• Indeks
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Jumat, 12 Juni 2026
Genta Andalas
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
  • Berita
    • Liputan
    • Berita Foto
    • Sorotan Kampus
    • Feature
    • Laporan
      • Laporan Utama
      • Laporan Khusus
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Komik
    • Resensi
    • Galeri
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Digital
    • Tabloid
    • Genta Antara
    • Buletin
Genta Andalas
  • Berita
  • Aspirasi
  • Wawasan
  • Riset & Survei
  • Aneka Ragam
  • Sosok
  • Sastra & Budaya
  • Gentainment
  • Digital
Home Berita Feature

Manfaat Manuskrip Sebagai Sumber Informasi Budaya Masa Lalu

oleh Redaksi
25 Juni 2022, 15:17 WIB
ShareShareShareShare

Manusia telah memulai kebiasaan menulis sejak ribuan tahun lalu. Hal ini dapat diketahui dari berbagai peninggalan- peninggalan berupa tulisan manusia pada masa lampau. Peninggalan- peninggalan tulisan manusia pada masa lampau yang paling umum dijumpai ialah dalam bentuk manuskrip. Istilah manuskrip sendiri berasal dari bahasa latin, “manu” yang berarti tangan, dan “scriptum,” tulisan. Peninggalan tulisan dalam bentuk manuskrip ini bahkan telah menjadi cabang ilmu tersendiri yang dipelajari oleh orang- orang di dunia, ilmu ini disebut dengan istilah Filologi. Keberadaan ilmu Filologi membuktikan bahwa manuskrip menjadi bahan kajian yang penting untuk diteliti, dikarenakan banyak memuat informasi- informasi mengenai kebudayaan yang penting untuk kita pelajari pada masa sekarang.
Namun sayangnya ilmu filologi atau manuskrip itu sendiri masih merupakan istilah yang cukup asing bagi masyarakat , sehingga cabang ilmu ini tidak sepopuler cabang- cabang ilmu lain , padahal di Indonesia sendiri memiliki banyak potensi manuskrip, misalnya di daerah jawa banyak ditemukan manuskrip- manuskrip peninggalan kerajaan Hindu- Buddha, di Sumatera banyak ditemukannya manuskrip- manuskrip melayu atau manuskrip Minangkabau, dan begitu juga di daerah lain, yang juga banyak menyimpan potensi- potensi manuskrip.

Narasumber : M. Yusuf, M.Hum

Bagaimana kondisi manuskrip di Indonesia pada masa sekarang ?

Jawab :

Di indonesia ada tempat penyimpanan naskah yang dikelola dengan baik ada juga yang kurang baik. kalau di daerah Jawa pada umumnya dikelola dengan baik, ada yang di pesantren, kemudian di kerajaan- kerajaan, seperti di keraton- keraton, di perpustakaan nasional di Jakarta pun dikelola dengan baik. Namun di beberapa daerah misalnya Sumatra Barat relatif, telah dilakukan upaya digitilisasi, namun kalau dikatakan baik, tentu belum, terlebih jika standar yang digunakan adalah standar internasional.
Meskipun pada Undang- Undang kebudayaan telah didahulukan, namun pengetahuan masyarakat untuk memelihara naskah secara baik masih kurang dan ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa manuskrip yang mereka simpan bersifat sakral dan disimpan dengan cara yang salah, misalnya ada yang meletakkan manuskrip ini di atas loteng sehingga mudah rusak ketika terkena udara atau dimakan hewan.
Selain itu pemerintah juga kurang berperan langsung terkadang hanya memberikan dana kepada lembaga- lembaga tertentu untuk melakukan digitalisasi dan itupun dengan harga yang murah. Sehingga banyak perguruan tinggi yang malah bekerja sama dengan pihak luar negeri untuk menyelamatkan manuskrip- manuskrip tersebut.

Baca Juga  Minat Peserta Laksanakan UTBK di Unand Turun Akibat Akses Jauh Dari Kota

Apa manfaat manuskrip untuk masa sekarang ini?

  1. Manuskrip- manuskrip pada masa sekarang telah banyak sekali diolah menjadi sumber- sumber bahan bacaan. Salah satu buku yang saya tulis dari penelitian terhadap manuskrip adalah buku “Cindua Mato” dan banyak juga karya- karya peneliti naskah lain yang telah dibukukan. Kemudian di Sumatra Barat Undang- Undang adat Minangkabau juga diadaptasi dari Tambo. Lalu banyak manuskrip- manuskrip yang juga berbicara masalah keagamaan.
    Kami juga pernah membantu para jurnalis dalam memetakan the rings of fire atau daerah rawan gempa di nusantara yang mana sumber- sumber informasi ini ditulis di dalam naskah lama.
    Sebenarnya banyak hal- hal yang bisa diangkat dari manuskrip, namun kecenderungan orang- orang untuk meneliti manuskrip masih kurang terutama generasi muda, kemudian masih kurangnya peran pemerintah juga menjadi kendala dalam pemanfaatan manuskrip secara maksimal.
  2. Apa harapan khususnya terhadap manuskrip-manuskrip yang ada?
  3. Seperti yang sebelumnya, manuskrip atau naskah lama ini miliki banyak sekali manfaat yang hingga kini bahkan sangat membantu baik penerintah, peneliti hingga akademisi.
    Namun, sangat disayangkan masih banyak naskah kama yang tidak di hargai dan dilestarikan dan belum meratanya pelestarian nadkah lama di berbagai daerah termasuk Sumbar. Hal ini sebaiknya diupayakan betul oleh pemerintah dalam penjagaan dan perawatannya. Tak hanya pemerintah tentunya masyarakat umum juga harus saling menjaga dan merasakan manfaat manuskrip ini.
    Selain itu juga, sebenarnya banyak hal- hal yang bisa diangkat dari manuskrip, namun kecenderungan orang- orang untuk meneliti manuskrip masih kurang, hal ini dikarenakan ilmu filologi yang memang masih jarang diketahui masyarakat, selain SDM dari dalam negeri pun belum memadai untuk melakukan penelitian- penelitian lebih lanjut terhadap manuskrip. Dalam ilmu filologi teks diteliti dengan dua cabang ilmu yakni kodikologi dan tekstologi. Kodikologi meneliti manuskrip lebih kepada fisik naskah sedangkan tekstologi lebih mengkaji makna teks manuskrip. Selain itu meneliti manuskrip juga memerlukan cabang- cabang ilmu lain, seperti pengetahuan tentang bahasa, agama ,juga sejarah. Semoga dengan kedepannya permasalahan terkait manuskrip ini bisa diatasi bersama.
Baca Juga  Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat
Tag: #unandFIB
BagikanTweetBagikanKirim

Baca Juga

Penulis menikmati pemandangan alam di puncak Gunung Kerinci (Genta Andalas/Zaki Latif Bagia Rahman)

Menembus Kabut Kerinci, Menyapa Atap Sumatra dari Dekat

1 Juni 2026, 16:14 WIB
Rivaldo Ferdiand pendiri Galeri Kapsul Waktu Nusantara, duduk di antara ribuan koleksi barang jadul miliknya, Kamis (28/5/2026) (Genta Andalas/Pitri Yani)

Merasakan Jejak Masa Lalu Lewat Galeri Kapsul Waktu

29 Mei 2026, 18:39 WIB
Sejumlah pengunjung menikmati suasana Air Terjun Sarasah Uwak di kawasan Limau Manis, Kota Padang, Minggu (24/5/2926) (Genta Andalas/Tantri Pramudita)

Sarasah Uwak: Pesona Air Terjun di Balik Kampus Hijau

26 Mei 2026, 20:28 WIB
Para pengunjung baru sampai di Pulau Angso Duo pda Selasa (24/03/2026) (Genta Andalas/Nabila Ramadani)

Menjelajahi Sisi Eksotis dan Magis Pulau Angso Duo

31 Maret 2026, 21:28 WIB
Pengunjung yang sedang menikmati Keindahan Air Terjun Sarasah Sikayan Balumuik, Sabtu (28/03/2026) (Genta Andalas/ Nabila Ramadani)

Sikayan Balumuik Surga Tersembunyi di Timur Kota Padang

31 Maret 2026, 11:54 WIB
Penjaga Masjid Al-Hakim bersiap menyapu halaman masjid pada Selasa (28/10/2025) (Genta Andalas/ Nasywa Luhfiyyah Edfa)

Di Antara Azan dan Ombak: Kisah Penjaga Masjid Al-Hakim

4 November 2025, 11:10 WIB

Populer

  • Poster film Pesta Babi

    Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tenaga Kebersihan FK UNAND Ditemukan Meninggal di Hutan Biologi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Alas Roban, Teror Mitos Lokal dan Perjuangan Seorang Ibu

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Pesta Babi dan Ancaman terhadap Ruang hidup Masyarakat Adat

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tidak Ada Unggahan Kenaikan Isa Almasih, BEM KM UNAND Klarifikasi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Menakar Prabowonomics di Tengah Tekanan Ekonomi

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Mengenal Uang Japuik, Adat Pariaman yang Masih Sering Disalahartikan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Tiga Pria Diamankan Usai Diduga Konsumsi Alkohol di UNAND

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Aksi Mahasiswa Warnai Depan Kantor Gubernur Sumbar

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
  • Absennya UNAND dalam Aksi BEM-SI Sumbar Tuai Pertanyaan

    0 bagikan
    Bagikan 0 Tweet 0
Genta Andalas

© 2026 Gentaandalas.com

Laman

  • Indeks
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Kontak
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

Follow Us

  • Home
  • Berita
    • Berita Foto
    • Liputan
    • Sorotan Kampus
    • Feature
  • Laporan
    • Laporan Khusus
    • Laporan Utama
  • Aspirasi
  • Wawasan
    • Teknologi
  • Riset dan Survei
  • Aneka Ragam
    • Konsultasi
    • Resensi
    • Komik
    • Galeri
  • Sastra dan Budaya
    • Sastra dan Seni
    • Rehat
    • Khasanah Budaya
  • e-Tabloid
    • Digital
  • Sosok
  • Gentainment
    • Seputar Genta
    • Karya Calon Anggota
  • Tentang Kami
  • Pembina
  • Redaksi
  • Agenda
    • Pekan Jurnalistik
    • Sumarak Jurnalistik
  • Pedoman Pemberitaan
    • Pedoman Pemberitaan Media Siber
    • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak