• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Transisi Energi Sumbar Disorot, Regulasi dan Keadilan Manfaat Dipertanyakan

oleh Redaksi
15 April 2026, 22:23 WIB
Suasana Forum Transisi Energi Sumatera Barat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026) (Tantri Pramudita)

Suasana Forum Transisi Energi Sumatera Barat di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026) (Tantri Pramudita)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Transisi energi di Sumatera Barat disorot akibat belum jelasnya regulasi serta ketimpangan distribusi manfaat bagi masyarakat terdampak proyek energi. Persoalan ini mengemuka dalam Forum Transisi Energi yang digelar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Rabu (15/4/2026). Forum yang mengusung tema “Mewujudkan Transisi Energi yang Inklusif, Partisipatif, dan Berkeadilan di Sumatera Barat” tersebut menghadirkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil.  Diskusi menyoroti lemahnya tata kelola dalam pelaksanaan transisi energi di daerah.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sumatera Barat, Helmi Heriyanto, menjelaskan bahwa hingga kini belum ada regulasi khusus yang mengatur distribusi dana bagi hasil (DBH) kepada masyarakat terdampak proyek energi. Ia menyebutkan, pembagian dana bagi hasil masih bergantung pada kebijakan pemerintah kabupaten dan kota. “Di level kabupaten sebenarnya bisa dibuat peraturan untuk membagi hingga ke nagari. Jika tidak dilakukan, nanti akan kita kaji kemungkinan regulasi di tingkat provinsi,” ujarnya.

Helmi menambahkan, selama ini dana tersebut masuk ke dalam APBD tanpa mekanisme yang memastikan masyarakat sekitar proyek benar-benar merasakan manfaatnya. Ia menegaskan, penggunaan dana tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat setempat agar tidak menimbulkan kesan ketidakadilan. Selain persoalan regulasi, kondisi ketahanan energi di Sumatera Barat juga dinilai belum ideal. Cadangan listrik yang tersedia saat ini masih jauh dari batas aman, sehingga membutuhkan penambahan pembangkit dalam waktu dekat. Untuk menutup kekurangan tersebut, pemerintah mendorong pengembangan energi terbarukan, termasuk proyek panas bumi di Muaro Labuah serta eksplorasi di Bonjol.

Baca Juga  Pasca Pandemi Program Kerja Sama Universitas Andalas dan Gifu University Tetap Mengalami Kendala

Namun, persoalan transisi energi tidak hanya berhenti pada aspek teknis. Peneliti Center for Agrarian and Environmental Justice (CAEJ), Apriwan, menilai pendekatan kebijakan yang digunakan selama ini masih cenderung bersifat top-down. Ia menjelaskan bahwa transisi energi merupakan bagian dari agenda global, seiring komitmen Indonesia dalam United Nations Framework Convention on Climate Change dan Paris Agreement. Namun, penerapannya di tingkat lokal sering kali mengabaikan kondisi sosial masyarakat.

“Yang terjadi kecenderungannya kebijakan langsung diterapkan dari atas, tanpa melihat bahwa di tingkat lokal juga punya sistem, norma, dan kelembagaan,” ujarnya. Apriwan menilai kondisi tersebut berpotensi memicu konflik, terutama ketika masyarakat tidak dilibatkan secara bermakna dalam proses perencanaan maupun pelaksanaan proyek energi. Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah persoalan utama dalam transisi energi yang adil, yakni minimnya pelibatan masyarakat, kurangnya pengakuan terhadap sistem sosial lokal, serta ketimpangan distribusi manfaat.

Baca Juga  Pemulihan Bencana di Sumbar Dipertanyakan, Penyintas Masih Menunggu Hunian Tetap

Menurutnya, dalam sejumlah kasus seperti di Muaro Labuah dan Singkarak, masyarakat memang dilibatkan di awal, tatapi tidak merasakan manfaat yang signifikan setelah proyek berjalan. “Manfaat yang diterima sering kali hanya sebatas CSR atau pekerjaan level bawah,” katanya.

Ia menegaskan, tanpa pembenahan tata kelola dan pelibatan masyarakat secara nyata, transisi energi berisiko memicu resistensi sosial di tengah masyarakat. “Kalau pendekatannya masih seperti ini, yang terjadi bukan hanya transisi energi, tapi juga konflik,” tegasnya.

Reporter: Oktavia Ramadhani dan Tantri Pramudita

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Tag: #unand #genta AndalasberitaFISIPUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak