• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Dengke Naniura Cita Rasa Sashimi Khas Indonesia dari Suku Batak

oleh Redaksi
6 Mei 2024, 18:20 WIB
Dangke Naniura/ Indonesia .go.id

Dangke Naniura/ Indonesia .go.id

ShareShareShareShare
Dangke Naniura/ Indonesia .go.id

Oleh               : Asyani Rahayu Simatupang

Bukan hanya Jepang yang punya sashimi sebagai jamuan tradisional mentah, negara kita juga punya olahan mentah berbahan dasar ikan yang kali ini lahir dari cita rasa unik khas Sumatera Utara khususnya Suku Batak, yakni Dengke Naniura. Dengke Naniura merupakan jejak pangan leluhur yang eksistensinya terus diabadikan hingga saat ini.

Secara bahasa, Dengke Naniura dirujuk dari bahasa batak toba, “Dengke” artinya “ikan”, dan “Naniura” berarti “yang diasamkan”. Dengke juga disebut Dekke. Secara istilah, Dengke Naniura  merupakan makanan yang dalam proses pengolahannya tidak dimasak melalui api, namun difermentasi dengan menggunakan utte (asam) jungga dan kemudian dibiarkan selama beberapa jam agar daging ikannya lembut. Ikan yang umum digunakan untuk jamuan ini adalah ikan karper atau lebih dikenal sebagai ikan mas. Namun tidak menutup kemungkinan jika ikan nila, ikan mujair, dan beberapa jenis ikan tawar lainnya dapat dijadikan sebagai pengganti.

Secara historis, Dengke Naniura hanya dihidangkan pada jamuan makan para raja dan upacara-upacara adat di Tanah Batak. Bahkan tidak semua juru masak yang diberi kepercayaan untuk membuatnya. Esensinya sangat istimewa dan sakral, sebab tidak semua situasi diperbolehkan menghidangkan jamuan mentah ini. Dahulu, tampilannya begitu sederhana. Ikan mas yang diolah dihidangkan dengan wujud yang utuh dari kepala hingga ekor, disayat tipis pada bagian tengah daging agar bumbu dan rempah-rempah dapat meresap.

Baca Juga  Depresiasi Rupiah, Guncang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Dengke Naniura matang dari hasil fermentasi asam jungga yang dapat mengurangi bau amis pada ikan, sekaligus sebagai antimikroba. Penambahan asam pada ikan dapat mengurangi bakteri dan berfungsi untuk mendenaturasi protein pada ikan sehingga daging ikan menjadi matang dan berwana keputihsusuan. Resep pembuatannya pun cukup sederhana, turun-temurun dari leluhur yang tinggal di kawasan pesisir dan wilayah sekitar toba.

Untuk membuat Dangke Naniura rempah-rempah yang digunakan dalam proses pengolahannya tidak sesederhana itu. Butuh satu sendok makan andaliman untuk menciptakan rasa pedas dan sedikit getir di daging ikan. Andaliman sendiri hanya tumbuh di hutan Sumatra Utara dan punya harga jual cukup fantastis di luar pulau. Lalu tentunya ikan mas fillet dan asam jungga sebagai bahan baku utama, cabai rawit, jahe, kemiri sangrai, sari lengkuas, rias, garam secukupnya, bawang putih, bawang merah, lokio atau bawang batak, kemudian bunga honje yang sudah dikukus hingga empuk. Semuanya dicampur rata setelah bahan-bahannya dihaluskan lalu dioleskan ke seluruh permukaan ikan fillet yang sudah di potong-potong. Kemudian Dengke Naniura dan bumbu yang sudah dicampurkan tadi  perlu didiamkan selama kurang lebih 4 jam untuk proses fermentasi dan pematangan.

Tesya, gadis pesisir beretnis Batak mengaku bahwa kesan pertamanya terhadap Dengke Naniura sedikit sulit untuk didefinisikan.

“Rasanya sedikit aneh saat pertama kali mencobanya, tapi saya pikir itu karena saya kurang familiar saja. Kalau boleh jujur, saya sangat terkesima dengan rempah-rempah yang dipadukan. Dagingnya enak, tidak terlalu alot,” ungkap Tesya Simanjuntak saat diwawancarai pada Sabtu (13/4/2024)

Baca Juga  Negara Hukum dalam Demokrasi Indonesia: Antara Harapan dan Realitas

Sepakat dengan opini Tesya, Debora Manik mengatakan bahwa ia sangat menyukai Dengke Naniura walau masih di suapan pertama.

“Kenikmatannya tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Cita rasa yang gurih, asam, dan pedas dari andaliman membuat saya berspekulasi bahwa budaya dan kuliner batak sangat di berkati. Kalian harus coba sendiri, saya jamin lidah kalian akan bergetar menikmati sensasinya,” Ucapnya.

Oleh karena rasanya yang begitu lezat, kemahsyuran Dengke Naniura bahkan diabadikan dalam lagu suku Batak (Toba) yang berjudul Tabo do Dekke Naniura (Betapa enaknya Dengke Naniura) yang diciptakan oleh artis Batak untuk menggambarkan kenikmatan Ikan yang fermentasi ini.

Tak kalah dengan Sashimi ala Jepang dan Ceviche dari Peru, Dengke Naniura hadir dengan cita rasa yang eksotis perpaduan antara ikan air tawar mentah dengan resep tradisional menjadikannya begitu  manarik. Naniura sering ditemui di berbagai acara adat Batak Toba seperti pernikahan, pesta memasuki rumah, jamuan di acara syukuran rumah ibadah, atau bahkan di restoran dan rumah makan khas Suku Batak.

*Penulis Merupakan Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

Tag: IndonesiaSuku Batak.
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak