerap disosialisasikan kepada masyarakat. Adanya kebijakan untuk tetap di rumah, ternyata membuat pola hidup masyarakat menjadi berantakan, khususnya untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Bukannya lebih sehat, ternyata pola hidup mahasiswa saat ini lebih mengarah pada pola hidup tidak sehat. Kira-kira kenapa hal ini bisa terjadi? Apa dampak yang akan timbul jika kebiasaan ini tetap dilakukan dalam jangka panjang? Dan apa solusi yang bisa diterapkan oleh mahasiswa agar lepas dari pola hidup yang tidak sehat ini? (Amelya Asti Pratiwi dan Anisa Permata Sari).

Narasumber : Resmiati, SKM, MKM

Jawaban :

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab pola hidup tidak sehat dikalangan mahasiswa. Faktor yang pertama dapat disebabkan karena berubahnya pola hidup mahasiswa semenjak melakukan perkuliahan daring. Berada di rumah dalam waktu yang lama, membuat mahasiswa menjadi lost control, hidup dalam ketidakteraturan, karena adanya fleksibilitas dalam perkuliahan. Jadwal-jadwal yang dulunya rutin dilakukan selama di kampus, mulai bergeser. Pola hidup mahasiswa menjadi kurang terarah.
Faktor kedua berasal dari kebiasaan mahasiswa untuk menghilangkan stres dengan makanan. Stres yang kerap dipicu oleh tugas yang menumpuk, membuat mahasiswa tanpa pikir panjang mengonsumsi berbagai junk food, makanan tinggi lemak dan gula lainnya, untuk meredakan stres. Faktor ketiga berasal dari jam tidur mahasiswa yang berantakan, akibat tidak bisa mengontrol penggunaan handphone. Mahasiswa kerap menghabiskan waktu senggang dengan berselancar di media sosial, duduk selama berjam-jam, bahkan hingga larut malam. Selalu terhubung dengan internet, yang awalnya akibat tuntutan perkuliahan, malah menimbulkan ketergantungan.
Faktor keempat berasal dari meningkatnya budaya konsumtif masyarakat, khususnya dari kalangan menengah ke atas. Mahasiswa yang memiliki uang saku berlebih, sering membelanjakan uangnya ke makanan. Kemudahan untuk melakukan pesan antar makanan, makin memudahkan mahasiswa untuk mengalami kenaikan berat badan. Faktor terakhir, berasal dari minimnya aktivitas fisik yang dilakukan mahasiswa. Jadwal perkuliahan yang dimulai dari pagi hingga sore, bahkan kadang melakukan perkuliahan di malam hari, membuat mahasiswa harus duduk didepan laptop atau komputer seharian. Kegiatan olahraga yang dulu rutin dikerjakan, makin hari makin ditinggalkan.

Baca Juga  Bahaya Pencemaran Udara Jakarta

Dampak yang timbul dari pola hidup tidak sehat

Dampak yang bisa timbul dari pola hidup tidak sehat mahasiswa, bisa dikategorikan menjadi dua, yakni dampak jangka panjang dan jangka pendek. Dampak jangka pendek dapat kenaikan berat badan, penumpukan lemak, sering terpapar radiasi komputer atau handphone, kadar gula tidak teratur, asam lemak tidak terkontrol, tubuh kurang bugar, dan lemahnya imun tubuh. Adapun dampak jangka panjang yang akan muncul, dapat diakibatkan oleh dampak-dampak jangka pendek yang tidak terlalu kita hiraukan. Misalnya kadar gula tidak teratur, berpeluang menimbulkan penyakit diabetes, peningkatan jumlah lemak ditubuh secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, dan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

Baca Juga  Optimisme Pertumbuhan Ekonomi Nasional Hingga 5,5%

Solusi yang bisa diterapkan mahasiswa agar lepas dari pola hidup tidak sehat

Kontrol diri atau self control adalah cara yang ampuh untuk bisa lepas dari pola hidup tidak sehat. Mahasiswa harus sadar bahwa ada hal buruk yang akan terjadi jika pola hidup tidak sehat terus dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Biasa untuk hidup tidak sehat, lama-kelamaaan akan membentuk kebiasaan dan akan sulit untuk diubah. Jadi, sebelum kebiasaan ini menjadi kebiasaan mulailah untuk sadar dan peduli dengan kesehatan diri sendiri. Kemudian bekali diri dengan ilmu-ilmu terkait kesehatan, untuk kemudian dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

*) Narasumber merupakan Dosen Ilmu Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Tag: gizikesehatanMahasiswa
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Obsession/TMDB

Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

21 Juli 2026, 21:26 WIB
(Poster Film 402 Rumah Sakit Angker Korea/Facebook MD Pictures)

Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

15 Juli 2026, 18:23 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
(Poster Film Cerita Lila/Facebook Moviezy)

Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

30 Juni 2026, 18:08 WIB
(Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

14 Juni 2026, 21:17 WIB
Poster film Pesta Babi

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

25 Mei 2026, 21:22 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak