• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Menciptakan Agen Perubahan Sosial melalui Pemerataan Pendidikan

oleh Redaksi
3 Juli 2023, 23:46 WIB
(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

Oleh: Ifran Afdhala Zikri*

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, pendidikan berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan suatu masyarakat. Pendidikan di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang saat ini mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta peraturan-peraturan yang terkait yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan pendidikan di Indonesia.

Di Indonesia, wajib belajar diterapkan selama 12 tahun. Sejak tahun 2013, pendidikan terdiri dari 6 tahun pendidikan dasar (SD) dan 3 tahun pendidikan menengah pertama (SMP), serta 3 tahun pendidikan menengah atas (SMA atau SMK). Dengan demikian, setiap warga negara Indonesia diwajibkan untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah tersebut, perkembangan terbaru dari UU tersebut wajib belajar menjadi 13 tahun dengan menambahkan masa prasekolah.

Pendidikan juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi suatu masyarakat. Pendidikan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi cenderung memiliki tingkat pengangguran yang lebih rendah, produktivitas yang lebih tinggi, dan kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha yang inovatif.

Baca Juga  Menikmati Cahaya Lampu Kota pada Malam Hari dari Menara Songket

Namun, ada beberapa faktor yang dapat menurunkan akses dan kualitas pendidikan di suatu negara atau masyarakat seperti, keterbatasan ekonomi dan  kurangnya kesadaran dan peran orang tua tentang pentingnya pendidikan. Keterbatasan ekonomi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pendidikan. Keluarga yang miskin atau kurang mampu secara finansial mungkin tidak mampu memenuhi biaya pendidikan, seperti biaya sekolah, seragam, buku, atau alat tulis. Kondisi ini dapat menghambat akses anak-anak untuk mendapatkan  pendidikan yang berkualitas.

Dalam pasal 31 UUD 1945 menunjukkan peran Negara untuk mengatasi permasalahan tersebut, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan nasional yang bermutu dan memajukan kebudayaan untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia harus dipastikan kualitasnya dan memajukan kebudayaan bangsa. Negara harus menjamin akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga negara Indonesia.

Baca Juga  Kompleks Makam Kuno Malalo: Bukti Tradisi Berkelanjutan dari Megalitik hingga Islam

Kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kurangnya peran orang tua dalam mendorong anak-anak mereka untuk belajar dan bersekolah juga dapat mempengaruhi pendidikan. Orang tua yang kurang terlibat dalam pendidikan anak. Pendidikan memiliki peran penting dalam perubahan sosial. Melalui pendidikan, masyarakat dapat mengembangkan kesadaran tentang isu-isu sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, kesetaraan gender, dan lingkungan.

Pendidikan dapat mendorong individu untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, mengatasi masalah-masalah sosial, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dan peningkatan. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan guna mencapai tujuan pembangunan pendidikan yang lebih baik di negara ini.

*)Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas

Tag: IndonesiaMahasiswaopinipendidikanPerubahan
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

5 Juni 2026, 23:53 WIB
Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
(Ilusgrafis/Farid Farhan)

PP Nomor 21 Tahun 2026 dan Harapan Baru Bagi Rupiah

2 Juni 2026, 22:13 WIB
Objektifikasi perempuan dalam tongkrongan laki-laki dinilai sekadar gurauan. (Ilustrasi/Echa Syafira)

Membongkar Budaya Objektifikasi Perempuan dalam Tongkrongan Mahasiswa

1 Juni 2026, 16:47 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadilah)

Clickbait: Jebakan Informasi di Era Digital

31 Mei 2026, 11:54 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Judi Online dan Masyarakat yang Kehilangan Harapan

28 Mei 2026, 16:45 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Absennya UNAND dalam Aksi BEM-SI Sumbar Tuai Pertanyaan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak