• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Gentainment Karya Calon Anggota

Tabut Bengkulu dan Tabuik Pariaman: Satu Sejarah Karbala, Dua Ekspresi Budaya Nusantara

oleh Redaksi
25 Agustus 2025, 14:22 WIB
ShareShareShareShare
Suasana malam di Festival Tabut Bengkulu. Lampu gemerlap, stan meriah, dan ramainya pengunjung jadi bukti antusiasme masyarakat dalam merayakan warisan budaya Tabut (Genta Andalas/Ulya Nur Fadilah)
Suasana malam di Festival Tabut Bengkulu. Lampu gemerlap, stan meriah, dan ramainya pengunjung jadi bukti antusiasme masyarakat dalam merayakan warisan budaya Tabut (Dok.Pribadi)

Oleh: Ulya Nur Fadilah*

Festival Tabut kembali digelar setiap 1–10 Muharram sebagai salah satu kekayaan budaya Nusantara yang sarat nilai sejarah, religius, dan sosial. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan atas gugurnya cucu Nabi Muhammad SAW, Sayyidina Husein bin Ali, di Padang Karbala pada tahun 680 M. Tidak sekadar ritual, Tabut memuat pesan pengorbanan, kesetiaan, serta perlawanan terhadap ketidakadilan, sekaligus berkembang menjadi pesta budaya rakyat yang mempersatukan masyarakat dan menarik wisatawan.

Data Kemenparekraf 2025 mencatat, Festival Tabut menarik lebih dari 200 ribu pengunjung, melibatkan sekitar 400 UMKM, dan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp 21 miliar. Festival ini juga masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara, menegaskan posisinya sebagai agenda wisata unggulan Bengkulu. Namun, keseimbangan antara makna sakral dan nilai pariwisata menjadi tantangan yang harus dijaga agar tradisi tidak kehilangan ruh spiritualnya.

Secara resmi, Tabut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Status ini memperkuat posisinya sebagai identitas budaya daerah sekaligus kebanggaan nasional.

Asal-usul Tabut di Bengkulu berawal dari kedatangan Muslim keturunan India Selatan, khususnya Tamil, pada abad ke-17. Mereka membawa tradisi memperingati peristiwa Asyura dengan membuat bangunan menyerupai menara yang disebut “Tabut”. Seiring waktu, ritual ini berakulturasi dengan budaya lokal Bengkulu. Awalnya bernuansa Syiah, namun kemudian berkembang menjadi tradisi masyarakat setempat dengan nuansa Islam yang lebih umum. Kini, Tabut tidak hanya dijalankan keluarga keturunan Tabut, melainkan dirayakan luas oleh masyarakat.

Baca Juga  Larangan Akun Ganda, Pertarungan Privasi dan Regulasi

Festival Tabut berlangsung sepuluh hari dengan sejumlah prosesi sakral. Tahapan dimulai dengan Ngambik Tanah, mengambil segumpal tanah dari lokasi sakral. Dilanjutkan Duduk Penja, pertemuan keluarga Tabut yang menjaga pusaka berbentuk tangan manusia, simbol pengorbanan Karbala. Ada pula Arak Sorban, mengarak sorban leluhur keluarga Tabut keliling kota. Puncaknya adalah arak-arakan Tabut berbentuk menara megah dengan tabuhan musik tradisional dhol, lalu ditutup dengan prosesi Tabut Terbuang, yakni menghantarkan tabut ke rawa sebagai simbol pengembalian arwah.

Menariknya, hanya keluarga Tabut yang berhak melaksanakan ritual inti, sementara masyarakat umum berpartisipasi lewat kegiatan seni, bazar, dan hiburan rakyat.

Tabut tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat filosofi. Kisah gugurnya Husein di Karbala menjadi teladan keberanian dan perjuangan melawan tirani. Festival ini juga menumbuhkan solidaritas sosial karena dipersiapkan bersama oleh keluarga Tabut, seniman, dan masyarakat. Dengan demikian, Tabut menjadi sarana pendidikan moral, spiritual, sekaligus simbol persatuan.

Baca Juga  Antara Legalitas dan Legitimasi: Polemik Politik Gibran di Pusaran Demokrasi

Selain di Bengkulu, peringatan serupa juga ada di Pariaman, Sumatera Barat, melalui tradisi Tabuik. Keduanya sama-sama memperingati tragedi Karbala, tetapi berbeda dalam bentuk. Tabut Bengkulu dijaga ketat oleh keluarga Tabut dengan prosesi sakral yang berakhir di rawa, sementara Tabuik Pariaman lebih meriah, terbuka untuk umum, dan ditutup dengan pelarungan tabut ke laut Pantai Gandoriah.

Perbedaan ini mencerminkan dinamika akulturasi budaya di Nusantara. Tabut Bengkulu tampil sebagai ritual sakral penuh religiusitas, sedangkan Tabuik Pariaman berkembang sebagai festival rakyat yang semarak.

Di tengah arus modernisasi, Festival Tabut membuktikan bahwa tradisi lokal mampu bertahan sekaligus memberi energi baru bagi identitas bangsa. Jika dikelola dengan bijak, Tabut bukan hanya ikon budaya Bengkulu, tetapi juga berpotensi menjadi warisan dunia yang memperkenalkan Indonesia sebagai bangsa religius, inklusif, dan kaya tradisi.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas

 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak