• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Indonesia Jadi Negara Fatherless, Kurangnya Peran Ayah Jadi Penyebab

oleh Redaksi
28 Juni 2023, 19:23 WIB
(Ilustrator/Fadhilatul Husni)

(Ilustrator/Fadhilatul Husni)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Fadhilatul Husni)

Oleh: Lara Elisa Putri*

Indonesia saat ini menjadi salah satu negara fatherless di dunia karena hilangnya peran ayah dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Dilansir dari kompas.com, Indonesia bahkan menempati posisi ketiga dalam minimnya peran ayah dalam kehidupan anak. Tentu saja hal ini amat disayangkan sebab peran penting ayah dalam tumbuh kembang anak sangatlah pentik. Anak yang kurang kasih sayang dari seorang ayah, akan membuat anak merasa kurang dekat dengan ayahnya sehingga lebih memilih untuk mendekati orang lain.

Kurang nya sosok seorang ayah ini sebenarnya sudah sangat lama menjadi sorotan bagi para psikolog, sudah pernah di singgung sebelum nya oleh beberapa psikolog melalui beberapa media sosial, namun hal ini tidak tersampaikan kepada orang tua, hanya sampai ke anak anak yang kurang peran seeorang ayah, bagi seorang anak untuk menyampaikan hal tersebut sangat lah berat, anatara anak tersebut takut di hujat di bilang alay oleh orang tua mereka.

Sorotan mengenai masalah minimnya peran ayah sebenarnya sudah dilakukan sejak lama, namun meski sudah digembor-gemborkan masih saja belum berdampak besar. Tak jarang juga anak menuntut haknya kepada ayahnya namun mendapat perkataan seperti “memang kamu tidak mendapat kasih sayang? Terlalu berlebihan,” dari ayahnya sendiri.

Baca Juga  Pasca Pandemi Program Kerja Sama Universitas Andalas dan Gifu University Tetap Mengalami Kendala

Besarnya angka perceraian di Indonesia tentu juga menjadi faktor dari fenomena fatherless ini. Kasus perceraian yang meningkat di Indonesia membuat banyak anak trauma akan perpisahan dan ayah yang memilih berpisah dengan anaknya akan abai terhadap kewajibannya dalam menafkahi. Bahkan, banyak ayah yang telah bercerai dengan ibu sang anak akan menolak untuk menemui anaknya kembali. Hal ini akan berdampak pada perasaan si anak yang akan merasa kurang kasih sayang dan rasa kehilangan sosok ayah selanjutnya akan membuatnya jadi tidak stabil. Kurangnya apresiasi dari ayahnya akan membuat anak lebih sering merasa kecil dan tidak percaya diri.

Selain perceraian, faktor fatherless lainnya adalah masih banyaknya ayah yang tinggal jauh dari keluarganya di Indonesia. Anak yang hanya diasuh oleh seorang ibu tentu akan bertanya-tanya akan kehadiran sosok ayah dalam hidupnya. Apalagi jika melihat temannya yang sering bertemu dengan ayahnya, perasaan si anak akan tergerus. Ayah tentunya memiliki porsi tersendiri dalam tumbuh kembang anak yang tidak digantikan sosok ibu. Penyebab fenomena fatherless ini terjadi, tentu dikarenakan kurangnya rasa tanggung jawab dan sadar diri dari seorang ayah akan tanggung jawabnya dalam mendidik anak.

Baca Juga  Bendera Fiksi, Luka Asli Demokrasi

Ayah memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendidik anak. Sebagai ayah yang baik, seharusnya bisa memikirkan keadaan anak dengan berbagai macam keputusannya. Seorang ayah tidak boleh egois dalam mengambil tindakan bercerai dan harus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap anak. Didikan ayah yang baik akan membuat tumbuh kembang anak menjadi lebih baik dan berpotensi memiliki masa depan yang lebih baik. Bagaimanapun, anak tetaplah menjadi tanggung jawab ayah dan ibu. Memperbaiki komunikasi dengan anak akan membuat anak merasa lebih disayang. Selain itu, ayah yang menjaga hubungan dengan ibu akan membuat keluarga terasa lebih harmonis.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas.

 

Tag: Indonesiamental health
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

5 Juni 2026, 23:53 WIB
Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
(Ilusgrafis/Farid Farhan)

PP Nomor 21 Tahun 2026 dan Harapan Baru Bagi Rupiah

2 Juni 2026, 22:13 WIB
Objektifikasi perempuan dalam tongkrongan laki-laki dinilai sekadar gurauan. (Ilustrasi/Echa Syafira)

Membongkar Budaya Objektifikasi Perempuan dalam Tongkrongan Mahasiswa

1 Juni 2026, 16:47 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadilah)

Clickbait: Jebakan Informasi di Era Digital

31 Mei 2026, 11:54 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Judi Online dan Masyarakat yang Kehilangan Harapan

28 Mei 2026, 16:45 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Absennya UNAND dalam Aksi BEM-SI Sumbar Tuai Pertanyaan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak