• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 6 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Berkunjung ke Wilayah Habitat Gajah Sumatra di Suaka Margasatwa Balai Raja

oleh Redaksi
Rabu, 31 Mei 2023, 20:30 WIB
Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja, Riau pada Kamis (18/5/2023) (Genta Andalas/Sherly Oktariani)

Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja, Riau pada Kamis (18/5/2023) (Genta Andalas/Sherly Oktariani)

ShareShareShareShare
Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja, Riau pada Kamis (18/5/2023) (Genta Andalas/Sherly Oktariani)

Oleh: Sherly Oktariani*

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki kekayaan alam dan kekayaan satwa yang cukup banyak. Salah satunya gajah Sumatera. Di banyak tempat di Sumatra, populasi gajah menyusut sebab habitat hilang akibat pengalihan lahan dan perburuan liar. Menurut mongabay.id, tahun 1980-an, kantong atau wilayah jelajah gajah Sumatra terdapat 44 kantong yang tersebar dari Aceh hingga Lampung. Namun, jumlah kantong ini kian menyusut tiap tahunnya. Tahun 2011 hanya tersisa23 kantong. Di Riau, terdapat Delapan kantong gajah Sumatra antara lain, Tesso Nilo Tenggara, Tesso Nilo Selatan, Serangge, Petapahan, Mahato, Koto Tengah, Giam Siak Kecil, dan Balai Raja.

Di suatu kesempatan, saya beserta teman-teman bisa mempelajari dan berkunjung ke wilayah habitat gajah Sumatra di Suaka Margasatwa Balai Raja. Di sana, kami berkunjung ke kantong gajah Sumatra Balai Raja, Nursery, dan Agroforestary. Kami dapat melihat berbagai permasalahan yang timbul terhadap keberlangsugan gajah di Riau, mulai dari pembangunan jalan tol Pekanbaru-Dumai maupun ancaman terhadap keamanan gajah dengan masyarakat sekitar kantong Balai Raja dan kantong Giam Siak Kecil.

Selama berada di Suaka Margasatwa Balai Raja, kami ditemani pihak Rimba Satwa Fondation (RSF) sebagai pemandu jalan. RSF berisikan orang-orang yang memiliki keinginan untuk melestarikan dan melindungi satwa dari perlakuan manusia yang dapat menyebabkan satwa terancam punah dan mati dengan cara tidak wajar. Selain itu, RSF juga membantu mensurvei pembangunan terowongan gajah ketika akan dibangunnya jalan tol Permai. Hingga saat ini, perlintasan gajah tersebut juga diawasi dan dipantau secara berkala oleh relawan-relawan dari RSF.

Terowongan gajah, upaya lestarikan gajah di Kantong Balai Raja dan Kantong Giam Siak Kecil (Dok,Pribadi)

Jalan tol mulus Pekanbaru-Dumai (Permai) digadang-gadang dapat memangkas perjalanan hingga 2 jam lamanya, sungguh hal yang sangat menguntungkan bagi manusia tetapi tidak dengan satwa yang ada disekitarnya. Kawasan tol tersebut telah memakan dua wilayah kantong gajah Sumatra dari Suaka Margasatwa Balai Raja dan Giam Siak Kecil. Kedua kawasan ini merupakan tempat perlintasan aktif gajah-gajah Sumatra yang ada di sana.

Baca Juga  Asrama Unand akan Kembali Laksanakan Kegiatan Secara Normal

Sejak dibangunnya tol Permai beberapa waktu lalu, isu tergerusnya habibat gajah Sumatra Balai Raja terendus di kalangan banyak orang. Pihak pembuat tol menyadari bahwa pembangunan tol akan merusak perlintasan gajah-gajah Balai Raja dan Giam Siak Kecil, sehingga berpotensi mengakibatkan kepunahan. Kemudian bersama pihak terkait dalam hal ini Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) membangun underpass atau terowongan Gajah. Terowongan dengan tinggi kurang lebih 6 m dan lebar kira-kira 45 m itu nyaris tidak ada bedanya dengan terowongan biasa, bedanya ini digunakan sebagai perlintasan gajah dari Balai Raja ke Giam Siak Kecil ataupun sebaliknya.

Menurut GIS and Data Analyst dari RSF, Git Fernano mengungkapkan bahwa terowongan yang dibangun di Km 73 tersebut belum terlalu efektif untuk perlintasan gajah. Material tembok yang kurang kuat untuk menahan serangan gajah serta pakan gajah yang ditanam sekitar perlintasan masih sedikit. Kurangnya pakan gajah yang tertanam di sekitaran terowongan menyebabkan gajah menjadi kurang tertarik melintas. “Itu temboknya hanya sekali dorong aja sama gajahnya,” ujar Nando saat diwawancarai oleh Genta Andalas pada Kamis (18/5/2023).

Selain itu, menilik dari kasus codet —gajah jantan tanpa gading— menjadi satu-satungnya gajah jantan yang masih hidup di kantong Suaka Margasatwa Balai Raja dengan menginjak usia 70 tahun. Pada bulan Februari 2022 lalu, sempat viral melalui video di media sosial sebab gajah tersebut terpaksa melintas di jalan tol Km 73. Hal tersebut dikarenakan terowongan tergenang air hujan.

Hal ini jelas membuktikan bahwa masih banyak kekurangan pada terowongan ini. Nando menambahkan bahwa pihak RSF telah mencoba membicarakan hal ini ke pemerintah, usulan membangun pagar besi setinggi 3m sebagai pengganti tembok-tembok terowongan. Lalu, usulan penanaman pakan di sekitar terowongan juga dicanangkan. Namun, usulan yang diajukan pihak RSF hingga saat ini belum ditanggapi lebih lanjut oleh pemerintah.

Lalu, RSF dan pihak patroli bertugas memastikan perlintasan gajah aman dan memberi informasi pada masyarakat sekitar apabila gajah-gajah sudah mendekati perlintasan. Nando juga memprediksi jika tidak dijaga dengan baik, maka gajah sebagai hewan yang dilindungi akan punah pada 2025. Oleh sebab itu, Nando berharap masayrakat sekitar dapat saling mendukung melestarikan satwa yang dilindungi tersebut.

Baca Juga  LPK FIB UNAND Gelar Diskusi Publik tentang Sastra dan Krisis Lingkungan

Selain itu, RSF juga menginisiasi program nursery, yaitu program pembibitan tanaman. Program ini terletak di kawasan Nursery, saat kami masuk ke dalam, terdapat gang kecil yang kiri dna kanannya dipenuhi oleh ketela pohon, tanah gersang, serta panas khas Riau. Namun, siapa sangka di ujung jalan terdapat tempat pembibitan tanaman dan dua kolam di smaping kanannya yang digunakan sebagai sumber air selama proses pembibitan.

Bibit tanaman ini nantinya akan dibagikan kepada para petani secara cuma-cuma di sekitar kawasan kantong Gajah Balai dan Giam Siak Kecil. Bibit tanaman tersebut berupa kako, petai, alpukat, manga, dan jengkol. Hal ini guna mengurangi konflik antara petani dan gajah dan mengurangi peresapan air yang mengakibatkan udara panas dan gersang di Riau.

Tidak hanya itu, sebagai kawasan kantong gajah, perkebunan milik masyarakat acapkali menjadi imbas dari hewan yang dilindungi tersebut. Hal ini membuat kelompok RSF menginisiasi program agroforestary, yakni pembagian bibit tanaman hasil nursery kepada para petani. Dari program agroforestary, terbentuklah Kelompok Hasil Tani (KTH) yang bertugas mengembangkan program tersebut dan membantu konservasi gajah.

Ketua KTH, Nanang bersama petani lainnya mengupayakan habitat yang layak bagi gajah “Upaya kita berhasil apabila gajah bisa makan, sehingga kita bisa saling berdampingan,” tutur Nanang.

Adanya beberapa upaya yang dilakukan oleh RSF, setidaknya dapat membawa harapan kehidupan bagi satwa dan manusia dapat hidup berdampingan. Tanpa harus merugikan satu sama lain. Manusia diberikan kelebihan akal agar dapat memikirkan bagaimana cara agar gajah bisa makan dan tidak merusak perkebunan warga.

*)Penulis merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Hukum Univeritas Andalas

Tag: RIAU
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

Minggu, 1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

Rabu, 28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

Sabtu, 24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

Sabtu, 24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak