• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 7 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Problem HAKI dalam Budaya Cover Lagu

oleh Redaksi
Selasa, 14 November 2023, 21:31 WIB
(Ilustrasi/Zahra Nurul)

(Ilustrasi/Zahra Nurul)

ShareShareShareShare
(Ilustrasi/Zahra Nurul)

Oleh: Zulkifli Ramadhani*

Perkembangan teknologi digital yang pesat saat ini menjadikan hasil karya seni musik dapat dipublikasikan dengan mudah melalui berbagai platform seperti Youtube, Spotify, juga sosial media lainnya. Dari publikasi karya musik yang semakin mudah lalu kemudian muncul fenomena cover lagu. Adanya fenomena cover lagu di masyarakat saat ini dapat juga menciptakan ruang berkreasi terbuka lebar bagi orang-orang secara umum yang ingin menyalurkan bakatnya. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena cover lagu di Indonesia yang mulai ada sejak 1980-an semakin berkembang pesat. Namun di sisi lain adanya kemudahan dalam publikasi karya musik tersebut tidak selalu berdampak positif, nyatanya dari fenomena ini juga terdapat probelem terkait hak cipta yang sering kali dilanggar.

Dalam Undang-undang (UU) Nomor 28 Tahun 2014, menjelaskan bahwa hak cipta merupakan hak ekslusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif. Lagu dan musik termasuk salah satu ciptaan yang dilindungi hak ciptanya dimana ada hak moral dan hak ekonomi atas karya yang diciptakan. Dari peraturan tersebut jelas penggunaan lagu dan musik karya orang atau pihak lain tanpa izin melanggar hak cipta dan dapat dituntut secara hukum. Cover lagu dengan tujuan komersial seperti konser, pertunjukan berbayar, promosi dan memasang adsense tanpa seizing pencipta lagu merupakan perbuatan yang melanggar hak cipta terkena sanksi pidana Pasal 113 ayat 3 UU Hak Cipta dimana melanggar hak ekonomi pencipta dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/ denda paling banyak 1 miliar rupiah.

Baca Juga  Bencana Berganda Kekerasan Seksual di Pengungsian NTT

Salah satu kasus yang terjadi pada 2022 lalu pada Tri Suaka dan Zinidin Zidan atas pelanggaran UU Hak Cipta akibat membawakan lagu tanpa seizin pencipta lagu serta dimonetisasi. Cover lagu “Emas Hantaran” yang dilakukan di kanal Youtube Nabila Suaka ditonton lebih dari 8 juta kali. Erwin Agam selaku pencipta melalui pengacaranya mengingatkan adanya UU Hak Cipta yang dilanggar dan menggugat perdata ganti rugi materil dan imateril 10 miliar rupiah dart 10 lagu yang dimonetisasi.

Banyaknya pelanggaran hak cipta atas komersial cover lagu, diperlukan adanya aturan yang jelas dan ditegakkan. Kewajiban membayar royalti telah ada dalam PP No. 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/Musik. Pada Pasal 3 ayat 1 dinyatakan bahwa “setiap orang dapat melakukan penggunaan secara komersial lagu dan/musik dalam bentuk layanan publik yang bersifat komersial dengan membayar royalti kepada pencipta, pemegang hak cipta dan/ pemilik hak terkait melalui LMKN”. Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) memiliki wewenang untuk menarik, menghimpun dan mendistribusikan royalti.

Baca Juga  Peran Mahasiswa menuju Indonesia Emas dalam Pemilu 2024

Royalti lagu dan musik dari konser, penyiaran radio, televisi, karaoke, restoran, cafe, bar, hingga diskotik. Banyaknya komersialisasi lagu yang dapat dikenakan royalti dan adanya LMKN sebagai badan harusnya dapat meminimalisir problem HAKI atas cover lagu kedepannya. Namun salah satu musisi nasional yakni Ahmad Dani sempat menyampaikan keluhannya atas LMKN namun sudah ada perbaikan.

“Kita lihat LMKN sudah mau berbedah dengan sistem onlinenya, ya sudah kita lupain yang masa lalu”, ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Rasuda Said, Jakarta Selatan pada Kamis (6/4/2023).

Permasalahan HAKI atas cover lagu ini memang berdampak merugikan musisi yang bergantung pada royalti lagu orisinal. Oleh karena itu, penyelesaian permasalahan HAKI perlu menjadi perhatian utama untuk mendukung keberlanjutan dan keberagaman di industri musik Indonesia.

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Andalas

 

 

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Penyadapan Presiden, Menguji Supremasi Hukum dan Batas Kekuasaan Aparat Negara

Kamis, 5 November 2026, 22:19 WIB
(Ilusgrafis/Nasywa Luthfiiyah Edfa)

“Stop the Wedding!” dan Ketakutan untuk Menikah

Selasa, 3 November 2026, 18:21 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Ketika Pengalaman Magang Jadi Kedok Buruh Murah

Jumat, 23 Oktober 2026, 20:27 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Koa dan Tantangan Pewarisan Budaya Minangkabau

Senin, 21 September 2026, 22:58 WIB
(Ilustrasi/Nabil Nur Insani)

Batal Dipecat, Keadilan Dipertanyakan

Senin, 21 September 2026, 21:59 WIB
(Ilustrasi/Ibnu Muhammad Bintang)

Ketika Bahasa Minang Mulai Canggung di Lidah Gen Z

Sabtu, 19 September 2026, 23:58 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak