• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 24 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Royalti Musik: Antara Perlindungan Hak Cipta dan Beban Usaha

oleh Redaksi
16 Agustus 2025, 16:40 WIB
(Ilustrasi/Dila Febrianti)

(Ilustrasi/Dila Febrianti)

ShareShareShareShare
(Ilustrasi/Dila Febrianti)

Oleh: Dila Febrianti*

Kebijakan pembayaran royalti musik bagi kafe, restoran, dan berbagai tempat usaha termasuk gym dan hotel menuai perdebatan pro dan kontra. Dikutip dari BBC News Indonesia, kebijakan ini diberlakukan sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 Tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan Musik. Melalui hal tersebut kemudian musisi, produser, dan pencipta lagu berhak mendapat imbalan dari setiap pemanfaatan karya mereka, terutama ketika karya tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas komersial.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa royalti akan dikumpulkan ke Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN), yang mana organisasi tersebut berisikan orang-orang yang berasal dari komunitas pencipta, penyanyi serta musisi. Mengenai hal itu, sebagian dari pelaku industri musik menuntut perlindungan yang jelas dan adil. Karena mereka menilai banyak pihak menikmati karya cipta tanpa memberikan imbalan yang layak dan tidak menghargai karya. Namun disisi lain ada juga pihak yang menilai bahwa kebijakan royalti tidak perlu diberlakukan. Sebab mereka khawatir dengan pelaku usaha yang terbebani sekaligus dapat melemahkan perkembangan musik itu sendiri, mereka bahkan mengaku sudah cukup hanya dengan musik yang dapat diputar dan didengar oleh siapa saja.

Baca Juga  Menyusuri Keindahan Tersembunyi Ekowisata Sungkai Green Park di Kota Padang

Faktanya kebijakan ini memang sangat berdampak terutama bagi pemilik usaha. Beban royalti yang diberlakukan bukan saja terlalu membebani karena tarif yang dikenakan, tetapi mereka juga dibatasi dan jadi tidak leluasa memutar musik meskipun sudah berlangganan layanan streaming sekalipun. Apalagi ini semakin diperumit dengan munculnya kebijakan rekaman suara alam dan musik barat yang juga dikenakan royalti. Hal tersebut membuat para pemilik usaha jadi enggan memutar apapun karena takut dikenakan royalti.

Dikutip dari Suara.com menyatakan bahwa keresahan tersebut dapat dilihat dari beban finansial yang menjadi tanggungan bagi pelaku usaha, terutama bagi mereka yang berskala kecil dan menengah (UMKM). Tidak hanya itu, adanya keraguan terhadap pendistribusian dana, apakah kebijakan yang diberlakukan akan diterima oleh pihak yang tepat atau tidak membuat pelaku usaha jadi ragu untuk membayar. Disisi lain banyak pelaku usaha memilih tidak memutar musik karena takut dengan konsekuensi yang didapat jika melanggar kebijakan tersebut.

Maka, kebijakan ini membutuhkan pertimbangan serius sebelum diberlakukan. Karena meskipun kebijakan royalti dibuat dengan tujuan menghargai hak cipta musik, namun tidak seharusnya berjalan dengan cara yang membingungkan dan memberatkan pelaku usaha. Sementara itu, pemerintah dan lembaga terkait harus memastikan aturan yang jelas, mekanisme pembayaran dan tarif dalam batas wajar, pemerataan tempat-tempat yang dikenakan royalti serta pengecualian terhadap karya bebas royalti atau musik latar non komersial dan tentu saja tidak boleh merugikan kedua belah pihak. Selain itu, LMKN sebagai lembaga yang mengumpulkan royalti harus transparan dan bertanggung jawab, sehingga pelaku usaha tidak merasa ragu dan terbebani dengan dana yang mereka bayarkan dan tidak menganggapnya sebagai hal yang sia-sia.

Baca Juga  Tabut Bengkulu dan Tabuik Pariaman: Satu Sejarah Karbala, Dua Ekspresi Budaya Nusantara

Tujuan yang ingin dicapai bukan hanya sekadar menjadikan musik yang merupakan sarana universal untuk membangun suasana, yang mempertemukan pencipta dan penikmatnya dapat dihargai dan dihormati. Akan tetapi dalam pelaksanaan kebijakan royalti ini juga harus mampu menjadikan musik tersebut tetap hidup bukan malah membatasi perkembangan musik dan membuat salah satu pihak merasa dirugikan. Maka, dibutuhkan adanya perevisian terhadap UU Hak Cipta. Hal ini dapat menjadi langkah dalam mengatasi masalah tersebut. Sebab dengan dilakukannya beberapa perubahan otomatis kebijakan royalti yang tadinya dinilai terasa memberatkan pelaku usaha juga dapat diperbaiki dan dibuat lebih efisien lagi. Dengan demikian tujuan yang ingin dicapai dapat dirasakan oleh kedua belah pihak dan tidak lagi merugikan salah satunya.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tag: HukumMusikMusisiRoyaltiUnandUsaha
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Ketika Penegak Hukum Diduga Tersangka

20 Juli 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

Skripsi Tidak Pernah Lebih Berharga dari Nyawamu Sendiri

15 Juli 2026, 21:18 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadillah)

Di Balik Antrean Virtual, Adakah Kesempatan yang Benar-benar Sama?

11 Juli 2026, 21:21 WIB
Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak