• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 24 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Menapaki Jejak Kejayaan di Candi Muaro Jambi

oleh Redaksi
1 Agustus 2025, 11:23 WIB
Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

ShareShareShareShare
Seorang pengunjung menyusuri kawasan Candi Tinggi di Kompleks Candi Muaro Jambi, salah satu situs peninggalan Buddha terbesar di Asia Tenggara, Sabtu (19/7/2025) (Genta Andalas/Auryn Dzakirah)

Oleh: Auryn Dzakirah*

Tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan tropis, Candi Muaro Jambi berdiri sebagai saksi bisu kejayaan masa lampau. Terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, kawasan ini bukan hanya kompleks percandian terluas di Asia Tenggara, tetapi juga menyimpan atmosfer spiritual yang mengundang kekaguman dan kontemplasi.

Kawasan seluas lebih dari 12 kilometer persegi ini menyimpan lebih dari 80 struktur purbakala, sebagian besar masih berupa gundukan tanah yang belum dipugar. Hanya sekitar sembilan candi yang telah direstorasi, di antaranya Candi Gumpung, Candi Tinggi, dan Candi Kedaton nama-nama yang kini mulai akrab di telinga wisatawan, peneliti, dan peziarah.

Perjalanan ke situs ini cukup mudah diakses dari Kota Jambi, hanya memakan waktu sekitar 45 menit berkendara melewati Jembatan Aurduri. Memasuki gerbang kawasan, pengunjung akan disambut jalan setapak dari batu bata merah yang menembus rimbunnya semak dan pepohonan, seolah menuntun langkah kembali ke masa lampau.

“Banyak yang kaget waktu pertama kali datang ke sini. Mereka tak menyangka kalau Sumatera punya kompleks candi seluas dan setua ini,” tutur Mulyadi, salah satu juru pelihara candi, Sabtu (19/7/2025).

Baca Juga  Maraknya Westernisasi, Apakah Budaya Tradisional Sudah Dianggap Kuno Oleh Generasi Muda?

Harga tiket masuk tergolong terjangkau, yakni Rp15.000 per orang, dengan biaya parkir Rp5.000 untuk sepeda motor dan Rp10.000 untuk mobil. Fasilitas umum seperti toilet dan pusat informasi tersedia, meski masih dalam bentuk sederhana.

Suasana kawasan begitu hening dan damai. Angin semilir dan cahaya matahari yang menyusup di antara dedaunan menciptakan keteduhan alami yang jarang ditemukan di destinasi wisata lain. Banyak pengunjung memanfaatkan momen ini untuk berpiknik bersama keluarga, membaca sejarah dari papan informasi, atau sekadar duduk bersandar di bawah pohon.

Salah seorang wisatawan yang datang, Ilham, mengaku takjub demgan suasana di Candi Muaro Jambi. “Rasanya beda dari wisata sejarah lainnya. Damai banget, adem. Bagus juga buat foto-foto, apalagi di dekat Candi Tinggi,” ujar Ilham Sabtu (19/7/2025).

Bagi penggemar fotografi, Candi Muaro Jambi adalah surga tersembunyi. Latar belakang candi bata merah yang eksotis berpadu dengan nuansa hijau pepohonan tropis menjadi bingkai alami yang sempurna untuk mengabadikan momen.

Tak hanya menarik sebagai destinasi wisata, kawasan ini juga berfungsi sebagai ruang edukasi dan penelitian. Pengunjung dapat menjumpai gundukan-gundukan tanah yang belum digali, sambil mendengar kisah dari juru pelihara tentang potensi struktur candi yang masih tersembunyi di bawah semak belukar.

Baca Juga  Parkir Liar di Bundaran Rektorat UNAND Picu Kemacetan, Keamanan Kampus Serukan Kesadaran Pengendara

Pemerintah saat ini tengah berupaya mendorong pengajuan Candi Muaro Jambi sebagai Warisan Dunia UNESCO. Namun, tantangan masih membentang, mulai dari penataan kawasan, pelestarian situs, hingga promosi yang belum maksimal.

Justru di sanalah letak keistimewaannya. Candi Muaro Jambi tidak sepadat Borobudur, tapi menyimpan nuansa eksklusif dan misterius. Ia tidak glamor, tapi jujur menghadirkan perasaan bahwa kita sedang menapaki tanah tua yang pernah menjadi pusat pembelajaran agama Buddha di Nusantara.

Di balik ketenangannya, kawasan ini menyimpan potensi besar bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang cerita, dan ruang ingat. Candi Muaro Jambi seolah menanti untuk dihidupkan kembali, agar generasi kini menyadari bahwa Sumatera pun pernah menjadi poros penting dalam peta sejarah Asia Tenggara.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

 

 

Tag: budayacandiGentaandalasjambipeninggalansejarahUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak