• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Nagari Simpang Kapuak, Kabupaten Lima Puluh Kota : Tetap Lestarikan Budaya Randai

oleh Redaksi
21 Februari 2021, 23:45 WIB
ShareShareShareShare

Oleh : Afri Haikil *)

Randai merupakan budaya khas terdahulu bagi masyarakat Minangkabau sebagai sarana komunikasi sastra daerah. Keberadaan randai saat ini banyak diabaikan oleh masyarakat Minangkabau sendiri, bahkan dapat dikatakan budaya randai sudah hampir punah. Namun sampai saat ini, masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota, khususnya Nagari Simpang Kapuak, masih terus melestarikan budaya randai. Di sini, randai menjadi kesenian tradisional yang dimainkan secara berkelompok yang kemudian ditunjukkan di berbagai kegiatan adat.

Grup Randai “Salendang Dunie” merupakan nama grup randai di Nagari Simpang Kapuak, yang biasanya diperankan oleh pemuda pemudi. Grup randai ini dipimpin oleh M. Zalman dengan anggota 30 orang pemain.

“Latihan randai kami lakukan secara rutin setiap malamnya dari pukul 10 hingga pukul 2 esok harinya”, ujar Zalman.

Zalman juga menjelaskan bahwa kegiatan ini mereka lakukan agar budaya randai yang lahir dan telah turun temurun dari nenek moyang mereka tidak terlupakan begitu saja.

Baca Juga  UKM Kopma Unand Hadirkan Unit Usaha Kafe

“Kami juga sering diminta hadir untuk mengisi acara-acara, seperti “baralek” atau “alek pangulu”, tambahnya.

Berbicara tentang asal-usulnya, dikutip dari seringjalan.com, randai awalnya dimainkan oleh masyarakat Tanah Datar, tepatnya di Nagari Pariangan. Randai dimainkan saat masyarakatnya berhasil menangkap rusa yang keluar dari laut.

Mulanya, randai dikenal sebagai sarana untuk menyampaikan kaba atau berita yang berisi cerita-cerita rakyat melalui syair atau pantun yang didendangkan dalam gerakan-gerakan silat. Namun setelah mengalami perkembangan, randai mengadopsi gaya penokohan dan dialog dalam sandiwara-sandiwara. Randai ini bisa dikatakan hampir sama dengan teater, namun lebih menitikberatkan pada cerita seputar Minangkabau.

Miko, salah satu peserta randai mengungkapkan bahwa latihan randai cukup melelahkan. Tapi semua itu dapat menjadi pengikat pertemanan.
“Latihan randai memang sangat melelahkan, tapi dengan adanya latihan dan acara-acara ini, kami lebih sering berkumpul dengan teman-teman,” jelas Miko.

Baca Juga  Kue Mangkuak Sayak, Panganan Khas Minang yang Tetap Eksis

Di Nagari Simpang Kapuak, randai dimainkan dengan pola lingkaran, diikuti gerakan-gerakan yang sudah ditentukan sesuai cerita yang disampaikan. Kemudian gerakan tersebut diiringi lagu dan musik yang juga menceritakan kisah yang disesuaikan.

Umumnya, randai dipimpin oleh satu orang dengan sebutan “tukang goreh” atau “panggoreh, yang memiliki tugas penting yaitu mengeluarkan teriakan khas seperti “hap, hep” untuk mengatur cepat atau lambatnya tempo gerak dalam tiap gerakan. Randai biasanya dimainkan selama 1 hingga 5 jam dalam sekali pertunjukan sesuai panjang cerita yang disampaikan.

*) Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas

Tag: kesenianKhasKhasanah budayaminangRandai
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak