• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 24 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Negara Lalai, Rakyat Resah: Cermin Buram Perlindungan Data di Indonesia

oleh Redaksi
31 Juli 2025, 15:13 WIB
(Ilustrasi/Nia Rahmayuni)

(Ilustrasi/Nia Rahmayuni)

ShareShareShareShare
(Ilustrasi/Nia Rahmayuni)

Oleh: Nia Rahmayuni*

Keamanan data pribadi kini menjadi kekhawatiran yang semakin besar di tengah masyarakat Indonesia. Meningkatnya digitalisasi layanan publik seharusnya menjadi kemajuan, tetapi justru melahirkan pertanyaan mendasar: seberapa aman sebenarnya data kita yang disimpan oleh negara? Insiden-insiden terbaru menunjukkan bahwa kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Salah satunya adalah kasus mengejutkan ketika domain resmi milik pemerintah, PeduliLindungi.id, yang dulunya menjadi tulang punggung layanan kesehatan saat pandemi COVID-19, justru beralih fungsi menjadi situs judi online. Peristiwa ini menjadi tamparan keras terhadap pengelolaan keamanan digital nasional yang ternyata masih sangat rapuh.

Walau data dari aplikasi PeduliLindungi secara resmi telah dipindahkan ke SATUSEHAT sejak 2023, dan tidak lagi beroperasi di domain tersebut, kekhawatiran publik tetap menguat. Bagi masyarakat, fakta bahwa domain sepenting itu bisa dibiarkan kedaluwarsa dan diambil pihak tak bertanggung jawab menunjukkan adanya kelalaian serius. Ini bukan hanya soal teknis, tetapi soal kepercayaan hak dasar setiap warga negara untuk merasa aman. Jika aset digital negara saja tidak dikelola dengan baik, bagaimana mungkin masyarakat percaya bahwa data pribadinya nama, NIK, lokasi, riwayat kesehatan, hingga aktivitas digital benar-benar terlindungi?

Pemerintah, melalui Kementerian Kesehatan, memang menyatakan bahwa data telah aman karena sudah dialihkan ke server baru. Namun, pernyataan semacam ini tidak cukup untuk meredam kegelisahan masyarakat. Mengapa domain sepenting itu tidak diamankan sejak awal? Mengapa tidak ada sistem monitoring atau mekanisme perpanjangan otomatis terhadap aset digital penting? Kasus ini semakin memperjelas bahwa sistem pengamanan siber nasional belum mampu mengantisipasi risiko dan potensi serangan digital secara menyeluruh. Belum lagi, ini bukan kejadian pertama. Kita pernah mendengar peretasan situs Kominfo, KPU, hingga akun media sosial resmi milik lembaga negara. Semua itu menunjukkan bahwa celah keamanan masih terbuka lebar.

Baca Juga  Penggunaan Kartu Parkir dihentikan Sementara, UNAND Siapkan Kartu Baru untuk Bulan Depan

Masalah utamanya bukan sekadar kelalaian teknis, tetapi dua hal mendasar, lemahnya regulasi pengelolaan aset digital negara, dan rendahnya literasi digital di kalangan birokrasi pemerintahan. Banyak aparatur negara masih menganggap domain dan platform digital hanya sebagai proyek jangka pendek. Tidak ada kesadaran bahwa domain, server, hingga akun media sosial resmi adalah bagian dari infrastruktur strategis yang menyangkut identitas dan kepercayaan publik. Minimnya sistem cadangan dan pengawasan membuat aset digital rentan berpindah tangan. Bahkan, ketika domain sudah terlanjur disalahgunakan, pemerintah hanya bisa mengeluarkan imbauan moral bukan tindakan hukum yang mengikat.

Padahal, dunia digital hari ini sudah menjadi ruang hidup warga negara. Data bukan lagi sekadar angka, melainkan representasi identitas dan kekuasaan. Jika data rakyat bocor, maka kedaulatan digital negara ikut terancam. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah membangun sistem perlindungan data nasional yang berkelanjutan, bukan sekadar reaktif setiap kali insiden terjadi. Negara perlu menetapkan regulasi ketat yang mengatur perpanjangan otomatis domain strategis, membentuk sistem pengawasan aset digital negara, serta memastikan bahwa seluruh data publik dikelola dalam satu infrastruktur nasional yang aman dan terintegrasi.

Baca Juga  Asas Praduga Tak Bersalah: Pilar Utama Keadilan dalam Kasus Hukum

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber mutlak diperlukan. Pegawai negeri harus dibekali dengan literasi digital yang mumpuni, tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai penjaga sistem informasi publik. Di sisi lain, masyarakat juga perlu diedukasi untuk mengenali situs resmi, memahami pentingnya perlindungan data pribadi, dan lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan digital. Perlindungan data tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah kesadaran publik juga menjadi kunci.

Kasus PeduliLindungi adalah alarm nasional bahwa sistem keamanan digital kita masih dalam kondisi rawan. Jika kita terus mengabaikan celah-celah kecil seperti domain yang kedaluwarsa, maka bersiaplah menghadapi ancaman yang lebih besar: kebocoran data dalam skala masif dan dampaknya terhadap kepercayaan publik. Negara tidak boleh lagi hanya hadir setelah krisis. Dalam dunia yang serba digital, negara harus menjadi pelindung aktif, dengan sistem, kebijakan, dan tindakan nyata. Jika pemerintah gagal menjamin keamanan data warganya, maka yang hilang bukan hanya informasi tetapi juga kepercayaan.

*penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

 

Tag: datadigitalGentaandalasIndonesiakeamanan
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Ketika Penegak Hukum Diduga Tersangka

20 Juli 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Skripsi Tidak Pernah Lebih Berharga dari Nyawamu Sendiri

15 Juli 2026, 21:18 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadillah)

Di Balik Antrean Virtual, Adakah Kesempatan yang Benar-benar Sama?

11 Juli 2026, 21:21 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak