Padang, gentaandalas.com – Menindaklanjuti postingan kontroversial Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Andalas (BEM KM UNAND) akhir-akhir ini, Wakil Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, memenuhi undangan BEM KM Unand dalam forum “Menakar Indonesia x Obrolan Santai Intelektual” pada Kamis (9/4/2026). Forum ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa UNAND, tetapi juga perwakilan mahasiswa di Kota Padang seperti BEM PNP, BEM UPI YPTK, dan BEM Adzkia. Selain itu, forum ini juga dihadiri oleh Sekretaris Unand Aidinil Zetra serta para panelis yaitu Indah Putri, Harry Efendi, Melsa Yuliandri, dan Presiden Mahasiswa BEM KM UNAND.
Presiden Mahasiswa BEM KM UNAND, Shabbarin Syakur menegaskan bahwa undangan kepada Andre Rosiade merupakan buntut dari pernyataan Andre di kolom komentar media sosial serta pernyataan publik yang disampaikan dalam sebuah kegiatan di Kajai, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman. Menurutnya, Andre menunjukkan perhatian terhadap kritik yang disampaikan mahasiswa sehingga terbuka ruang untuk berdiskusi. “Karena itu, BEM KM UNAND mengirimkan surat undangan sekaligus tantangan untuk membuka dialog secara langsung,” ujarnya.
Dalam forum ini, Andre Rosiade menanggapi seluruh keluhan yang dilontarkan oleh mahasiswa. Masalah yang sangat ditekankan dalam forum ini ialah anggaran pendidikan yang banyak dialihkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program tersebut dinilai tidak menyelesaikan masalah mendasar pendidikan, yaitu akses pendidikan bagi generasi muda. Selain itu, program MBG juga memunculkan risiko baru, seperti kasus keracunan massal yang disebut mencapai sekitar 12.000 kasus menurut data Komisi Perlindungan AnaK Indonesia (KPAI).
Di luar sektor pendidikan, BEM KM UNAND juga menyoroti persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan berpendapat yang menurutnya semakin ditekan. Hal ini termasuk kasus Andri Yunus terkait isu RUU TNI. Selain itu, program ekonomi kerakyatan seperti Koperasi Desa Merah Putih juga dikritik karena dinilai hanya ada secara struktural tetapi belum berfungsi nyata.
Menanggapi kritik tentang program Makan Bergizi Gratis (MBG), Andre Rosiade menyatakan bahwa program tersebut bermanfaat bagi siswa dan orang tua. Ia menilai program ini dapat mengurangi pengeluaran keluarga. “Ia menegaskan bahwa Sumatera Barat memiliki angka stunting lebih tinggi dari rata-rata nasional sehingga program MBG dianggap penting,” ujarnya.
Selain itu, Andre juga menyinggung kondisi ekonomi Sumatera Barat (Sumbar) yang menurutnya terus menurun sejak 2010. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Sumbar termasuk terendah di Sumatera dan diperkirakan hanya sekitar 2,5% pada 2026. “UKT Unand rendah karena pertumbuhan ekonomi Sumbar itu rendah. Ambo kasih tahu ke kawan-kawan, sejak 2010 pertumbuhan ekonomi Sumbar itu cenderung turun,” ujarnya.
Ia juga menyatakan menerima segala kritikan dari mahasiswa kepada pemerintah pusat dan akan terus memperjuangkan nasib daerah. “Samuik di seberang lautan nampak, tapi gajah di muko mato tak nampak,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya melihat persoalan secara menyeluruh.
Shabbarin juga berharap dari adanya forum ini dapat menyelesaikan masalah komunikasi yang buntu antara masyarakat dan pemerintah pusat. Ia menilai forum ini dapat menjadi ruang dialog yang lebih efektif dibandingkan media sosial. “Ada harapan yang bisa kita gunakan sebaik mungkin untuk menjalin komunikasi baik antara masyarakat sipil dan pemerintah, dan harapannya forum seperti ini terus kita gaungkan agar aspirasi mahasiswa tidak hanya sebatas media sosial saja,” tutup Shabbarin.
Reporter: Pitri Yani dan Sabilla Hayatul Dhi’fa
Editor: Auryn Dzakirah







