• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 7 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aneka Ragam

Trash2Move: Inovasi Mengubah Limbah Plastik Menjadi Nilai Ekonomi dengan Kreativitas

oleh Redaksi
23 Juni 2024, 21:21 WIB
(Dokumen Pribadi)

(Dokumen Pribadi)

ShareShareShareShare
(Dokumen Pribadi)

Oleh : Gustia Rosida dan Latifah Maratus Sholihah

Sampah telah menjadi masalah kronis di banyak masyarakat, terutama dengan meningkatnya volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Tumpukan sampah yang menggunung berpotensi mencemari lingkungan, mulai dari merusak kesuburan tanah, polusi udara, hingga mencemari sumber air bagi masyarakat dan warga sekitar.

Di antara tumpukan sampah tersebut, sampah plastik menjadi penyumbang utama pencemaran lingkungan dan penyebab menumpuknya sampah di TPA. Hal ini dikarenakan sampah plastik tidak mudah terurai dan membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai secara alami. Terlebih lagi, pengelolaan sampah plastik yang ada belum dikelola dengan baik.

Tumpukan sampah di TPA tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menjadi tantangan ekonomi yang nyata. Namun, di tengah tantangan tersebut, sebuah inovasi menarik muncul dari sebuah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Padang, bernama Trash2Move. Mereka berhasil mengubah paradigma sampah menjadi sebuah peluang ekonomi kreatif.

Awal mula terbentuknya komunitas Trash2Move berawal dari ide seorang alumni Universitas Andalas, Maghfira Maulani, bersama dengan dua orang temannya, Aditya Mulyadi Dwi Putra dan Rovans Ferliandana. Pada November 2022, mereka memulai dengan membersihkan sampah bersama teman-temannya sebagai bentuk awal komitmen mereka terhadap lingkungan. Namun, setelah melihat tumpukan sampah yang terus bertambah di TPA, mereka menyadari bahwa pendekatan yang dilakukan harus lebih dari sekedar membersihkan sampah.

Salah satu aspek penting dari usaha mereka adalah mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilahan sampah. Dengan memanfaatkan sampah dari TPA, mereka tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menghasilkan produk yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. “Kami kepikiran untuk memanfaatkan sampah itu menjadi sesuatu yang bisa didaur ulang, ataupun dijadikan sesuatu yang bermanfaat atau memiliki nilai guna. Jadi kami lakukan riset, di sosial media, tanya-tanya ke beberapa sumber seperti bank sampah juga. sampailah kami ketemu cara memanfaatkan sampah plastik seperti yang sudah kami lakukan saat sekarang ini,” ucap Rovans saat diwawancara Genta Andalas, Rabu (5/6/2024).

Baca Juga  Kisah Perjalanan Buya Hamka: Cendekiawan yang Tak Mampu Ditawan

Proses pengolahan sampah menjadi produk jadi melalui serangkaian tahapan, mulai dari pemilahan berdasarkan warna, pencucian, pencacahan, hingga pengolahan dengan menggunakan mesin dan oven milik mereka sendiri. Setelah melalui tahap pengolahan melalui oven, kemudian dipres dan dicetak atau dipotong sesuai dengan bentuk yang akan dibuat. Meski masih menggunakan dana pribadi, mereka optimis dengan pengembangan usaha yang terus dilakukan, mereka akan mendapatkan lebih banyak dukungan dana dari berbagai pihak.

Mereka pun mencoba mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam aksi ini, dan hasilnya, ada beberapa siswa-siswi SMA yang ikut serta.

Selama membangun usaha mereka perjalanan Trash2Move tidaklah mudah. Mereka menghadapi berbagai tantangan, terutama dari masyarakat yang belum sepenuhnya memahami konsep daur ulang sampah. Meski demikian, mereka terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Mereka juga mengalami keterbatasan dalam hal Sumber Daya Manusia (SDM), dana, dan pemasaran yang membuat mereka kesulitan. Meskipun mengajak masyarakat memang tidak mudah, namun mereka tetap berusaha agar masyarakat bisa lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan. Banyak masyarakat yang bertanya tentang reward yang akan mereka dapatkan dari berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih ini, dan sebagian besar dari mereka masih belum memahami pentingnya aksi ini. “Bermain di masyarakat itu sangat sulit karena, ada yang mengerti, ada yang tidak. Terkadang masyarakat perlu diedukasi terlebih dahulu, dan itulah yang menjadi tantangan bagi kami.” Ucap Maghfira saat diwawancara Genta Andalas, Selasa (14/5/2024).

Setelah melalui serangkaian trial and error, Trash2Move akhirnya menemukan cara untuk mengubah sampah menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti perabotan rumah tangga dan dekorasi rumah. Melalui usaha kreatif ini, Trash2Move mulai masuk ke media dan berhasil menjadi UMKM yang berkembang pesat dalam lima bulan terakhir. “Akhir tahun 2023 kemarin, komunitas Trash2Move ini mulai merangkak masuk ke media sebagai UMKM, jadi tidak berbentuk komunitas lagi” Ucap Maghfira.

Baca Juga  Menapaki Jejak Kejayaan di Candi Muaro Jambi

Karya mereka telah menyebar ke berbagai pasar, bahkan hingga ke Kalimantan dengan produk seperti tatakan gelas. Mereka telah menjalin kemitraan dengan pasar seperti Transmart dan PrabuMi. Mereka juga bekerja sama dengan kafe dan perusahaan lain, bahkan mengambil limbah kosmetik untuk dijadikan bahan baku. Produk mereka, seperti gantungan kunci, memiliki kisaran harga dari Rp 5.000 hingga Rp 8.000, yang membuatnya terjangkau namun tetap memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Melalui dedikasi mereka dalam mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai, Trash2Move tidak hanya menciptakan lapangan kerja baru, tetapi juga menjadi contoh yang menginspirasi bagi masyarakat dalam mengatasi masalah lingkungan. Dengan terus memperluas jangkauan mereka dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang sampah, mereka membawa harapan untuk masa depan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Harapan kedepannya, mereka ingin mengembangkan alat dan mesin produksi. Mereka sudah bekerja sama dengan beberapa mitra untuk mengembangkan mesin ini agar nantinya bukan hanya mereka yang bisa memproduksi, tetapi juga orang lain dan bank sampah di kota Padang. Mereka ingin menciptakan ekosistem dan pemikiran baru terkait pengelolaan sampah, agar sampah bisa menjadi kebutuhan pokok terutama bagi orang-orang menengah ke bawah.

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 

 

Tag: Kota PadangSumatra Barat
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
Seorang pengunjung melihat karya fotografi yang ditampilkan pada Selasa(2/6/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Pameran Wahana Mancakarya Hidupkan Ruang Apresiasi Sastra

3 Juni 2026, 20:38 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Dilema Fasilitas Air Minum Gratis di UNAND yang Terbengkalai

3 Juni 2026, 14:45 WIB
Objektifikasi perempuan dalam tongkrongan laki-laki dinilai sekadar gurauan. (Ilustrasi/Echa Syafira)

Membongkar Budaya Objektifikasi Perempuan dalam Tongkrongan Mahasiswa

1 Juni 2026, 16:47 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Absennya UNAND dalam Aksi BEM-SI Sumbar Tuai Pertanyaan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak