• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Gentainment

Aia Aka Minuman Segar Penuh Khasiat Khas Sumatra Barat

oleh Redaksi
29 Juni 2023, 20:48 WIB
Minuman aia aka yang telah selesai diracik oleh penjual di daerah Pondok II Kota Pariaman, Sabtu (20/6/2023).

Minuman aia aka yang telah selesai diracik oleh penjual di daerah Pondok II Kota Pariaman, Sabtu (20/6/2023).

ShareShareShareShare
Minuman aia aka yang telah selesai diracik oleh penjual di daerah Pondok II Kota Pariaman, Sabtu (20/6/2023). (Genta Andalas/Junivermana Yoga)

Oleh: Junivermana Yoga*

Selain dikenal dengan alam, sejarah, dan budayanya, Sumatra Barat juga dikenal dengan wisata kulinernya, baik itu makanan maupun minuman yang tersebar di seluruh daerah. Salah satu kuliner yang dapat dengan mudah kita jumpai di Sumatra Barat adalah Aia Aka.

Aia Aka merupakan minuman tradisional khas Minangkabau yang dipercaya memiliki berbagai manfaat untuk penyembuhan berbagai penyakit. Masyarakat sering menyebutnya ubek tawa yang artinya obat penawar penyakit. Pada saat diminum, Aia Aka memiliki sensasi yang menyegarkan dan dingin di perut.

Aia Aka dipercaya berasal dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam yang lalu menyebar ke seluruh daerah di Sumatra Barat. Aia Aka banyak dijual oleh pedagang kaki lima yang biasanya dibawa dengan gerobak dan dijajakan di pinggir jalan. Aia Aka terbuat dari bahan dasar beberapa daun dan rumput terpilih, ada daun kacang 7 helai, daun cincau, sambiloto dan daun kaca piring.

Salah seorang penjual aia aka di daerah Pondok II Kota Pariaman, Miko menyebut bahwa bahan dalam pembuatan aia aka sempat berubah dan berbeda dari bahan yang digunakan dahulu. Pada awalnya, aia aka menggunakan daun aka kalimpanan, tetapi karena keberadaan daun aka kalimpanan yang sulit dicari, membuat masyarakat mencari alternatif bahan lain.

Baca Juga  Bangun Kesadaran Masyarakat Terkait Dampak Gempa: Pusat Studi Bencana (PSB) Unand adakan Webinar Kebencanaan

“Dulunya aia aka menggunakan daun aka kalimpanan. Daun aka kalimpanan sendiri berbentuk seperti akar yang merambat sehingga pada awalnya minuman ini disebut aia aka, tetapi karena terbatasnya daun aka kalimpanan ini, masyarakat lebih menggunakan daun cincau, dan daun aka kalimpanan di ganti dengan daun kaca piring,” ujar Miko saat Genta Andalas pada Sabtu (20/5/2023).

Cincau hijau yang terdapat pada aia aka bertekstur agak kenyal dan lembut ketika disantap, Cincau hijau yang digunakan untuk membuat air Aka berbeda dengan cincau hitam yang sering kita temui, hal ini karena terdapat perbedaan dalam pengolahannya. Cincau hijau diolah dengan cara tradisional, yakni daun cincau yang langsung diperas sehingga dapat mempertahankan hijau tua yang mengkilat. Sementara itu, cincau hitam daun dikeringkan dan dicampur beberapa bahan tambahan kemudian didiamkan hingga mengeras seperti cincau. 

Aia aka merupakan salah satu minuman tanpa pengawet buatan, sebab pengolahannya menggunakan bahan alami, Pada saat minuman ini dibuat di pagi hari, maka besoknya tidak bisa santap lagi alias sudah basi. Aia aka hanya bertahan paling lama satu hari setelah proses pembuatan.

Biasanya aia aka disajikan dengan santan dan gula merah atau sambiloto. Selain itu, pembeli juga bisa memilih penyajian aia aka dengan campuran air asam dan ditambah dengan es agar lebih segar. Aia aka memiliki beberapa khasiat yang jarang diketahui, khasiatnya dipercaya dapat meredam panas dalam, menghilangkan perut kembung, memperlancar pencernaan serta juga bermanfaat untuk kesehatan jantung.

Baca Juga  Taman Selecta Malang, Tempat Wisata Menarik Bernilai Sejarah

Pada bulan Ramadhan, aia aka termasuk salah satu minuman favorit disajikan pada saat berbuka puasa di berbagai daerah di Sumatra Barat. Aia aka biasanya dijajakan mulai sore hari hingga larut malam. Akan tetapi, tidak perlu takut sulit mencari aia aka karena minuman ini tetap dijajakan hampir tiap hari, karena permintaan banyak dari masyarakat terutama orang dewasa yang memiliki masalah kesehatan lambung atau perut. 

Biasanya aia aka di jual dengan harga Rp5.000 per gelas. Dengan rasanya yang enak, segar, serta harganya yang terjangkau membuat aia aka sering diminati masyarakat sebagai minuman favorit pelepas dahaga. Minuman aia aka sangat direkomendasikan bagi anak muda, sebab minuman ini salah satu minuman tradisional yang masih bertahan sampai sekarang  yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.Untuk itu sebagai anak muda wajib untuk mencoba minuman pelepas dahaga ini dan melestarikan minuman ini.

*)Penulis merupakan mahasiswa jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Andalas

Editor: Bilqis Zehira Ramadhanti Ishak

Tag: budayaKhasUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak