Padang, gentaandalas.com – Seorang mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) berinisial F ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di kawasan Jalan Puncak Jawa Gadut, Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pada Sabtu (11/4/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh yang telah menghitam. Hingga saat ini, penyebab pasti kematian korban masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi tergantung di pintu kamar mandi. Posisi tubuh korban dilaporkan dalam keadaan berdiri dengan leher terlilit tali. Temuan ini menjadi salah satu fokus awal dalam proses penyelidikan yang masih berlangsung.
Penemuan jasad bermula dari kekhawatiran orang tua korban yang tidak dapat menghubungi F selama beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat keluarga mencoba mencari bantuan untuk memastikan keadaan korban di tempat kosnya. Mereka kemudian menghubungi pemilik kos dan meminta untuk memeriksa kondisi korban. “Pagi tadi saya ditelpon sama orang tuanya. Mereka minta tolong untuk memeriksa kondisi anaknya di kamar kos karena sudah tidak bisa lagi dihubungi,” ujar Mesi, anak pemilik kos, saat diwawancarai Genta Andalas, Sabtu (11/4/2026).
Menindaklanjuti permintaan tersebut, pemilik kos mendatangi kamar korban dan mengetuk pintu berkali-kali. Namun, tidak ada respons dari dalam kamar meskipun sudah dipanggil. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan sehingga pintu kemudian diupayakan untuk dibuka.
Pintu kamar diketahui terkunci dari dalam sehingga pemilik kos meminta bantuan pekerja bangunan yang tengah melakukan renovasi di sekitar lokasi. Pintu kemudian dibuka menggunakan kunci cadangan yang tersedia. Setelah pintu berhasil dibuka, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di area kamar mandi.
Setelah mengetahui kondisi tersebut, pihak kos segera mengambil langkah untuk menghubungi keluarga korban. Informasi yang disampaikan tidak menjelaskan kondisi korban secara rinci. Hal ini dilakukan agar keluarga dapat segera datang ke Padang. “Saya langsung menghubungi keluarga, cuma bilang untuk segera menuju ke Padang,” kata Mesi.
Sejumlah warga sekitar menyebut korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan. Aktivitas korban dinilai terbatas pada rutinitas sehari-hari tanpa banyak bersosialisasi. Hal ini diperkuat oleh pengamatan warga yang tinggal di sekitar lokasi kos. “Dia tu nggak pernah nampak bawa teman ke sini. Pulang kuliah langsung masuk kos, ke luar cuma untuk ambil pesanan gofood atau beli jajan di warung samping,” ujar salah seorang warga.
Warga juga mengaku terakhir kali melihat korban pada Sabtu (4/4/2026). Saat itu, korban terlihat dalam kondisi normal dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Ia disebut sedang memasukkan kendaraannya ke dalam area kos. “Terakhir saya lihat itu dia lagi masukin motor ke dalam kos,” ujarnya.
Usai kejadian, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang. Proses evakuasi dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Aparat terkait masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Reporter: Nabila Ramadhani dan Nasywa Luthfiyyah Edfa
Editor: Auryn Dzakirah







