• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Kamis, 23 Juli 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Publikasi
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Kue Singgang : Kuliner Minangkabau yang Menggoyah Lidah

oleh Redaksi
30 Juni 2022, 06:17 WIB
(Genta Andalas /dok. Pribadi)

(Genta Andalas /dok. Pribadi)

ShareShareShareShare
(Genta Andalas /dok. Pribadi)

Oleh : Fadhilah Lisma Sari

Minangkabau mempunyai banyak makanan khas tradisonal dari masing-masing daerahnya, salah satunya Kue Singang atau juga disebut Bika. Makanan ini merupakan makanan tradisonal Minangkabau Sumatera barat (Sumbar) dengan olahanya yang unik, yaitu dengan di panggang diatas tungku api yang beralaskan daun. Kue Singgang atau bika sendiri terbuat dari bahan baku utama kelapa parut, tepung tape singgkong dan gulaa.

Makanan ini banyak ditemukan di sekitaran Kota Padang, Bukkitinggi hingga Padang Panjang yang tepatnya berjejer di sepanjang jalanan. Sehingga, tak heran makanan ini sangat terenal di daerah tersebut. Kue singgang ini biasanya cocok jadi didampingi dengan the karena rasa khas kelapa dari bika yang gurih disajikan dengan teh hangat yang manis, jadi kombinasi yang saling melengkapi sehingga menimbulkan cita rasa yang unik diantara keduanya.

Kue Singgang atau bika sendiri berasal dari kata dalam Bahasa Minang yang artinya ”Baka” atau bakar. Hal ini tentunya karena proses masaknya yang dibakar. Selanjutnya, cara pembuatanya yang unik ini tentu menciptakan rasa yang gurih dan keharuman yang khas dari asap pembakaran yang menimbulkan ciri khas tersendiri saat menyantapnya.

Baca Juga  Antara Sampah dan Kepeduliaan : Realita Sekolah Berdekatan dengan TPA

Salah seorang penjual Kue Singgang, Siti mengatakan cara pembuatan singgang ini sangat mudah dan tidak ribet dimana memerlukan sebanyak 250 garam dan gula pasir di tuangkan kedalam 1 kg tepung beras yang sudah dihaluskan. Kemudian diberi sedikit vanili,garam dan pengembang kue. Setelah itu, tape singkong diaduk dengan air kelapa. Kemudian, adonan harus didiamkan semalaman agar adonan mengembang akibat proses peragian yang dihasilkan dari tape atau pengembang kue dan air kelapa. Setelah itu ditambahkan kedalam cetakan daun pisang atau daun waru dan dibakar di atas tunggu.

“Proses pemasakan dari Singgang ini yaitu dengan dipanggang/dibakar menggunakan teknik tradisonal menggunakana priuk tempat pemanggangan yang dipanaskan diatas tungku api,proses pemaggangan seperti ini bertujuan untuk menjadikan adonan lebih matang dan merata,” ujar Siti saat diwawancarai Genta Andalas pada Selasa (28/06/2022).

Baca Juga  Mengenal Mitos Ikan Larangan di Wisata Alam Ikan Banyak, Gunuang Omeh kabupaten Lima Puluh Kota

Kue Singgang selain dikenal lezat juga mengenyangkan karena bahan-bahan pembuatan kue ini meluputi kelapa parut dan tape singkong yang mampu membuat perut kenyang . Dengan setidaknya memakan dua hingga tiga kue singgang aja dijamim membuat perut sudah terisi dan tak heran kue singgang ini digemari oleh banyak masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Siti mengatakan untuk memperoleh kue singgang tidak perlu merogoh kocek yang besar hanya dengan Rp. 1.000an tak heran makanan ini mudah ditemui dan gemari banyak peminat.

Kue ini harus dilestarikan agar semua orang mengenalinya. Disamping itu juga, kue ini miliki cita rasa khas sehingga sangat rugi rasanya jika kelestarian kue ini tidak dijaga dengan baik.

“Sayang jika nasib kue Singgang ini sama dengan makanan atau kuliner yang tidak dilestarikan. Dan tentu anak cucu kita juga terancam tidak merasakannya, maka mari  sama-sama kita jaga, tutup Siti.

BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

31 Maret 2026, 11:54 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025, 11:10 WIB

Populer

  • (Poster Film Sekawan Limo 2 Gunung Klawih/Jambian-Pikiran Rakyat)

    Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, Ketika Jalan Pintas Menjadi Kutukan Generasi Berikutnya

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tabek Mandi Sikabu: Surga Pemandian Keluarga di Tengah Alam Sumatera Barat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menelusuri Luka Masa Lalu Lewat Cerita Lila

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Kondisi Aceh Masih Memprihatinkan, Fasilitas Belum Pulih dan Anak Belajar di Tenda

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mahasiswa Sastra Inggris UNAND Gelar English Drama Performance 2026

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Saat Teror Tak Lagi Sekadar Konten

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Toy Story 5, Ketika Teknologi Menantang Imajinasi Anak

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Rekonstruksi GOR Haji Agus Salim dan Nasib PKL yang Terlupakan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak