• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Minggu, 20 September 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Putaran Kedua Polemik RUU P-KS

oleh Redaksi
18 Maret 2021, 16:26 WIB
(Genta Andalas/Geliz Luh Titisari)

(Genta Andalas/Geliz Luh Titisari)

ShareShareShareShare
(Genta Andalas/Geliz Luh Titisari)

Padang, gentaandalas.com- Isu terkait Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS) kembali menghangat bersamaan dengan kasus kejahatan seksual yang terjadi belakangan ini. Dukungan dan penolakan datang dari berbagai pihak, tak terkecuali dalam lingkup kampus. Sebagai pihak yang pro, Ketua Umum UKM PHP Unand Andika Rianto mengatakan bahwa UKM PHP Unand akan memberi dukungan penuh agar RUU P-KS segera disahkan.

Dika berpendapat, RUU P-KS berkaitan erat dengan perlindungan terhadap korban pelecehan dan kekerasan seksual. Berdasarkan data kekerasan seksual yang diketahuinya dari Komnas Perempuan, ada kenaikan kasus sebesar 800% dari rentang tahun 2012 – 2019.

“Banyaknya kasus kekerasan seksual yang terjadi sudah sepatutnya menjadi alasan kuat untuk mendukung RUU P-KS ini. Selain itu, pembimbingan atau pembinaan psikologi untuk korban di Indonesia belum ada,” terang Dika kepada Genta Andalas, Selasa (16/3/2021).

Dika melanjutkan, hukum adat yang berlaku di masyarakat belum bisa menangani pelaku-pelaku kejahatan seksual dengan baik. Pelaku tersebut masih berkeliaran dan tidak diberikan sanksi karena hukum adat sifatnya tidak mengikat. Bahkan tidak jarang pelaku dapat lolos dari hukuman dan memutar balikkan keadaan sehingga korban yang dianggap bersalah.

“Menurut saya pengesahan RUU PKS ini urgen. Kita minta agar cepat disahkan karena sudah banyak kejadian yang meresahkan warga. Masa Masih mau ditolak tentang itu,” ujar Dika.

Baca Juga  Inovasi Permen dari Buah Gambir, Raih Medali Emas di Acara ACE Malaysia 2023

Sementara itu, BEM KM Unand memiliki pandangan berbeda, Menteri Pergerakan Perempuan (Kemen PP) Zakiah Darajat menegaskan bahwa BEM KM Unand menolak pengesahan RUU P-KS setelah melakukan kajian mendalam. Menurut Zakiah, hukum harus dibuat berdasarkan asas manfaat dan mudarat. Keuntungan yang dijanjikan dari RUU ini hanyalah keuntungan semu untuk korban, sedangkan kemudaratan yang akan muncul di kemudian hari jauh lebih kompleks seperti gerbang legalisasi perzinaan, ancaman moralitas untuk generasi penerus bangsa, dan nasib bangsa yang bawa ke arah sekularisme.

“Hal ini tak akan ditemukan jika hanya mengkaji secara tekstual. Orientasi seksual yang tertuang dalam RUU P-KS tidak hanya orientasi seksual antar lawan jenis, tapi juga untuk pelaku penyimpangan seksual. Apakah RUU yang banyak membawa pesan impilisit seperti ini layak dijadikan sebagai undang-undang?” kata Zakiah.

Zakiah melanjutkan, ideologi di balik RUU P-KS ini adalah teori hukum feminis. Ruh yang dibawanya ialah feminis radikal yang lahir dari sejarah kekelaman Barat. Dia berujar, seorang perempuan yang pancasilais tidak mungkin seorang feminis, karena tidak ada irisan antara ketuhanan dengan feminis itu sendiri.

“Sering kali teman-teman pro RUU ini menggaungkan ‘my body is my authority’, ini adalah pemahaman yang keliru. Tubuh kita bukan otoritas kita, tetapi otoritas Tuhan,” jelasnya.

Zakiah juga menjelaskan bahwa dampak pengesahan RUU ini tidak akan terlihat dalam waktu dekat, namun akan menjadi ancaman moral yang serius untuk generasi mendatang. Diperlukan produk hukum terbaik yang memberikan solusi yang tidak parsial.

Baca Juga  KKN Gelombang II Diundur untuk Diskusi DPL dan Mahasiswa

Terlepas dari penolakan terhadap RUU P-KS saat ini, Zakiah menuturkan bahwa Kemen PP akan pro terhadap RUU ini jika ideologinya sudah diganti.

“Kita ini bangsa berketuhanan, maka jangan jauhkan nilai-nilai segala bentuk regulasi yang ada dari ketuhanan,” tuturnya.

RUU P-KS sebenarnya bukan produk baru, pada tahun 2016 silam, RUU ini telah memasuki tahap Program Legislasi Nasional (Prolegnas) yang akan dibahas oleh DPR RI. Namun, di akhir masa jabatan DPR periode sebelumnya, pembahasan tersebut tidak menghasilkan keputusan apa pun.

“Untuk sekarang baru ditahap pengesahan oleh Badan Legislasi (Baleg) dan sudah disetujui oleh Baleg menjadi Prioritas Prolegnas 2021,” ujar Komisioner Komnas Perempuan Indonesia Maria Ulfah Anshor saat diwawancarai Genta Andalas pada Rabu (17/3/2021).

DPR periode sekarang, lanjut Maria, sama sekali belum mengeluarkan Naskah Akademik (NA) ataupun draft RUU P-KS secara resmi. Menurutnya, lebih baik menunggu DPR mengeluarkan Naskah Akademik atau draft RUU P-KS secara resmi daripada harus memperbincangkan pro-kontranya RUU tersebut.

“Kita tunggu NA dikeluarkan dulu, baru kita bahas. Semua yang ada saat ini hanya asumsi-asumsi saja,” kata Maria.

 

Reporter : Rahmadina Firdaus dan Nurul Anisa Azwir

Editor : Linda Susanti

Tag: kekerasan seksual
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penyampaian sambutan dari Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Universitas Andalas (IKA UNAND), Denny Abdi, di Pengeran Beach Hotel pada Senin (14/9/2026)(Oktavia Ramadhani)

Dua Jurnalis Genta Andalas Raih Juara Anugerah Insan Pers UNAND 2026

16 September 2026, 18:52 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Volume Kendaraan Meningkat, Kemacetan Terjadi di Sejumlah Ruas Jalan UNAND

14 September 2026, 15:56 WIB
(Ilustrasi/Jihan Aurelia Syabandini)

Parkir Padat dan Tak Teratur Jadi Persoalan di Lingkungan UNAND

13 September 2026, 01:06 WIB
Suasana sesi diskusi bertajuk “Ekonomi Restoratif Bencana Ekologis Deforestasi” dalam diskusi publik di Sekretariat AJI Padang, Rabu (2/9/2026). (Genta Andalas/Hadid Jailani Latif Utama)

Pemulihan Bencana di Sumbar Dipertanyakan, Penyintas Masih Menunggu Hunian Tetap

4 September 2026, 09:07 WIB
Rapat koordinasi pembayaran kewajiban dana Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan untuk 
kegiatan organisasi kemahasiswaan (ormawa) tahun 2022 pada Kamis (03/09/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Pencairan Dana Kemahasiswaan, Ormawa Diminta Lengkapi LPJ kegiatan 2022

4 September 2026, 09:02 WIB
Diskusi Publik bertajuk “Membaca Kerusakan Alam Melalaui Sastra" oleh Labor Penulisan kreatif (LPK) dan Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia( PBHI) di ruang seminar FIB pada kamis (3/9/2026) (Genta Andalas/Sargita Asmara Dewi)

LPK FIB UNAND Gelar Diskusi Publik tentang Sastra dan Krisis Lingkungan

3 September 2026, 21:52 WIB

TERPOPULER

  • (Ilustrasi/Berkah Ibadarurrahman Siregar)

    Berani Cerdas: Saat Sulteng Memilih Pendidikan daripada Popularitas

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tradisi Kadaghek: Kerukunan Dalam Budaya Mengantar Jenazah Suku Minang di Tanjung Barulak

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Nasionalisme Mahasiswa yang Mulai Terkikis

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Tak Sekadar Dibuang, Eco Expo 2026 Bahas Nasib Sampah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Spider-Man: Brand New Day, Babak Baru Peter Parker

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak