• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 25 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita

UTBK UNAND Terapkan Sistem Baru, Celah Kecurangan Diperketat

oleh Redaksi
22 April 2026, 00:42 WIB
(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

(Ilustrasi/Ulya Nur Fadilah)

ShareShareShareShare

Padang, gentaandalas.com – Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Andalas (UNAND) tahun ini tampil dengan wajah baru. Perubahan sistem distribusi peserta hingga penguatan keamanan digital menjadi poin utama. Hal ini dilakukan guna menutup celah kecurangan yang kerap membayangi ujian seleksi masuk perguruan tinggi.

Kebijakan baru yang diterapkan secara nasional menghapus wewenang peserta untuk memilih lokasi kampus ujian secara spesifik. Peserta kini hanya diberikan pilihan kota ujian, sementara penentuan lokasi gedung didistribusikan secara proporsional oleh sistem pusat. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi adanya kecurangan yang melibatkan kerja sama antar peserta maupun oknum petugas di lokasi tertentu.

“Dulu peserta bisa memilih lokasi spesifik, sehingga bisa didesain untuk satu ruangan bersama kenalannya atau mengatur jadwal tertentu. Sekarang sistem yang menentukan lokasinya di mana, jadi menutup peluang untuk kecurangan seperti itu,” ujar Direktur Pendidikan dan Pembelajaran UNAND, Mahdhivan Syafwan saat diwawancarai Genta Andalas pada Selasa (21/4/2026).

Selain regulasi lokasi, aspek teknis digital juga mengalami peningkatan signifikan. Berbeda dengan tahun lalu yang berbasis Windows, sistem ujian tahun ini beralih menggunakan sistem operasi Linux yang dijalankan melalui perangkat eksternal (flash disk). Penggunaan Linux diklaim lebih aman dari upaya peretasan (hacking) maupun penggandaan layar (mirroring).

Penguatan keamanan juga terlihat langsung di lapangan. Sebelum memasuki ruangan, para peserta UTBK menjalani pemeriksaan ketat. Peserta juga tidak diperbolehkan membawa barang pribadi ke dalam ruangan ujian. “Peserta diseleksi dulu sama tim keamanan. Misalnya kalau ada membawa benda-benda tajam yang membahayakan itu langsung diamankan,” ujar Deva selaku pengawas UTBK saat diwawancarai Genta Andalas pada Selasa (21/4/2026).

Baca Juga  Milenial Gemar Ekspresikan Diri di Medsos, Kadiv Artistik Media Indonesia: Jangan Hanya Untuk Diri Sendiri

Deva menambahkan, peserta hanya diperbolehkan membawa kartu ujian, ijazah, dan identitas diri seperti KTP. Sementara alat tulis berupa pulpen dan kertas buram telah disediakan panitia. Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga ketertiban dan meminimalisasi potensi kecurangan selama ujian berlangsung.

Dari sisi jumlah, Pusat UTBK UNAND mencatatkan peningkatan jumlah peserta yang cukup drastis. Tahun ini, sebanyak 14.315 peserta tercatat mengikuti ujian di Unand. Angka ini melonjak dari tahun lalu yang berkisar di angka 10.000 peserta.

“Meski terjadi lonjakan peserta, UNAND tidak melakukan penambahan ruangan karena kapasitas yang tersedia masih mencukupi. Hal ini membuat pelaksanaan ujian di UNAND bisa dipadatkan hanya dalam waktu enam hari hingga Minggu (26/5), lebih cepat dari jadwal nasional yang berakhir pada 31 Mei,” ujar Mahdivan.

Untuk mendukung kelancaran tersebut, UNAND menyiapkan 13 lokasi ujian yang mencakup 17 gedung fakultas dengan total 59 ruangan. Panitia juga memastikan kesiapan infrastruktur pendukung seperti genset di setiap lokasi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan listrik selama ujian berlangsung.

“Kami ingin memastikan peserta nyaman. Jika ada kendala teknis seperti lampu mati, waktu ujian akan terhenti otomatis dan data jawaban tetap tersimpan. Kami juga menyediakan tim kesehatan mobile serta layanan antar jemput motor bagi peserta yang terlambat menemukan lokasi ujian,” ujar Mahdivan.

Baca Juga  Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

Selain itu, setiap ruangan juga dilengkapi petugas teknis serta pengawas yang memantau jalannya ujian. Kehadiran petugas ini bertujuan untuk memastikan proses ujian berjalan lancar. “Setiap ruangan ada pengawas, teknisi, dan penanggung jawab lapangan,” ujar Deva.

Selain dari pihak panitia, peserta UTBK juga mengakui pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan nyaman. Sebelum masuk ke ruang UTBK, seluruh barang peserta dikumpulkan. Peserta juga tidak diperbolehkan menggunakan telepon genggam selama ujian berlangsung. “Tadi diperiksa dulu, barang-barang dikumpul semuanya dan gak boleh pakai HP,” ujar salah seorang peserta UTBK, Sonia pada Selasa (21/4/2026)

Dari segi fasilitas, Sonia mengaku tidak mengalami kendala teknis selama mengikuti ujian. Ia menyebut komputer yang digunakan berjalan normal. Suasana ruangan juga dinilai cukup kondusif.
“Nyaman aja, dan untuk komputernya tidak ada permasalahan,” ujarnya.

Pada hari pertama pelaksanaan, tingkat kehadiran peserta mencapai 98 persen. Panitia juga memberikan pelayanan khusus bagi peserta disabilitas. Layanan tersebut mencakup penyediaan juru bahasa isyarat bagi peserta tuna rungu dan pendampingan bagi peserta tuna daksa guna memastikan inklusivitas dalam pelaksanaan ujian tahun ini.

Reporter: Sabilla Hayatul Dhi’fa dan Ulya Nur Fadilah

Editor: Auryn Dzakirah

Tag: #unand #genta Andalas#utbk
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Potret Gedung FKM Jati yang hingga saat ini masih terbangkai pada Kamis (16/7/2026) (Genta Andalas/ Zaki Latif Bagia Rahman)

Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

19 Juli 2026, 20:32 WIB
Narasumber menyampaikan pemaparan dalam diskusi publik bertajuk "Sumatera Barat Anti Penyiksaan: Hentikan Kekerasan Negara, Serta Hapus Impunitas dan Ideologi Militerisme" yang digelar di Kantor LBH Padang, Kamis (2/7/2026) (Genta Andalas/Oktavia Ramadhani)

LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

3 Juli 2026, 16:11 WIB
Pertunjukan drama berjudul "TPS" menghadirkan adegan di area pelepasan suara, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Syifa Alifah)

Mahasiswa Sastra Indonesia UNAND Unjuk Kepiawaian Berakting

2 Juli 2026, 16:32 WIB
Pementasan drama Nurani oleh mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia angkatan 2024 dalam Festival dan Seminar Teater Indonesia di FIB UNAND, Rabu (1/7/2026) (Genta Andalas/Zulaizah)

Sastra Indonesia UNAND Gelar Festival dan Seminar Teater Indonesia

2 Juli 2026, 16:20 WIB
Para aktor mementaskan drama The Lottery pada gelaran English Drama Performance 2026 di SMKN 7 Padang, Sabtu (27/6/2026) (Genta Andalas/Aulia Rindu)

Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

28 Juni 2026, 16:30 WIB
Massa aksi menyampaikan aspirasi di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Kamis (25/06/2026) (Genta Andalas/Aurelia Syabandini)

Aksi Jilid II Mahasiswa Soroti Transparansi APBD hingga Harga BBM

27 Juni 2026, 00:09 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak