• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Sabtu, 1 Agustus 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Keindahan Pemandian Lubuk Minturun, Berenang Sembari Memberi Makan Ikan

oleh Redaksi
23 September 2023, 00:23 WIB
Salah seorang pengunjung sedang memberi makan ikan di pinggir pemandian Lubuk Minturun, Minggu (20/8/2023). (Genta Andalas/Fadhilah Lisma Sari)

Salah seorang pengunjung sedang memberi makan ikan di pinggir pemandian Lubuk Minturun, Minggu (20/8/2023). (Genta Andalas/Fadhilah Lisma Sari)

ShareShareShareShare
Salah seorang pengunjung sedang memberi makan ikan di pinggir pemandian Lubuk Minturun, Minggu (20/8/2023). (Genta Andalas/Fadhilah Lisma Sari)

Oleh: Fadhilah Lisma Sari*

Berkat pesona alamnya, destinasi wisata di Kota Padang seakan-akan tiada habisnya. Salah satu dari sekian pilihan wisata alam di Kota Padang, terdapat tempat pemandian Lubuk Minturun. Pemandian Lubuk Minturun berupa lubuk yang berada di Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, tepatnya di salah satu titik aliran air sungai Batang Kandis. Pemandian ini terbentuk secara alami dan berumur sudah cukup tua. Menurut kepercayaan warga sekitar, pemandian ini dulunya adalah tempat mandi nona-nona Belanda tempo dulu.

Berbeda dengan tempat pemandian biasanya, pemandian Lubuk Minturun ini mempunyai keunikannya sendiri. Sembari berenang, kita juga dapat memberi makan ikan-ikan yang terdapat di kolam pemandian tersebut. Pengunjung mendapat pengalaman baru dan unik, yaitu berenang sekaligus memberi makan ikan dilepas bebas. Makanan ikan pun juga telah tersedia di kedai pinggiran pemandian dengan harga yang terjangkau yaitu Rp5.000 rupiah per bungkusnya.

Saya menuju pemandian Lubuk Minturun pada pukul 09.00 WIB dari daerah Limau Manis ke Lubuk Minturun yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 50 menit menggunakan kendaraan roda dua. Setelah memasuki daerah Lubuk Minturun, mata saya dimanjakan oleh keindahan beragam bunga yang dijual oleh penduduk setempat. Saya terus melanjutkan perjalanan, saya sudah sangat menikmati perjalanan ini bahkan ketika belum sampai ke tujuan. Indahnya pemandangan Lubuk Minturun yang asri membuat perjalanan kali ini begitu menyenangkan. Ditambah dengan pemandangan aliran sungai yang luas membentang dan cuaca yang mendukung pula.

Baca Juga  Menikmati Cahaya Lampu Kota pada Malam Hari dari Menara Songket

Tak terasa akhirnya saya pun sampai di tujuan, pemandian Lubuk Minturun. Saya pun kemudian menyusuri tempat pemandian dari lokasi parkir. Saya menyeberangi jalan dari tempat parkir tersebut karena tempat pemandiannya yang berada di sisi sebelah kiri. Di sekitar tempat pemandian ini juga masih terdapat jejeran rumah warga. Bagi para pengunjung yang ingin menggunakan angkutan kota, saya sarankan untuk  menyambung perjalanan dengan ojek. Hal ini disebabkan karena area pemandian yang masih berjarak beberapa ratus meter dari gerbang masuknya.

Sesampainya di tempat pemandian, saya langsung disambut oleh jernihnya air pemandian dan sejuknya udara di kawasan pemandian. Sejuknya udara ini tentunya disebabkan oleh jajaran pohon-pohon hijau yang membentang di sekeliling pemandian. Embusan angin juga menambah ketenangan yang saya rasakan di tempat pemandian ini. Di dalam tempat pemandian pun juga sudah banyak pengunjung yang menikmati berendam bersama dan memberi makan ikan.

Ramainya pengunjung di tempat pemandian Lubuku Minturun ini juga turut mengundang hadirnya pedangang yang berjualan makanan. Menurut salah seorang pedagang yang telah biasa berjualan di sini, hari Sabtu dan Minggu adalah hari puncak di mana pemandian Lubuk Minturun ramai dikunjungi.

Baca Juga  Hari Terakhir Pendaftaran, Panitia Pemilihan Rektor Kantongi 12 Nama Bakal Calon Rektor UNAND

“Banyak terdapat orang tua yang membawa anaknya untuk berenang ataupun hanya sekedar memberi makan ikan di sini,” jelas Boby saat diwawancarai Genta Andalas pada Sabtu (26/08/2023)

Berdasarkan pengakuan pedangang tersebut, dapat terlihat bahwa pemandian Lubuk Minturun ini adalah salah satu destinasi wisata keluarga di Kota Padang. Keberadaan fasilitas untuk memberi makan ikan di pemandian Lubuk Minturun tentunya menarik perhatian orang tua agar dapat mengajak anaknya kemari. Hal ini tentunya sangat menyenangkan, terutama bagi anak agar mereka dapat lebih dekat dan mengenal dengan flora dan fauna di alam.

Salah seorang pengunjung, Fio mengaku bahwa ia juga sangat menikmati suasana pemandian Lubuk Minturun yang mengingatkannya akan suasana kampung halamannya. Lokasi yang bersih juga menambah nilai tambah tempat ini. “Pemandian ini  sangat bersih dan sejuk. Selain mandi saya juga bisa memberi makan ikan disini ditambah suasana alamnya yang cukup bagus mengigatkan saya seperti suasana di kampung saya,” jelas Fio.

*Penulis merupakan mahasiswi Jurusan Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Andalas

Tag: airalamFeatureIndahPadangpemandianUnandwisata
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

31 Maret 2026, 11:54 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025, 11:10 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Sumbang Duo Baleh, Kode Etik dalam Kebudayaan Minangkabau

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Obsession: Ketika Kamu “Dipelet” Cowok Insecure

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • LBH Padang Soroti Dugaan Kekerasan Negara dan Impunitas pada Peringatan Hari Anti Penyiksaan Internasional

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Setahun Pascakebakaran, Gedung Jati FKM UNAND Masih Terbangkalai

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak