• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Aspirasi

Fear of Missing Out; Gangguan Mental Akibat Sosial Media

oleh Redaksi
22 Februari 2021, 00:19 WIB
ShareShareShareShare

Oleh : Afri Haikil *)

Berbicara tentang media sosial, tentu bukanlah hal yang asing lagi. Saat ini, media sosial menjadi alternatif untuk berkomunikasi. Jika dibandingkan dengan zaman dahulu yang berkomunikasi jarak jauh menggunakan surat, dengan media sosial kita bisa berbagi pesan dan informasi bahkan berbicara tatap muka walaupun dalam jarak jauh.

Di sisi lain, kita tahu media sosial memiliki dampak baik dan buruk. Beberapa pengaruh baik dari media sosial ini ialah, dengan adanya internet menambah wawasan seseorang, orang yang tidak tahu menjadi tahu; yang tidak mengerti menjadi mengerti. Dengan adanya media sosial, orang yang sudah lama tidak berkomunikasi dengan teman-teman lama bisa dipertemukan kembali. Dengan menggunakan internet dan media sosial seseorang dapat berbagi pengalaman hidupnya, menunjukkan sosok dirinya kepada khalayak.
Namun di balik itu, kita dapat melihat bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara kecanduan media sosial terhadap depresi dan kesendirian. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecanduan media sosial maka semakin tinggi pula kemungkinan seseorang atau individ mengalami depresi dan menyendiri.

Klasifikasi akibat kecanduan media sosial terus bertambah seiring waktu. Kini dikenal sebuah gangguan mental yang disebut Fear Of Missing Out atau FoMO. FoMO diartikan sebagai suatu keingintahuan yang besar untuk terus tersambung dengan kegiatan dan aktivitas yang dilakukan oleh orang lain.
Secara sederhana FoMO juga didefinisikan sebagai ketakutan akan ketinggalan. Takut ketinggalan sesuatu berita, dan yang lebihnya lagi seperti takut ketinggalan update-an sesuatu yang baru, seperti produk atau kegiatan dan aktivitas lainnya yang dilakukan orang lain. Mereka juga akan sering merasa cemas jika tidak dapat bergabung dengan teman-temannya pada suatu kegiatan yang mengasyikkan dalam media sosial tersebut. Hal inilah yang menjadikan seseorang kecanduan bermain gadget.

Baca Juga  Gaya Hidup Tidak Sehat Mahasiswa di Masa Pandemi

Akibat kecanduan ini dapat menimbulkan ketidakpuasan pada diri mereka. Mereka tidak akan pernah merasa cukup dengan apa yang telah mereka miliki. FoMO ini juga dapat memicu seseorang untuk lupa bersyukur dengan apa yang telah mereka capai.

Dilansir dari kumparan.com, perasaan FoMO dipercaya menghasilkan hal yang negatif seperti kelelahan, stres, masalah tidur, bahkan menimbulkan gejala psikologis yang negatif. Seperti yang dijelaskan dalam penelitian Psychologi Today bahwa konsekuensi negatif dari FoMO termasuk masalah identitas diri, kecemburuan, kesepian, dan perasaan tidak mampu pada diri pribadi.
Beberapa fenomena sudah cukup membuktikan bahwa FoMO sangat berdampak buruk. Contohnya saja pada tahun 2016, seorang siswi SMP yang tinggal di Koja, Jakarta Utara tewas karena jatuh dari lantai 5 sebuah gedung akibat berswafoto.

Baca Juga  Gunakan Chips, Perpustakaan Unand Tunda Pengembalian Buku Hingga Maret 2021

Tidak hanya itu, media sosial juga membawa pengaruh yang sangat besar kepada kehidupan masyarakat. Terlebih membawa pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan anak. Pada tahun 90-an anak-anak lebih menyukai berkumpul, bergaul, dan bermain permainan tradisional. Tetapi coba lihat sekarang, anak-anak pada tahun 2000-an terpengaruh dan terbawa arus oleh perkembangan teknologi.

Seperti menggunakan YouTube. Dari sisi negatifnya, anak-anak di bawah umur dapat mengakses apa saja yang mereka inginkan. Apa yang muncul pada beranda YouTube, mereka bisa menonton yang tidak dibatasi oleh umur. Contohnya saja, mereka menonton perkelahian antara dua orang anak SD yang dibumbui oleh percintaan, bahkan ada beberapa kasus anak di bawah umur yang melakukan adegan ciuman.

Para peneliti menemukan bahwa media sosial dapat merusak mental anak perempuan. Bagi remaja perempuan hampir 60% tekanan pada psikologis. Hal ini dapat dicegah apabila orang tua memperhatikan perkembangan anak, lingkungan anak, dan memberikan mereka edukasi serta kasih sayang. Anak yang tumbuh akibat kurangnya kasih sayang orang tua akan mencari peralihan dengan media sosial. Hal ini dapat memicu anak menciptakan dunianya sendiri. Sehingga mereka kurang bersosialisasi antar teman sebaya dan lingkungannya.

*) Penulis merupakan Mahasiswa Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Univsersitas Andalas

Tag: AnakAspirasikesehatanmental
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

(Ilustrasi/Zulaizah)

Penyadapan Presiden, Menguji Supremasi Hukum dan Batas Kekuasaan Aparat Negara

5 November 2026, 22:19 WIB
(Ilusgrafis/Nasywa Luthfiiyah Edfa)

“Stop the Wedding!” dan Ketakutan untuk Menikah

3 November 2026, 18:21 WIB
Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

28 Oktober 2026, 01:16 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak