• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Menciptakan Agen Perubahan Sosial melalui Pemerataan Pendidikan

oleh Redaksi
3 Juli 2023, 23:46 WIB
(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Ifran Afdhala Zikri)

Oleh: Ifran Afdhala Zikri*

Pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Secara umum, pendidikan berkontribusi secara signifikan terhadap perkembangan dan kemajuan suatu masyarakat. Pendidikan di Indonesia diatur oleh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) yang saat ini mengacu pada UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, serta peraturan-peraturan yang terkait yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas kebijakan pendidikan di Indonesia.

Di Indonesia, wajib belajar diterapkan selama 12 tahun. Sejak tahun 2013, pendidikan terdiri dari 6 tahun pendidikan dasar (SD) dan 3 tahun pendidikan menengah pertama (SMP), serta 3 tahun pendidikan menengah atas (SMA atau SMK). Dengan demikian, setiap warga negara Indonesia diwajibkan untuk menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah tersebut, perkembangan terbaru dari UU tersebut wajib belajar menjadi 13 tahun dengan menambahkan masa prasekolah.

Pendidikan juga berkaitan erat dengan pembangunan ekonomi suatu masyarakat. Pendidikan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi cenderung memiliki tingkat pengangguran yang lebih rendah, produktivitas yang lebih tinggi, dan kesempatan untuk menciptakan dan mengembangkan usaha yang inovatif.

Baca Juga  Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

Namun, ada beberapa faktor yang dapat menurunkan akses dan kualitas pendidikan di suatu negara atau masyarakat seperti, keterbatasan ekonomi dan  kurangnya kesadaran dan peran orang tua tentang pentingnya pendidikan. Keterbatasan ekonomi merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi pendidikan. Keluarga yang miskin atau kurang mampu secara finansial mungkin tidak mampu memenuhi biaya pendidikan, seperti biaya sekolah, seragam, buku, atau alat tulis. Kondisi ini dapat menghambat akses anak-anak untuk mendapatkan  pendidikan yang berkualitas.

Dalam pasal 31 UUD 1945 menunjukkan peran Negara untuk mengatasi permasalahan tersebut, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Negara wajib menyelenggarakan pendidikan nasional yang bermutu dan memajukan kebudayaan untuk mewujudkan kemajuan bangsa. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia harus dipastikan kualitasnya dan memajukan kebudayaan bangsa. Negara harus menjamin akses pendidikan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga negara Indonesia.

Baca Juga  Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi di Depan DPRD Sumbar, Tolak Pemangkasan Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Kurangnya kesadaran akan pentingnya pendidikan dan kurangnya peran orang tua dalam mendorong anak-anak mereka untuk belajar dan bersekolah juga dapat mempengaruhi pendidikan. Orang tua yang kurang terlibat dalam pendidikan anak. Pendidikan memiliki peran penting dalam perubahan sosial. Melalui pendidikan, masyarakat dapat mengembangkan kesadaran tentang isu-isu sosial, seperti kemiskinan, ketidakadilan, kesetaraan gender, dan lingkungan.

Pendidikan dapat mendorong individu untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, mengatasi masalah-masalah sosial, dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih adil dan berkelanjutan. Pendidikan di Indonesia terus mengalami perkembangan dan peningkatan. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan guna mencapai tujuan pembangunan pendidikan yang lebih baik di negara ini.

*)Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Andalas

Tag: IndonesiaMahasiswaopinipendidikanPerubahan
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Penyadapan Presiden, Menguji Supremasi Hukum dan Batas Kekuasaan Aparat Negara

5 November 2026, 22:19 WIB
(Ilusgrafis/Nasywa Luthfiiyah Edfa)

“Stop the Wedding!” dan Ketakutan untuk Menikah

3 November 2026, 18:21 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Pengalaman Magang Jadi Kedok Buruh Murah

23 Oktober 2026, 20:27 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Nabil Nur Insani)

Batal Dipecat, Keadilan Dipertanyakan

21 September 2026, 21:59 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

19 September 2026, 23:58 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak