• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

oleh Redaksi
15 April 2026, 22:23 WIB
Suasana Forum Transisi Energi Sumatera Barat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026) (Tantri Pramudita)

Suasana Forum Transisi Energi Sumatera Barat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026) (Tantri Pramudita)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Transisi energi di Sumatera Barat disorot akibat belum jelasnya regulasi serta ketimpangan distribusi manfaat bagi masyarakat terdampak proyek energi. Persoalan ini mengemuka dalam Forum Transisi Energi yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026). Forum yang mengusung tema “Mewujudkan Transisi Energi yang Inklusif, Partisipatif, dan Berkeadilan di Sumatera Barat” tersebut menghadirkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil.  Diskusi menyoroti lemahnya tata kelola dalam pelaksanaan transisi energi di daerah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, menjelaskan bahwa hingga kini belum ada regulasi khusus yang mengatur distribusi dana bagi hasil (DBH) kepada masyarakat terdampak proyek energi. Ia menyebutkan, pembagian dana bagi hasil masih bergantung pada kebijakan pemerintah kabupaten dan kota. “Di level kabupaten sebenarnya bisa dibuat peraturan untuk membagi hingga ke nagari. Jika tidak dilakukan, nanti akan kita kaji kemungkinan regulasi di tingkat provinsi,” ujarnya.

Helmi menambahkan, selama ini dana tersebut masuk ke dalam APBD tanpa mekanisme yang memastikan masyarakat sekitar proyek benar-benar merasakan manfaatnya. Ia menegaskan, penggunaan dana tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat setempat agar tidak menimbulkan kesan ketidakadilan. Selain persoalan regulasi, kondisi ketahanan energi di Sumatera Barat juga dinilai belum ideal. Cadangan listrik yang tersedia saat ini masih jauh dari batas aman, sehingga membutuhkan penambahan pembangkit dalam waktu dekat. Untuk menutup kekurangan tersebut, pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk proyek panas bumi di Muaro Labuah serta eksplorasi di Bonjol.

Baca Juga  Mahasiswa KKN Unand Beri Pelatihan Kebencanaan Gempa dan Tsunami

Namun, persoalan transisi energi tidak hanya berhenti pada aspek teknis. Peneliti Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ), Apriwan, menilai pendekatan kebijakan yang digunakan selama ini masih cenderung bersifat top-down. Ia menjelaskan bahwa transisi energi merupakan bagian dari agenda global, seiring komitmen Indonesia dalam United Nations Framework Convention on Climate Change dan Paris Agreement. Namun, penerapannya di tingkat lokal sering kali mengabaikan kondisi sosial masyarakat.

“Yang terjadi kecenderungannya kebijakan langsung diterapkan dari atas, tanpa melihat bahwa di tingkat lokal juga punya sistem, norma, dan kelembagaan,” ujarnya. Apriwan menilai kondisi tersebut berpotensi memicu konflik, terutama ketika masyarakat tidak dilibatkan secara bermakna dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek energi. Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah persoalan utama dalam transisi energi yang adil, yakni minimnya pelibatan masyarakat, kurangnya pengakuan terhadap sistem sosial lokal, serta ketimpangan distribusi manfaat.

Baca Juga  Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

Menurutnya, dalam sejumlah kasus seperti di Muaro Labuah dan Singkarak, masyarakat memang dilibatkan di awal, tatapi tidak merasakan manfaat yang signifikan setelah proyek berjalan. “Manfaat yang diterima sering kali hanya sebatas CSR atau pekerjaan level bawah,” katanya.

Ia menegaskan, tanpa pembenahan tata kelola dan pelibatan masyarakat secara nyata, transisi energi berisiko memicu resistensi sosial di tengah masyarakat. “Kalau pendekatannya masih seperti ini, yang terjadi bukan hanya transisi energi, tapi juga konflik,” tegasnya.

Reporter: Oktavia Ramadhani dan Tantri Pramudita

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Tag: #unand #genta AndalasberitaFISIPUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
Seorang pengunjung melihat karya fotografi yang ditampilkan pada Selasa(2/6/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Pameran Wahana Mancakarya Hidupkan Ruang Apresiasi Sastra

3 Juni 2026, 20:38 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Dilema Fasilitas Air Minum Gratis di UNAND yang Terbengkalai

3 Juni 2026, 14:45 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Tenaga kebersihan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ditemukan tewas tergantung di pohon kawasan Hutan Biologi Unand, pada Kamis (28/5/2026) (Kompas.com)

Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

29 Mei 2026, 06:15 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pemira Kembali Tertunda, Calon Presiden Mahasiswa FIB Didiskualifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak