• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 2 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Green Talao Park: Desa Wisata di Pesisir Pantai Kabupaten Padang Pariaman

oleh Redaksi
30 Agustus 2022, 22:27 WIB
Desa Wisata Green Talao Park di Pesisir Pantai Padang Pariaman (Genta Andalas/Dok. Pribadi)

Desa Wisata Green Talao Park di Pesisir Pantai Padang Pariaman (Genta Andalas/Dok. Pribadi)

ShareShareShareShare
Desa Wisata Green Talao Park di Pesisir Pantai Padang Pariaman (Genta Andalas/Dok. Pribadi)

Oleh: Ade Selvia*)

Green Talao Park merupakan sebuah lokasi wisata alam di Kabupaten Padang Pariaman tepatnya di Kecamatan Ulakan Tapakis yang diberkahi dengan suasana alam menakjubkan dan memiliki nilai sejarah yang menarik dipelajari. Perjalanan terbentuknya desa wisata Green Talao Park ini diawali dengan timbulnya rasa ingin mengelola potensi alam di Ulakan yang kurang dioptimalkan dengan baik oleh masyarakatnya.

Jarak tempuh menuju Green Talao Park dari pusat administrasi Kabupaten Padang Pariaman cukup dekat sekitar tiga puluh menit. Pada tanggal 28 Juli 2022 lalu, saya bersama rombongan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas Ulakan Tapakis berkesempatan mengunjungi Green Talao Park. Perjalanan ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dan selama 10 menit dari posko KKN. Akses jalan menuju Green Talao Park sangat baik karena sudah diaspal, sampai di lokasi pengunjung akan dikenai biaya parkir sebesar Rp2000 dan biaya masuk Rp5000 per orang.

Saat memasuki gerbang Talao Park saya disambut dengan dengan simbol yang di bentuk seperti buah pohon nipah, bentang pantai yang memukau. dan jembatan kayu sepanjang 50meter yang berdiri kokoh diatas air payau menuju bibir pantai. Kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat sekitar Green Talao Park yang berprofesi sebagai nelayan dengan perahu-perahu berjejer rapi membuat suasana desa begitu terasa tentram. Menurut saya, objek wisata ini sangat cocok didatangi saat sore hari karena keadan cuaca yang lebih teduh. Tak sampai disitu pada sore pula kita dapat melihat kerbau yang digembala menuju kandangnya oleh masyarakat sekitar. Hal yang paling berkesan bagi saya dan kawan-kawan adalah keramahan penduduk desa yang menjual dagangannya kepada kami, saat itu saya dan rombongan juga disugihi Buah Nipah oleh masyarakat sekitar Green Talao Park.

Baca Juga  Imbas Pandemi, MTQ Unand Dilakukan Secara Daring

Masuk lebih dalam ke Green Talao Park, pengunjung akan menemui beberapa rumah pohon yang menjulang tinggi.  Tentu saja hal ini akan membuat pengunjung tertartik karena tujuan dibangunnya rumah pohon ini agar pengunjung dapat melihat laut dari ketinggian. Tak hanya itu jejeran hutan bakau dan Pohon Nipah sepanjang 1,8 km menjadikan Green Talao Park masuk ke dalam 50 besar terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2022 yang merupakan program dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi. Fasilitas di Green Talao Park, seperti kamar mandi, tempat ibadah, dan area wisatanya cukup bersih dan dikelola dengan baik. Pecinta solo traveling maupun bersama keluarga sangat disarankan berkunjung ke Green Talao Park karena disini menyedikan paket wisata yang ditawarkan oleh Nagari Ulakan Tapakis.

Baca Juga  Pinyaram, Camilan Tradisional Minangkabau yang Tetap Eksis

Septiadi Kurniawan selaku Direktur BUMNAG menjelaskan bahwa saat ini akses menuju hutan bakau ditutup sementara dikarenkan pengelola melakukan penyempurnaan sebagai upaya peningkatan fasilitas Green Talao Park. “Kayu-kayu yang membentang sebagai jembatan saat ini dalam proses penambahan rangka baja,” kata Septiadi.

Pandemi memengaruhi kehidupan desa wisata Green Talao Park karena penurunan jumlah wisatawan sehingga banyak warung warung kecil yang tutup. Salah bentuknya adalah mengupgrade platform objek dari objek wisata ke desa wisata.kunjungan desa ulakan itu termasuk green Talao Park. homestay dan segala bentuk akomodasi menjadi satu.

Seorang pengunjung wisata Green Taloa Park, Rifai mengungkapkan cukup puas dengan pemandangan alam di Green Talao Park “tempatnya bagus buat hunting, apalagi langsung bisa lihat pantai, dan untuk fasilitas sendiri sudah cukup memadai,” kata Rifai.

Harapanya Green Talao Park bisa lebih dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara, potensi alam yang tidak boleh disia-siakan dan promosi dapat lebih ditingkatkan. Pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memperbaiki fasilitas yang rusak seperti jembatan yang keropos dan berlubang serta lebih memperhatikan kebersihan lingkungan tempat wisata, dan juga agar lebih banyak pedagang yang dapat bejualan.

*) Penulis merupakan Mahasiswi Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Angkatan 2019 Universitas Andalas

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Basarnas melakukan koordinasi kepada personil dan relawan sebelum melakukan pencarian di Hutan Biologi UNAND, Selasa(28/7/2026)

Hari Kesembilan Pencarian, Warga Hilang di Hutan Biologi UNAND Belum Ditemukan

30 Juli 2026, 08:56 WIB
Potret Gedung FKM Jati yang hingga saat ini masih terbangkai pada Kamis (16/7/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

19 Juli 2026, 20:32 WIB
Narasumber menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik bertajuk "Sumatera Barat Anti Penyiksaan: Hentikan Kekerasan Negara, Serta Hapus Impunitas dan Ideologi Militerisme" yang digelar di Kantor LBH Padang, Kamis (2/7/2026) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

3 Juli 2026, 16:11 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Para aktor mementaskan drama The Lottery pada gelaran English Drama Performance 2026 di SMKN 7 Padang, Sabtu (27/6/2026) (Genta Andalas/Aulia Rindu)

Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

28 Juni 2026, 16:30 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak