Padang, gentaandalas.com — Forum evaluasi kinerja Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) UNAND yang digelar di Sekretariat BEM KM UNAND pada Kamis (9/4/2026) berlangsung memanas setelah mahasiswa melontarkan sejumlah kritik terkait transparansi, inklusivitas, serta mekanisme rekrutmen internal organisasi.
Dalam forum tersebut, mahasiswa menegaskan bahwa aspirasi yang disampaikan tidak cukup hanya didengar, tetapi harus segera ditindaklanjuti secara konkret oleh pihak BEM KM. “Kami berharap suara kami didengar dan segera ditindaklanjuti, bukan hanya diterima saja, tetapi ada langkah nyata,” ujar salah satu peserta forum.
Kritik utama mahasiswa mengarah pada proses open recruitment presidium dan staf internal BEM KM yang dinilai tidak sepenuhnya terbuka. Mereka menilai masih terdapat kecenderungan bahwa peserta yang diterima merupakan pihak yang sebelumnya telah dihubungi. “Untuk apa ada open recruitment jika pada akhirnya yang diterima hanya orang-orang yang sudah dihubungi sebelumnya,” kata salah seorang peserta.
Selain itu, isu inklusivitas juga menjadi sorotan. Mahasiswa menilai bahwa tidak adanya publikasi ucapan hari besar keagamaan lain di media sosial resmi BEM KM tidak sejalan dengan nilai keberagaman yang seharusnya dijunjung dalam organisasi mahasiswa.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Mahasiswa BEM KM UNAND, Shabbarin Syakur, menyatakan bahwa pihaknya akan menjadikan seluruh masukan sebagai bahan evaluasi organisasi ke depan.“Kami akan menjadikan seluruh masukan ini sebagai bahan evaluasi dan berupaya memperbaiki ke depan, terutama dalam hal transparansi dan komunikasi kepada mahasiswa,” ujar Shabbarin.
Di akhir forum, mahasiswa juga meminta agar seluruh hasil diskusi, termasuk janji dan komitmen yang disampaikan, dapat dipublikasikan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada mahasiswa. Forum tersebut ditutup dengan penegasan bahwa BEM KM sebagai lembaga eksekutif mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan transparansi, keterbukaan, serta konsistensi dalam menjalankan program kerja dan komunikasi publik kepada mahasiswa.
Reporter: Oktavia Ramadhani dan Zaki Latif Bagia Rahman
Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa







