• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Makam Muhammad Yamin, Wisata Historis di Desa Talawi Kota Sawahlunto

oleh Redaksi
27 Juni 2022, 12:21 WIB
Bangunan makam Muhammad Yamin di Desa Talawi, Kota Sawah Lunto. (Genta Andalas/Asa Alvino Wendra)

Bangunan makam Muhammad Yamin di Desa Talawi, Kota Sawah Lunto. (Genta Andalas/Asa Alvino Wendra)

ShareShareShareShare
Bangunan makam Muhammad Yamin di Desa Talawi, Kota Sawah Lunto. (Genta Andalas/Asa Alvino Wendra)

Oleh: Asa Alvino Wendra*

Muhammad Yamin merupakan sejarawan, budayawan, politikus, dan sastrawan yang juga pahlawan Indonesia yang memelopori Sumpah Pemuda. Beliau juga merupakan pencipta imaji keindonesiaan yang berpengaruh terhadap sejarah persatuan Indonesia. Muhammad Yamin lahir dan dimakamkan di Desa Talawi, Kota Sawahlunto. Bangunan makam Muhammad Yamin sangat kental dengan ornamen khas minangkabau. Makam Muhammad Yamin ini dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Makam ini hanya berjarak sekitar 30 menit dari pusat Kota Sawahlunto. Makam Muhammad Yamin didesain dengan arsitektur khas adat Minangkabau dan terletak di tengah sebuah kompleks luas di tepi jalan. Atap makam Muhammad Yamin ini sudah dipasang cungkup dengan atap gonjong dan terbuat dari ijuk. Kayu sebanyak 12 buah menopang atap dari makam Muhammad Yamin ini. Makam ini juga sudah dipasang keramik berwarna putih.
Pengunjung dapat berwisata sembari berziarah ke makam Muhammad Yamin. Saat sampai di makam Muhammad Yamin, pengunjung langsung disambut dengan tulisan “Makam Prof. Mr. Mohdyamin.” Makam Muhammad Yamin terdapat di belakang sebelah kanan dari tulisan tersebut dengan bangunan khas rumah gadang Minangkabau. Pengunjung dapat langsung masuk ke area makam untuk melihat dan berziarah ke makam Muhammad Yamin. Mengunjungi dan berziarah ke makam Muhammad Yamin dapat menambah rasa syukur dan rasa menghargai jasa pahlawan. Setelah berkunjung ke makam Muhammad Yamin, kita mengunjungi perpustakaan yang berada di wilayah makam Muhammad Yamin. Pengunjung dapat membaca buku-buku yang berkaitan dengan perjuangan Muhammad Yamin sebagai pahlawan nasional. Tidak hanya itu, terdapat buku-buku lain yang dapat dibaca oleh pengunjung di perpustakaan tersebut.
“Sangat membantu untuk memberikan pengetahuan kepada generasi muda tentang perjuangan para pahlawan,” jelas Melly Gusfi, pengunjung asal Talawi Hilir pada Jumat (24/06/2022). Standing banner yang menceritakan secara singkat mengenai Muhammad Yamin dapat menambah wawasan pengunjung mengenai Muhammad Yamin dan perjuangan pahlawan untuk kemerdekaan. “Tempatnya bagus, perpustakaan yang baru dibangun juga menarik untuk dikunjungi. Terdapat juga tempat yang cocok untuk bersantai. Sangat direkomendasikan karena tempatnya nyaman dan banyak spot foto yang menarik,” tutup Melly.
Waktu terbaik untuk mengunjungi makam Muhammad Yamin adalah pada sore hari, karena pada sore hari akan ada banyak pengunjung lain maupun masyarakat yang berkumpul baik untuk berziarah maupun sekedar melepas penat. Terdapat kursi-kursi untuk duduk bersama dengan tata lokasi yang baik sehingga sangat bagus untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Pedagang biasanya akan mulai ramai pada sore hari di depan makam Muhammad Yamin ini. Selain berziarah, pengunjung.

Baca Juga  Kebijakan Negara Dinilai Picu Ekstraktivisme dan Ketimpangan Lingkungan

*Penulis merupakan mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Tag: FeatureMahasiswaSawahluntoUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Poster film Toy Story 5/Disney Indonesia

Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

3 Juli 2026, 13:09 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB
(Ilustrasi/Kesih Rianti)

Kesenjangan Fasilitas Bayangi Kampus Cabang UNAND 

23 Juni 2026, 17:06 WIB
Diskusi Publik bertajuk Implikasi Hukum Putusan Praperadilan terhadap Putusan Peradilan Militer Andrie Yunus yang diselenggarakan oleh PBHI Sumatera Barat di Padang, Senin (22/6/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

PBHI Sumbar Soroti Implikasi Putusan Praperadilan terhadap Kasus Andrie Yunus

23 Juni 2026, 16:36 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak