• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Sejarah Publik: Alternatif Karier Non Akademis

oleh Redaksi
4 September 2025, 08:44 WIB
(Ilustrasi/Sabila Hayatul Dhi'fa)

(Ilustrasi/Sabila Hayatul Dhi'fa)

ShareShareShareShare

Oleh: Dila Febrianti*

Selama ini masih banyak yang menganggap jurusan Sejarah hanya melahirkan guru, dosen, atau peneliti. Pandangan sempit tersebut membuat jurusan ini kerap dianggap membosankan dan kurang diminati. Bahkan, tidak sedikit yang meragukan prospek kerja lulusannya karena dinilai terbatas. Padahal, anggapan ini jelas keliru. Sejarah, khususnya melalui konsep Sejarah Publik, justru menawarkan banyak peluang karier yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pertama, sejarah merupakan salah satu cabang ilmu sosial-humaniora yang penting bagi peradaban manusia. Namun, minat generasi muda terhadap bidang ini masih rendah karena stigma bahwa lulusan Sejarah sulit bersaing di dunia kerja. Padahal, perkembangan Sejarah Publik membuka jalan baru yang membuat lulusan Sejarah bisa berkiprah di luar ruang akademik.

Menurut kompasiana.com, public history atau Sejarah Publik mulai tumbuh di Amerika sejak 1970-an, berkembang di Eropa dan Australia pada 1990-an, lalu dikenal di Indonesia. Konsep ini memperluas peran sejarah dari sekadar konsumsi akademik menjadi bagian dari ruang publik. Praktiknya bisa dilihat di museum, arsip, situs bersejarah, media, hingga lembaga pemerintahan. Dengan begitu, sejarawan tidak hanya terbatas sebagai pengajar, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga  Trash2Move: Inovasi Mengubah Limbah Plastik Menjadi Nilai Ekonomi dengan Kreativitas

Kedua, Sejarah Publik mendorong kreativitas. Lulusan Sejarah dapat menulis novel berbasis peristiwa bersejarah, membuat film dokumenter, atau mengembangkan konten digital bertema sejarah. Bahkan, peluang di bidang industri kreatif, pariwisata budaya, dan program sejarah berbasis teknologi digital terbuka lebar. Dengan dukungan media sosial dan platform digital, sejarah bisa dikemas dengan cara yang lebih segar dan mudah dipahami.

Ketiga, penerapan Sejarah Publik juga membuktikan bahwa belajar sejarah bukanlah jalan buntu. Seorang lulusan Sejarah yang hobi menulis bisa menjadi penulis buku populer, mereka yang tertarik pada dunia visual bisa menjadi kreator film sejarah, sementara yang memiliki minat pada dunia pariwisata bisa mengelola situs wisata sejarah. Semua peluang ini menegaskan bahwa sejarah tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga  Kecenderungan Masyarakat dalam Memilih Berita Positif vs Berita Negatif

Karena itu, pola pikir tentang lulusan Sejarah harus diubah. Mereka bukan hanya calon guru atau peneliti, tetapi juga kreator konten, penulis, produser film, hingga pengembang program sejarah berbasis digital. Sejarah Publik hadir sebagai jembatan yang membuat ilmu sejarah lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang kerja yang luas.

Maka, lulusan Sejarah tidak perlu ragu akan masa depan mereka. Justru dengan kreativitas dan kemampuan mengemas masa lalu secara menarik, mereka bisa membuktikan bahwa sejarah adalah jalan karier yang menjanjikan. Sejarah Publik adalah bukti bahwa masa lalu dapat menjadi bekal masa depan.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tag: JurusanMahasiswaprofesisejarahUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

5 Juni 2026, 23:53 WIB
Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
(Ilusgrafis/Farid Farhan)

PP Nomor 21 Tahun 2026 dan Harapan Baru Bagi Rupiah

2 Juni 2026, 22:13 WIB
Objektifikasi perempuan dalam tongkrongan laki-laki dinilai sekadar gurauan. (Ilustrasi/Echa Syafira)

Membongkar Budaya Objektifikasi Perempuan dalam Tongkrongan Mahasiswa

1 Juni 2026, 16:47 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nurfadilah)

Clickbait: Jebakan Informasi di Era Digital

31 Mei 2026, 11:54 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Judi Online dan Masyarakat yang Kehilangan Harapan

28 Mei 2026, 16:45 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemira Kembali Tertunda, Calon Presiden Mahasiswa FIB Didiskualifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak