• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 7 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Sejarah Publik: Alternatif Karier Non Akademis

oleh Redaksi
Kamis, 4 September 2025, 08:44 WIB
(Ilustrasi/Sabila Hayatul Dhi'fa)

(Ilustrasi/Sabila Hayatul Dhi'fa)

ShareShareShareShare

Oleh: Dila Febrianti*

Selama ini masih banyak yang menganggap jurusan Sejarah hanya melahirkan guru, dosen, atau peneliti. Pandangan sempit tersebut membuat jurusan ini kerap dianggap membosankan dan kurang diminati. Bahkan, tidak sedikit yang meragukan prospek kerja lulusannya karena dinilai terbatas. Padahal, anggapan ini jelas keliru. Sejarah, khususnya melalui konsep Sejarah Publik, justru menawarkan banyak peluang karier yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pertama, sejarah merupakan salah satu cabang ilmu sosial-humaniora yang penting bagi peradaban manusia. Namun, minat generasi muda terhadap bidang ini masih rendah karena stigma bahwa lulusan Sejarah sulit bersaing di dunia kerja. Padahal, perkembangan Sejarah Publik membuka jalan baru yang membuat lulusan Sejarah bisa berkiprah di luar ruang akademik.

Menurut kompasiana.com, public history atau Sejarah Publik mulai tumbuh di Amerika sejak 1970-an, berkembang di Eropa dan Australia pada 1990-an, lalu dikenal di Indonesia. Konsep ini memperluas peran sejarah dari sekadar konsumsi akademik menjadi bagian dari ruang publik. Praktiknya bisa dilihat di museum, arsip, situs bersejarah, media, hingga lembaga pemerintahan. Dengan begitu, sejarawan tidak hanya terbatas sebagai pengajar, tetapi juga hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Baca Juga  MWA Mahasiswa Kosong Selama Empat Bulan, Kurangnya Koordinasi Jadi Sebab

Kedua, Sejarah Publik mendorong kreativitas. Lulusan Sejarah dapat menulis novel berbasis peristiwa bersejarah, membuat film dokumenter, atau mengembangkan konten digital bertema sejarah. Bahkan, peluang di bidang industri kreatif, pariwisata budaya, dan program sejarah berbasis teknologi digital terbuka lebar. Dengan dukungan media sosial dan platform digital, sejarah bisa dikemas dengan cara yang lebih segar dan mudah dipahami.

Ketiga, penerapan Sejarah Publik juga membuktikan bahwa belajar sejarah bukanlah jalan buntu. Seorang lulusan Sejarah yang hobi menulis bisa menjadi penulis buku populer, mereka yang tertarik pada dunia visual bisa menjadi kreator film sejarah, sementara yang memiliki minat pada dunia pariwisata bisa mengelola situs wisata sejarah. Semua peluang ini menegaskan bahwa sejarah tetap relevan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Baca Juga  Ketidakadilan pada Kasus Lama yang Hilang Perhatian

Karena itu, pola pikir tentang lulusan Sejarah harus diubah. Mereka bukan hanya calon guru atau peneliti, tetapi juga kreator konten, penulis, produser film, hingga pengembang program sejarah berbasis digital. Sejarah Publik hadir sebagai jembatan yang membuat ilmu sejarah lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang kerja yang luas.

Maka, lulusan Sejarah tidak perlu ragu akan masa depan mereka. Justru dengan kreativitas dan kemampuan mengemas masa lalu secara menarik, mereka bisa membuktikan bahwa sejarah adalah jalan karier yang menjanjikan. Sejarah Publik adalah bukti bahwa masa lalu dapat menjadi bekal masa depan.

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

Tag: JurusanMahasiswaprofesisejarahUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Penyadapan Presiden, Menguji Supremasi Hukum dan Batas Kekuasaan Aparat Negara

Kamis, 5 November 2026, 22:19 WIB
(Ilusgrafis/Nasywa Luthfiiyah Edfa)

“Stop the Wedding!” dan Ketakutan untuk Menikah

Selasa, 3 November 2026, 18:21 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Pengalaman Magang Jadi Kedok Buruh Murah

Jumat, 23 Oktober 2026, 20:27 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

Senin, 21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Nabil Nur Insani)

Batal Dipecat, Keadilan Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026, 21:59 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

Sabtu, 19 September 2026, 23:58 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak