• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 5 November 2026
Gentaandalas.com
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Gentaandalas.com
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Kue Singgang : Kuliner Minangkabau yang Menggoyah Lidah

oleh Redaksi
30 Juni 2022, 06:17 WIB
(Genta Andalas /dok. Pribadi)

(Genta Andalas /dok. Pribadi)

ShareShareShareShare
(Genta Andalas /dok. Pribadi)

Oleh : Fadhilah Lisma Sari

Minangkabau mempunyai banyak makanan khas tradisonal dari masing-masing daerahnya, salah satunya Kue Singang atau juga disebut Bika. Makanan ini merupakan makanan tradisonal Minangkabau Sumatera barat (Sumbar) dengan olahanya yang unik, yaitu dengan di panggang diatas tungku api yang beralaskan daun. Kue Singgang atau bika sendiri terbuat dari bahan baku utama kelapa parut, tepung tape singgkong dan gulaa.

Makanan ini banyak ditemukan di sekitaran Kota Padang, Bukkitinggi hingga Padang Panjang yang tepatnya berjejer di sepanjang jalanan. Sehingga, tak heran makanan ini sangat terenal di daerah tersebut. Kue singgang ini biasanya cocok jadi didampingi dengan the karena rasa khas kelapa dari bika yang gurih disajikan dengan teh hangat yang manis, jadi kombinasi yang saling melengkapi sehingga menimbulkan cita rasa yang unik diantara keduanya.

Kue Singgang atau bika sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Minang yang artinya ”Baka” atau bakar. Hal ini tentunya karena proses masaknya yang dibakar. Selanjutnya, cara pembuatanya yang unik ini tentu menciptakan rasa yang gurih dan keharuman yang khas dari asap pembakaran yang menimbulkan ciri khas tersendiri saat menyantapnya.

Baca Juga  Menyusuri Keindahan Tersembunyi Ekowisata Sungkai Green Park di Kota Padang

Salah seorang penjual Kue Singgang, Siti mengatakan cara pembuatan singgang ini sangat mudah dan tidak ribet dimana memerlukan sebanyak 250 garam dan gula pasir di tuangkan kedalam 1 kg tepung beras yang sudah dihaluskan. Kemudian diberi sedikit vanili,garam dan pengembang kue. Setelah itu, tape singkong diaduk dengan air kelapa. Kemudian, adonan harus didiamkan semalaman agar adonan mengembang akibat proses peragian yang dihasilkan dari tape atau pengembang kue dan air kelapa. Setelah itu ditambahkan kedalam cetakan daun pisang atau daun waru dan dibakar di atas tunggu.

“Proses pemasakan dari Singgang ini yaitu dengan dipanggang/dibakar menggunakan teknik tradisonal menggunakana priuk tempat pemanggangan yang dipanaskan diatas tungku api,proses pemaggangan seperti ini bertujuan untuk menjadikan adonan lebih matang dan merata,” ujar Siti saat diwawancarai Genta Andalas pada Selasa (28/06/2022).

Baca Juga  Memanjakan Mata dengan Pesona Pantai Pasir Putih

Kue Singgang selain dikenal lezat juga mengenyangkan karena bahan-bahan pembuatan kue ini meluputi kelapa parut dan tape singkong yang mampu membuat perut kenyang . Dengan setidaknya memakan dua hingga tiga kue singgang aja dijamim membuat perut sudah terisi dan tak heran kue singgang ini digemari oleh banyak masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Siti mengatakan untuk memperoleh kue singgang tidak perlu merogoh kocek yang besar hanya dengan Rp. 1.000an tak heran makanan ini mudah ditemui dan gemari banyak peminat.

Kue ini harus dilestarikan agar semua orang mengenalinya. Disamping itu juga, kue ini miliki cita rasa khas sehingga sangat rugi rasanya jika kelestarian kue ini tidak dijaga dengan baik.

“Sayang jika nasib kue Singgang ini sama dengan makanan atau kuliner yang tidak dilestarikan. Dan tentu anak cucu kita juga terancam tidak merasakannya, maka mari  sama-sama kita jaga, tutup Siti.

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Nelayan lokal sedang menjala ikan di pinggiran Pantai Carolina, Minggu (30/8/2026) (Tantri Pramudita)

Carolina dalam Riuh Ombak dan Teduh Pepohonan

24 Oktober 2026, 23:42 WIB
Bangunan Surau Paseban di Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah, Padang pada Minggu (26/7/2026)(Genta Andalas/Alizah Fitri Sudira)

Jejak Pengetahuan di Balik Pintu Surau Paseban

28 Agustus 2026, 02:05 WIB
Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB

TERPOPULER

  • (Poster Film Alas Roban/detik.com)

    Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Menerka Masa Depan Indonesia Melalui Teori Siklus Polybius

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Kebakaran Hanguskan Sejumlah Ruko Dekat Kampus UNAND, Kerugian Ditaksir Rp3 Miliar

    Bagikan
    Bagikan Tweet
  • Ekspedisi Sejarah UNAND Gali Ingatan Kolektif dan Identitas Nagari Balai Tangah

    Bagikan
    Bagikan Tweet
Gentaandalas.com

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak