• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 26 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Komponen Cadangan Ditetapkan, Sepenting Itukah Wajib Militer Saat Ini?

oleh Redaksi
29 Juni 2022, 12:23 WIB
(Ilustrator/Lusi Agustia)

(Ilustrator/Lusi Agustia)

ShareShareShareShare
(Ilustrator/Lusi Agustia)

Oleh: Lusi Agustia*

Wacana pendidikan militer bagi warga negara saat ini sudah tertuang dalam Rancangan Undang-undang Komponen Tentara Cadangan, sebagaimana disebutkan pewajib militer adalah warga negara yang sudah berusia minimal 18 tahun dan Aparatur Sipil Negara (ASN). Pada Oktober tahun lalu, Presiden Joko Widodo menetapkan sebanyak 3.103 orang warga negara menjadi Komponen Cadangan (Komcad). Di dalam laman resmi Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI), dijelaskan bahwa tujuan dibentuknya Komcad ialah demi meningkatkan dan mendukung kekuatan Komponen Utama yang merupakan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dibentuknya Komcad merupakan tindak lanjut dari pembentukan UU PSDN Tahun 2019 tentang Pemberdayaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.

Melihat banyaknya negara yang mewajibkan rakyatnya untuk mengikuti pelaksanaan wajib militer, maka perlukah Indonesia melakukan hal yang sama? Jika mengacu kepada negara-negara seperti Korea, Israel, Rusia, Ukraina, dan beberapa negara lainnya, tampaknya Indonesia belum bisa menerapkan hal serupa kepada rakyatnya. Indonesia tidak memiliki urgensi dan alasan yang kuat mengapa perlu mengadakan wajib militer kepada rakyatnya. Indonesia bukanlah negara yang secara geografis terletak di wilayah yang rawan konflik seperti yang kerap terjadi di wilayah Benua Afrika saat ini serta tidak pernah terlibat menjadi ‘dalang’ dalam perang besar dunia.

Indonesia yang merupakan negara kepulauan memiliki beberapa wilayah yang berbatasan langsung secara darat dengan beberapa negara seperti Malaysia, Timor Leste, dan Papua Nugini. Meskipun sempat terjadi perebutan sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan dengan Malaysia hingga dibawa ke Pengadilan Internasional (ICJ), hal ini pun masih belum dapat dijadikan bukti alasan perlunya wajib militer di Indonesia. Faktanya, Indonesia memiliki tentara yang jumlahnya cukup banyak untuk membela negara di perbatasan wilayah.

Baca Juga  Masalah Manajemen, Empat Koridor Trans Padang Berhenti Beroperasi

Tahun 2021 merupakan masa yang cukup berat bagi Indonesia dengan lonjakan kasus Covid-19 yang cukup tinggi. Artinya Indonesia memiliki permasalahan yang lebih darurat untuk diselesaikan dibandingkan penetapan Komcad yang fungsinya hanya sebagai ‘cadangan’ militer saja. Mengingat para Komcad ini akan diberi pelatihan militer, sudah pasti akan ada biaya yang harus dikeluarkan. Hal ini akan menambah beban baru bagi RAPBN di saat negara sendiri masih harus membangun perekonomian ditengah banyaknya hambatan.

Dalam UUD 1945 pasal 30 dinyatakan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pembelaan negara. Maka dari itu, warga negara secara tertulis memang diwajibkan mengikuti pelaksanaan wajib militer. Namun, dalam Pasal 30 ayat (1) dijelaskan bahwa warga negara memiliki hak dalam membela negara sehingga rakyat diberi kebebasan dalam memilih jalannya sebagai bentuk upaya mereka membela negara. Banyak hal yang bisa dilakukan generasi muda dalam upaya membela negara. Misalnya, memperkenalkan budaya negara hingga ke masyarakat asing hingga terjalin building trust mereka terhadap Indonesia. Selain itu, menaati peraturan dan turut menyemarakkan program pemerintah demi kemajuan negara juga merupakan suatu bentuk bela negara tanpa harus terjun langsung di medan perang. Penentuan pewajib militerpun sebenarnya sudah disebutkan di dalam Pasal 24a UU Nomor 66 Tahun 1958 tentang wajib militer yang menyatakan bahwa untuk menentukan pewajib militer harus diperhitungkan keinginannya yang juga selaras dengan bakat, aspirasi, dan kebiasaan hidupnya.

Baca Juga  Seminggu Usai Banjir, UNAND Masih Perkuat Layanan untuk Civitas Terdampak

Oleh karena itu, urgensi penetapan Komcad masih belum terlihat. Bila membicarakan keberagaman di Indonesia yang rentan akan konflik, hal ini tetap saja tidak bisa dijadikan landasan sebab banyaknya nilai sosial masyarakat lokal yang menjunjung tinggi perdamaian. Indonesiapun secara terang-terangan menyatakan bahwa kemerdekaan adalah milik seluruh bangsa dan akan menolak tindakan penjajahan berdasarkan perikemanusiaan dan perikeadilan sebagaimana yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Selain itu, di tahun 1955 Indonesia menyelenggarakan Konverensi Asia-Afrika (KAA) pertama di Bandung yang membuka jalan terbentuknya Gerakan non-Blok (GnB) sebagai bentuk penentangan terhadap sikap imperialisme, kolonisme, rasisme, dan lainnya.

 

*) Penulis Merupakan Mahasiswi Jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Ketika Penegak Hukum Diduga Tersangka

20 Juli 2026, 22:58 WIB
Potret Gedung FKM Jati yang hingga saat ini masih terbangkai pada Kamis (16/7/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

19 Juli 2026, 20:32 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Skripsi Tidak Pernah Lebih Berharga dari Nyawamu Sendiri

15 Juli 2026, 21:18 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadillah)

Di Balik Antrean Virtual, Adakah Kesempatan yang Benar-benar Sama?

11 Juli 2026, 21:21 WIB
Narasumber menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik bertajuk "Sumatera Barat Anti Penyiksaan: Hentikan Kekerasan Negara, Serta Hapus Impunitas dan Ideologi Militerisme" yang digelar di Kantor LBH Padang, Kamis (2/7/2026) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

3 Juli 2026, 16:11 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak