• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 6 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

Rusak dan Kerap Banjir, MNB FIB UNAND Ganggu Kegiatan Seni Mahasiswa

oleh Redaksi
8 Maret 2026, 12:28 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Kondisi Medan Nan Balindung (MNB) di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Andalas (FIB UNAND) kembali menuai sorotan. Hal ini dikarenakan kondisi fasilitas tersebut dinilai sudah tidak layak digunakan sebagai ruang untuk pertunjukan seni bagi mahasiswa, terutama saat hujan deras. Sejumlah mahasiswa dan dosen menyebut kerusakan pada bangunan tersebut kerap mengganggu kegiatan latihan maupun pertunjukan seni mahasiswa.

Sejumlah mahasiswa dan dosen sudah sering mengeluhkan kondisi MNB yang sering mengalami kerusakan, seperti kebocoran dan banjir sehingga mengganggu kegiatan latihan ataupun pertunjukan seni mahasiswa. Kondisi tersebut membuat kegiatan seni yang seharusnya menjadi bagian dari proses pembelajaran di FIB tidak dapat berjalan optimal. Beberapa kegiatan bahkan harus disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Salah seorang dosen Jurusan Sastra Indonesia, Syafril, menyebutkan bahwa MNB pada awalnya memang disediakan sebagai fasilitas pertunjukan bagi mahasiswa di Fakultas Ilmu Budaya. Menurutnya, hampir seluruh jurusan yang ada di FIB membutuhkan ruang pertunjukan untuk menunjang kegiatan perkuliahan yang berkaitan dengan seni dan performa. “MNB itu diperuntukkan sebagai fasilitas pertunjukan terutama teater. Hampir setiap mata kuliah di jurusan FIB memerlukan pertunjukan,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas pada (23/2/2026).

Namun, kondisi bangunan yang tidak terjaga membuat kegiatan yang ada sering terhambat. Syafril mengatakan bahwa atap bangunan kerap bocor ketika hujan, sementara saat cuaca panas mahasiswa harus berlatih dalam kondisi yang sangat terik. Situasi tersebut dinilai tidak mendukung kegiatan seni yang membutuhkan kenyamanan ruang. “Kalau hujan, mahasiswa akan kehujanan saat akan pentas. Kalau panas, mahasiswa juga kepanasan saat latihan,” katanya.

Syafril juga menyebutkan bahwa sebelumnya sudah ada rencana renovasi MNB dengan anggaran Rp125 juta. Ia mengaku sempat diminta menyampaikan masukan mengenai bagian-bagian bangunan yang perlu diperbaiki. Namun hingga kini, rencana tersebut belum juga terealisasikan. “Sejak dana itu habis, saya tidak tahu lagi kelanjutannya. Kita tetap menggunakan MNB karena memang hanya itu yang ada,” ujarnya.

Baca Juga  Soroti Praktik Penyiksaan Aparat, Masyarakat Gelar Panggung Rakyat di Padang

Imbas dari kondisi tersebut, beberapa jurusan terpaksa harus memindahkan kegiatan pertunjukan ke tempat lain dengan menyewa lokasi di luar kampus. Hal ini tentu menambah beban biaya bagi mahasiswa maupun pihak jurusan. Selain itu, pemindahan lokasi juga membuat kegiatan tidak lagi berlangsung di ruang yang dirancang khusus untuk pertunjukan seni.

Salah seorang mahasiswa FIB berinisial PE turut menyampaikan pengalamannya selama mengikuti latihan maupun tampil di MNB. Ia mengatakan bahwa pada awalnya dirinya merasa arsitektur MNB cukup baik dan mampu menampung banyak penonton. Namun ketika digunakan secara langsung, kondisi bangunan justru menimbulkan kekhawatiran, terutama saat hujan.

“Pada mulanya, saya senang karena melihat tempat yang diperuntukkan benar-benar untuk penampilan dan arsitektur yang bagus untuk menampung banyak pihak. Tetapi ketika sudah menjalankan aktivitas, saya merasa sangat hati-hati, terlebih ketika hujan. Atap dari kejauhan tampak gagah, tapi saat didekati rapuh sekali. Lubang di mana-mana, menyebabkan kebocoran di tempat duduk MNB,” ujar PE saat diwawancarai Genta Andalas (24/2/2026).

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi lantai yang retak dan licin sering kali membahayakan para penampil. Menurutnya, salah satu rekannya bahkan sempat tergelincir saat pertunjukan berlangsung di tengah hujan deras dan genangan air di area depan panggung. Situasi tersebut menunjukkan bahwa kondisi bangunan tidak hanya mengganggu kegiatan seni, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan mahasiswa.

Baca Juga  Pengurus Ormawa Universitas Andalas Resmi Dilantik

“Lantainya penuh retakan semen dan menjadi sangat licin ketika hujan karena lumut di atasnya. Rekan saya waktu itu tergelincir saat penampilan sedang berlangsung di hadapan penonton yang banyak. Apalagi kondisi saat itu hujan deras dan bagian depan MNB banjir semata kaki. Sangat membahayakan,” lanjutnya.

Menanggapi keluhan dosen dan mahasiswa tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Ike Revita menyampaikan bahwa pihak fakultas saat ini tengah berupaya mencari sponsor atau donatur untuk memperbaiki fasilitas MNB. Menurutnya, fakultas telah menyiapkan konsep bangunan MNB yang lebih representatif sebagai bagian dari upaya menarik dukungan pendanaan dari pihak luar. “Saat ini kita sedang mencoba mencari sponsor atau donatur karena kalau kita harapkan dari kita maka tidak cukup. Kita sudah melakukan secara bertahap apa hal-hal yang perlu disiapkan untuk menggait dana dari donatur, bahkan sudah ada gambar MNB yang lebih representatif,” ujarnya saat diwawancarai Genta Andalas pada (27/2/2026).

Ia menambahkan bahwa penggunaan dana negara untuk renovasi bangunan memerlukan proses administrasi yang cukup panjang. Meski demikian, pihak fakultas tetap berupaya agar fasilitas tersebut dapat diperbaiki sehingga mahasiswa memiliki ruang yang layak untuk berkegiatan. “Kalau memakai uang negara ada proses dan aturan panjang. Tetapi bagaimanapun juga FIB ini bagian dari UNAND. Ketika FIB tidak bagus maka UNAND juga tidak bagus. Karena itu kita tetap berikhtiar supaya MNB bisa lebih representatif sehingga mahasiswa nyaman beraktivitas di situ,” tutupnya.

Reporter: Nasywa Luthfiyyah Edfa dan Pitri Yani

Editor: Auryn Dzakirah

Tag: fasilitasFIBGenta AndalasUnand
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Situasi Pelaksanaan Diseminasi Riset tema Kebencanaan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang di Gedung Serba Guna (GSG) Fakultas Hukum Universitas Andalas pada Kamis (4/6/2026) (Genta Andalas/Irfan Deri Saputra)

Diseminasi Riset LBH Padang Soroti Industri Energi dan Kerentanan Bencana

4 Juni 2026, 23:06 WIB
Seorang pengunjung melihat karya fotografi yang ditampilkan pada Selasa(2/6/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Pameran Wahana Mancakarya Hidupkan Ruang Apresiasi Sastra

3 Juni 2026, 20:38 WIB
(Ilustrasi/Tantri Pramudita)

Dilema Fasilitas Air Minum Gratis di UNAND yang Terbengkalai

3 Juni 2026, 14:45 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Tenaga kebersihan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas ditemukan tewas tergantung di pohon kawasan Hutan Biologi Unand, pada Kamis (28/5/2026) (Kompas.com)

Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

29 Mei 2026, 06:15 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Atap Bagonjong pada Rumah Gadang sebagai Identitas Sosial Masyarakat Minangkabau

    1 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Absennya UNAND dalam Aksi BEM-SI Sumbar Tuai Pertanyaan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak