• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 7 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

UNAND Akui Kampus Aman Tak Berarti Bebas dari Kekerasan Seksual

oleh Redaksi
Rabu, 13 Mei 2026, 20:13 WIB
Foto bersama Satgas PPKS Unand dengan peserta kegiatan Unand Menyapa x Bunga Bicara di Seminar F, pada Kamis (13/05/2026) (Muhammad Derry)

Foto bersama Satgas PPKS Unand dengan peserta kegiatan Unand Menyapa x Bunga Bicara di Seminar F, pada Kamis (13/05/2026) (Muhammad Derry)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com- Universitas Andalas (UNAND) mengakui kampus yang aman tidak berarti sepenuhnya bebas dari kasus kekerasan seksual. Dalam diskusi pada Rabu (13/5/2026) di Gedung Seminar F dengan topik “Membongkar Ilusi UNAND yang Aman dan Bermoral: Sudahkah Kekerasan dan Penyimpangan Seksual Benar-Benar Ditindak?”, pihak kampus menyebut keamanan lingkungan akademik diukur dari keberadaan sistem penanganan dan perlindungan korban, bukan dari nihilnya kasus.

Anggota Komisi Etik UNAND, Ade Suzana, mengatakan kekerasan seksual merupakan persoalan perilaku yang tidak mungkin dihilangkan sepenuhnya. Menurutnya, tugas institusi adalah memastikan mekanisme penanganan berjalan ketika kasus terjadi. “Sistem yang dikatakan aman apakah kasusnya nol? Tidak. Kita tidak bisa menghentikan nol kasus sama dengan seperti secanggih apa pun negara tidak bisa menghentikan nol pencuri,” ujar Ade.

Ia menjelaskan UNAND telah membangun sejumlah instrumen penanganan, mulai dari satuan tugas pencegahan & penangan kekerasan (Satgas PPK), Komisi Etik, hingga aturan internal kampus yang mengatur perilaku civitas akademika. ” Kalau secara aturan untuk kekerasan seksual mulai dari permendikbud sampai ke peraturan Rektor itu ada, mulai dari aturan dari tingkat pemerintah pusat sampai di unand pun ada kode etik, dan ada peraturannya,” ujarnya. Ade menyebut pelaku kekerasan seksual dapat dikenai sanksi melalui berbagai jalur, baik etik, akademik, maupun pidana apabila korban memilih melapor ke kepolisian. “Jadi satu orang pelaku itu dihantam dengan banyak hukuman, bertubi-tubi hukuman akhirnya kan,” katanya.

Baca Juga  Kuliah Umum Mendadak, Sejumlah Penampilan UKM di Bakti UNAND Tertunda

Menurut Ade, pelanggaran kekerasan seksual tidak hanya dipandang sebagai tindak kekerasan, tetapi juga pelanggaran terhadap etika kehidupan kampus. Ia mengatakan Peraturan Rektor Nomor 25 dan 26 Tahun 2025 menjadi dasar pemberian sanksi etik terhadap pelaku. Ketua Satgas PPKS UNAND, Khairil Anwar, mengatakan sistem penanganan kasus di kampus dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari penerimaan laporan, verifikasi, investigasi, hingga pemberian rekomendasi sanksi kepada pimpinan universitas. “Ketika saudara melapor melalui hotline atau melalui form pengaduan, kami tim Satgas itu akan melakukan penerimaan laporan dan melakukan verifikasi. Maksimal 2 x 24 jam kami respons dan kami hubungi pelapor,” kata Khairil.

Ia menjelaskan Satgas juga menerapkan pendekatan yang menyesuaikan kondisi korban selama proses pemeriksaan berlangsung. Dalam beberapa kasus, pemeriksaan dilakukan di luar kampus demi menjaga kenyamanan dan keamanan korban maupun saksi. Selain penanganan administratif, Khairil mengatakan Satgas tetap melakukan pendampingan psikologis dan sosial terhadap korban setelah proses pemeriksaan selesai. Menurutnya, dampak kekerasan seksual tidak berhenti pada pemberian sanksi kepada pelaku. “Satgas itu tidak selesai hanya secara administratif. Secara sosial belum selesai,” katanya.

Baca Juga  Gencar Sosialisasikan Pemilu BEM FHUA, antusiasme pemilih meningkat

Ade menilai konsep kampus aman juga berkaitan dengan budaya civitas akademika dalam menyikapi korban kekerasan seksual. Ia mengatakan stigma sosial terhadap korban masih menjadi tantangan dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman. “Berapa banyak dari grup WA yang suatu saat nanti akan diingat bahwa dia adalah korban pelecehan? Dia korban kekerasan seksual dan itu seumur hidup cap itu akan melekat,” ujar Ade. Ia juga mengajak untuk sama sama menyempurnakan sistem yang telah ada, ” apa yang bisa dilakukan oleh Unand dalam hal ini ya ada satgas, ada komisi etik, dan segala macam nya. Hasilnya kami laporkan ke siapa yang secara hukum kami wajib laporkan, yaitu kepada rektor atau kepada dekan.

Reporter: Auryn Dzakirah dan Sabilla Hayatul Dhi’fa

Editor: Nasywa Luthfiyyah Edfa

Tag: #unand #genta Andalaskekerasan seksualPadang
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Mahasiswa Ilmu Sejarah UNAND tengah melakukan wawancara pada kegiatan Ekspedisi Sejarah 2026 di Lintau Buo, Sabtu (31/10/2026) (Genta Andalas/Ibnu Muhammad Bintang)

Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

Minggu, 1 November 2026, 21:18 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/10/2026) (Genta Andalas/Farid Farhan)

Aksi Massa Lanjutan di DPRD Sumbar Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Kamis, 29 Oktober 2026, 06:51 WIB
Serah terima jabatan oleh Pemimpin Umum UKPM Genta Andalas periode 2025/2026 Zaki Latif kepada Pemimpin Umum Genta Andalas periode 2026/2027 Oktavia Ramadhani, Senin (26/10/2026)(Genta Andalas/Syifa Alifa)

Oktavia Ramadhani Terpilih menjadi Pemimpin Umum Genta Andalas 2026/2027

Rabu, 28 Oktober 2026, 23:49 WIB
Bentuk aksi simbolik yang membentangkan spanduk protes di kawasan tugu Adipura depan Gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, pada Selasa(27/10/2026) (Genta Andalas/M.Dhiaurrahman Alfatih)

Massa Aksi Desak Pemerintah Tindak Lanjut Persoalan Karhutla

Rabu, 28 Oktober 2026, 01:16 WIB
Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

Sabtu, 24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Ilusgrafis/Ulya Nur Fadillah

Menjelang Akhir Kepengurusan, Struktur Kabinet BEM KM UNAND Tuai Pertanyaan

Sabtu, 24 Oktober 2026, 00:12 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak